Elohim Ministry youth JALAN YANG SEMPIT

JALAN YANG SEMPIT



Renungan Harian Youth, Rabu 10 Januari 2024

Matius 7:13-14 (TB)  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Tuhan Yesus memberikan pengajaran dengan membandingkan dua jalan: Pertama, pintu yang lebar dan jalan yang menuju kebinasaan, dan kedua pintu yang sempit dan jalan yang menuju hidup. Pintu yang lebar dan jalan yang luas mencerminkan jalur yang banyak orang pilih. Namun, Yesus memberi peringatan bahwa jalur ini dapat membawa kebinasaan. Sebaliknya, pintu yang sempit dan jalan yang sempit mencerminkan pilihan yang lebih sulit.

Bagaimana kita bisa memahami makna dari Firman ini dalam kehidupan kita sehari-hari? Memilih jalan yang sempit berarti hidup sesuai dengan prinsip-prinsip dan ajaran Tuhan, bahkan jika itu tidak selalu mudah. Ini berarti menolak godaan untuk mengikuti arus dunia yang seringkali menyesatkan.

Semua manusia mengetahui bahwa hidup mereka dibatasi waktu, tetapi begitu banyak manusia yang tidak linier cara hidupnya dengan pengetahuan itu. Manusia banyak yang hidup dalam kesia-siaan yang berujung pada penyesalan di saat-saat akhir hidupnya. Ada banyak  orang-orang yang menyatakan penyesalannya telah melakukan hal-hal yang sia-sia dan tidak menggunakan untuk hal yang bijaksana. Mereka telah kehilangan banyak momentum dan kesempatan kehidupan sebaliknya memilih melakukan hal yang penuh dengan pemenuhan Hasrat diri dan ternyata tidak berguna bagi hidup yang kekal

Memilih jalan yang lebar yang seolah bebas melakukan apa saja, menikmati apa saja adalah cara hidup yang paling menyenangkan.

Tetapi banyak yang tidak menyadari ujungnya adalah maut. Karena itu Tuhan Yesus mengajarkan untuk memilih jalan yang sempit, dan berat tetapi ujungnya adalah kehidupan kekal.

Beberapa tokoh Alkitab yang menunjukkan keteguhan pilihannya sejak muda pada jalan sempit itu adalah Yusuf, Daniel, Stefanus dan Daud. Mereka tidak membiarkan dirinya melakukan hal-hal yang mudah yang sekedar melampiaskan kesenangan sesaat tetapi mengorbankan misi Allah dalam hidupnya. Mereka menetapkan hatinya untuk memilih jalan hidup bukan untuk hal yang sia-sia, tetapi hatinya dituntun melakukan karya-karya Allah yang besar dan mulia.

Ada sebuah cerita Seorang petani memiliki seekor anjing yang biasa menunggu di pinggir jalan agar bisa mengejar saat ada kendaraan datang. Begitu seseorang datang, dia akan berlari di jalan, menggonggong dan mencoba mengejar kendaraan itu. Suatu hari tetangga petani itu bertanya kepada petani itu, “Apakah menurut Anda anjing itu akan sanggup mengejar kendaraan-kendaraan itu?” Peternak itu menjawab, “Bukan itu yang menggangguku. Yang mengganggu saya adalah apa yang akan dia lakukan jika dia berhasil untuk menangkapnya. ”

Rekan-rekan youth banyak sekali orang dalam kehidupan berperilaku seperti anjing yang mengejar tujuan yang tidak berarti. Mereka membuang energi dan hidupnya sekedar memberikan kesenangan sesaat. Tetapi sebenarnya tidak mencapai apa-apa bahkan bisa menyakiti orang lain. Iblis memiliki cara kerja yang yang demikian, selalu menawarkan kenikmatan sementara bukan proses. Hal yang mudah tanpa ada tanggung jawab dalam hidup ini. Jalan yang dipikirkan adalah tentang kenikmatan kehidupan ini … namun semuanya berujung kepada maut dan keterpisahan dengan Allah. Jalan lebar seperti berbisik tentang janji kepuasan instan, kesenangan sesaat, dan pengakuan dunia. Ini adalah jalan yang paling gampang, tempat kita dapat menuruti keinginan dan mengejar kesuksesan yang dangkal. Tetapi Tuhan Yesus memperingatkan bahwa jalan ini, meskipun awalnya menarik, pada akhirnya mengarah kepada kebinasaan.

Jalan yang sempit memanggil kita kepada sesuatu yang namanya perjuangan. Ini membutuhkan iman, disiplin, dan kemauan untuk berani melawan arus.

Mungkin didalamnya melibatkan pengorbanan, penyangkalan diri, dan menghadapi kritik dari mereka yang memilih cara yang lebih mudah. Tapi di jalan inilah kita menemukan tujuan sejati, kedamaian dan keterhubungan dengan kehendak Bapa.

Rekan-rekan Youth, Efesus 2:10 menyatakan Kita diciptakan Allah untuk tujuan mulia, melakukan hal-hal mulia yang Allah rancangkan bagi kita sebelumnya. Jangan sia-siakan kesempatan itu, karena waktu kita sangat terbatas di bumi ini. Pilihlah jalan yang benar bukan yang gampang. Pilihlah jalan yang benar walaupun harus melewati banyak tantangan dan pergumulan. Karena kita akan menikmati kebahagiaan yang sejati kelak.

Sebuah Hymne dengan judul How Firm a Foundation oleh John Rippon

Ingat, jalan yang sempit mungkin tampak menantang, tetapi dipenuhi dengan batu-batu iman, harapan, dan cinta yang berharga. Di jalan inilah kita menemukan jati diri kita yang sebenarnya dan mengalami kepenuhan hidup yang telah Tuhan janjikan.
Jadi ambil napas dalam, langkahkan kaki ke jalan yang sempit, dan berjalanlah dengan penuh keyakinan, mengetahui bahwa Yesus ada bersama Anda setiap langkah.
Semoga perjalanan Anda dipenuhi dengan cahaya, kasih karunia, dan keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa memilih jalan yang sempit pada akhirnya adalah jalan menuju kebahagiaan dan kepuasan sejati.

Tuhan Yesus memberkati.

YNP – NDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *