Elohim Ministry umum Iman yang Memindahkan Gunung

Iman yang Memindahkan Gunung



Renungan harian Rabu, 26 November 2025

Ayat Pokok : Matius 17:20 (TB)   Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Beberapa tahun yang lalu setelah anak pertama saya lahir, saya mengurus akte kelahiran kemudian dilanjutkan dengan mengganti Kartu Keluarga. Disinilah kemudian karena saya tidak mameriksa dengan detail maka tidak tahu jika ada kesalahan penulisan yaitu agama anak saya ditulis di sana “islam”.

Setelah beberapa waktu ketika saya hendak memakai Kartu Keluarga tersebut, saya baru tahu bahwa ada kesalaha penulisan agama tersebut. Ketika saya mebawa ke catatan sipil untuk merubah kesalahan tersebut kemudian petugas di catatan sipil mulai memberi tahu prosedur perubahan kesalahan tersebut mulai dari surat keterangan dari gereja, kemudian surat keterangan dari RT dan seterusnya. Ketika saya membayangkan betapa susah dan banyaknya birokrasi yang harus dilalui maka saya kemudian memutuskan untuk tidak mengurusnya sementara.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, setiap kita sangat tidak senang dengan kondisi yang sulit apalagi sesuatu yang mudah namun dipersulit oleh orang lain. Sebaliknya kita senang dengan kemudahan. Bahkan “Kemudahan” merupakan salah satu hal yang menjadi pokok doa dan harapan yang kita mohon terjadi dalam hidup kita. Bukankah dalam doa kita kerapkali kita meminta agar Tuhan memudahkan dalam segala urusan.

Namun tanpa banyak orang sadari kemudahan juga berdampak negatif dalam hidup kita. Sebaliknya kesulitan banyak membentuk kehidupan kita. Melatih mental, daya kreatifitas, integritas dan persistensi kita. Kemampuan berfikir dan mencari solusi terbaik lahir ketika seseorang ada dalam keadaan yang sulit. Selain kemampuan kognitif kita, hidup rohani atau ima kita juga di uji oleh keadaan yang sulit.

Salah satu contohnya adalah peristiwa terjadinya mukjizat pemindahan gunung Mokattam di Mesir pada tahun 979 Masehi.

Seorang khalifah (disebut juga sebagai Al-Mu’iz di beberapa sumber) menantang umat Kristen, dengan mengutip ayat Matius 17:20, bahwa mereka harus membuktikan kebenaran agama mereka dengan memindahkan Gunung Mokattam. Pastor  Abraham meminta waktu tiga hari untuk berdoa dan berpuasa bersama jemaatnya. Pada hari yang ditentukan, Pastor Abraham, jemaatnya, serta Abraham dan jemaatnya berdoa dengan sungguh-sungguh. Menurut kepercayaan, Gunung Mokattam kemudian terangkat dan berpindah sejauh tiga kilometer. Peristiwa ini memberikan nama “Gunung Terbelah” pada Mokattam karena terpisah dari batu di bawahnya sebelum kembali turun, dan menjadi simbol iman yang kuat bagi Gereja Koptik.

Dalam satu peristiwa ketika Yesus menyembuhkan seorang yang memiliki penyakit ayan, berkata kepada murid-murid-NYA bahwa jika mereka memiliki iman sebesar biji sesawi akan dapat memindah gunung. Tuhan Yesus memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kepada murid-murid kuasa dari iman. Pada kesempatan yang sama DIA juga menegor  murid-murid yang kurang percaya pada waktu itu.

Iman pada umumnya merupakan suatu persetujuan yang teguh, kesediaan yang penuh, dan keyakinan yang kuat akan semua penyataan ilahi. Iman yang diharuskan di sini adalah iman yang sasarannya adalah penyataan khusus yang melaluinya Kristus memberikan kuasa kepada murid-murid-Nya untuk mengadakan mujizat-mujizat dalam nama-Nya, dengan maksud untuk meneguhkan ajaran yang mereka beritakan. Iman akan penyataan itulah yang kurang di dalam diri para murid.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Marilah kita terus bertumbuh dalam iman kita kepada Tuhan. Semakin hari iman kita semakin kuat, semakin hari semakin percaya dengan kesungguhan dan ketulusan dengan dasar kasih kepada TUHAN. Sehingga di saat kita berada di kondisi sulit sekalipun kita tidak kecewa dan putus asa namun percaya bahwa itu adalah waktunya kita naik level dalam pengenalan kita kepada Tuhan dan semakin percaya kepada-NYA.

Dengan iman kita dibenarkan tetapi dengan iman juga kita akan melihat penyataan-penyataan mujizat sebagai bukti kemahakasaan-NYA dan meneguhkan pengajaran-NYA. Tetap semangat dalam pengiringan kita akan Tuhan dan biarlah iman kita semakin bertumbuh di dalam DIA. Amin.

Kesimpulan

Iman yang memindahkan gunung bukanlah iman yang besar secara ukuran, tetapi iman yang benar secara arah — yaitu iman yang tertuju kepada Tuhan yang Mahakuasa. Saat kita mempercayakan segala perkara kepada-Nya, Tuhan akan bekerja di luar batas logika manusia. Kadang Ia tidak memindahkan gunung di depan kita, tetapi Ia memberikan kekuatan untuk mendakinya.
Karena itu, peliharalah imanmu, walau kecil seperti biji sesawi, karena di tangan Tuhan yang besar, iman yang kecil pun mampu menggerakkan hal-hal yang mustahil. Biarlah hidup kita menjadi kesaksian bahwa iman kepada Kristus tidak hanya berbicara, tetapi bekerja, bertumbuh, dan memuliakan Allah di tengah segala situasi hidup kita.

Hikmat Hari Ini

“Tuhan tidak menuntut iman sebesar gunung, tetapi iman sekecil biji sesawi yang benar-benar percaya bahwa Dia sanggup memindahkan gunung dalam hidup kita.”

Tuhan memberkati.

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *