Renungan Harian Anak, Kamis 15 Februari 2024
Syalom adik-adik semuanya, tetap semangat dan bersukacita ya.
Matius 5:12, “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.”
Bolehkah kakak bertanya untuk adik-adik semuanya? Kira-kira, disini siapa yang penah dapat undangan? Pasti semuanya pernah kan; dan biasanya undangan yang kita terima itu selalu berkaitan dengan sesuatu yang menyenangkan. Contoh, ketika ada teman yang merayakan ulang tahun di tempat tertentu, pasti dia akan mengundang kita; kita bisa makan makanan yang enak di sana, kita pulang dapet parcel yang isinya snack yang kita suka; di sana juga pasti ada games seru yang menyediakan hadiah yang sangat banyak. Undangan ini selalu berkaitan dengan sesuatu yang menyenangkan.
Nah, Tuhan Yesus juga pernah mengajak orang-orang yang mengikutinya untuk ikut dengan Dia. Dia mengundang semua pendengarnya untuk apa, yaa untuk berbahagia! Bahkan nih ya, Tuhan Yesus mengucapkan kalimat-kalimat yang disebut dengan Ucapan Bahagia.

Adik-adik Elohim Kids, Kita diundang untuk bahagia. Tetapi undangan itu bukan untuk bahagia menurut cara dunia, melainkan bahagia menurut ajaran Tuhan Yesus, Bahagia menurut cara dunia memang berbeda dengan bahagia menurut cara Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk menerima kebahagiaan sejati. Apa itu? Kebahagiaan sejati itu adalah siatuasi di mana kita akan tetap tersenyum dan mengucap syukur walaupun apa yang kita minta dan harapkan tidak bisa tercapai untuk sekarang ini.
Jika demikian, selama ini kira-kira Apa yang membuat adik-adik merasa bersukacita dan bergembira? Banyak orang merasa gembira kalau menerima dan mendapat, seperti saat orang menjadi kaya dan kenyang. Sehingga, saat orang memberi atau sedang lapar dianggap jauh dari kebahagiaan. Anggapan seperti kurang tepat. Tuhan Yesus ketika sedang berkotbah di bukit mengajarkan bahwa kebahagiaan itu menjadi milik semua orang yang berusaha melakukan hal yang benar, yang hatinya murah dan suci, yang membawa damai dan menjauhi yang jahat. Anak-anak Tuhan harus bersukacita bukan karena segala sesuatu mudah, namun karena segala sesuatu dilakukan untuk Tuhan meskipun tidak mudah.
Dari hari ke hari, tahun ke tahun manusia terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan. Kita ingin merasa bahagia. Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencarinya di pantai. Ada yang mencari di tempat yang sunyi ada pula yang mencari di tempat yang ramai, ada yang mencari gelar. Ada banyak hal yang dilakukan manusia untuk menemukan kebahagiaan itu. Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang sederhana untuk hidup berbahagia. Apakah itu? Ya dengan berbuat baik kepada sesama kita! Tapi kayanya gak masuk akal deh, kita berbuat baik bisa bahagia, kita menolong orang lain disebut bahagia, kita memberi sesuatu dari apa yang kita miliki disebut bahagia, padahal kan uang kita bisa berkurang, tenaga kita terkuras, dan kita bisa saja gak punya banyak waktu untuk bersenang-senang.
Jangan kuatir adik-adik, Tuhan Yesus telah menjamin kita semua bahwa apabila kita melakukan kebaikan, upah kita itu tersedia dan sangat melimpah di sorga.
Karena dengan berbuat baik, kita menjadi alat Tuhan untuk memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita.Jadi, kalau adik-adik setiap hari berusaha membantu orang tua, berteman dengan siapapun, memaafkan, berbagi makanan dan bermain bersama semua teman tanpa membeda-bedakan, adik-adik pantas disebut sebagai anak-anak yang berbahagia.
Jangan Lupa Bahagia.
Ayat Hafalan
Matius 5:12, “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.”
Komitmenku hari ini
Jangan lupa untuk berbahagia, jadilah pembawa kebahagiaan dan sukacita bagi sesama.
Amen, Tuhan Yesus Memberkati
RM – RS