Renungan Harian, Selasa 21 Juli 2026
Nas Firman: Lukas 10:42, “Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Syalom bapak ibu, kita hidup di zaman yang sangat sibuk. Kesibukan telah menjadi ukuran keberhasilan. Orang bangga berkata: “Saya lagi sibuk sekali.” “Saya tidak ada waktu.” “Jadwal saya penuh.”
Kesibukan bukan lagi sekadar keadaan, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Ironisnya, banyak orang memiliki waktu untuk media sosial, pekerjaan, hiburan, olahraga, tetapi tidak memiliki waktu untuk Tuhan. Padahal bukan iblis selalu membuat orang jatuh ke dalam dosa besar. Kadang ia hanya membuat orang menjadi terlalu sibuk sehingga perlahan menjauh dari Tuhan. Kesibukan bisa menjadi berhala baru.
Kesibukan Tidak Selalu Berarti Kerohanian
Marta melakukan hal yang baik. Ia melayani Yesus. Tidak ada yang salah dengan melayani.
Masalahnya bukan pekerjaannya. Masalahnya adalah kesibukan membuat hatinya kehilangan damai (Lukas 10:40) “Marta sibuk sekali melayani.” Perhatikan kata sibuk sekali.
Kesibukan membuat Marta menjadi: mudah marah, mudah membandingkan diri, kecewa kepada orang lain, bahkan mulai menyalahkan Tuhan. Ia berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli?”
Kesibukan yang tidak dikendalikan dapat mengubah hati yang melayani menjadi hati yang mengeluh.
Kesibukan Dapat Membuat Kita Kehilangan Yang Terpenting
Maria melakukan sesuatu yang sederhana. Ia duduk di kaki Yesus. Secara manusia itu tampak tidak produktif. Tetapi Yesus berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik.” Dunia berkata: “Lakukan lebih banyak.” Yesus berkata: “Datanglah lebih dekat.” Dunia menghargai aktivitas. Tuhan menghargai hubungan. Pelayanan tanpa hubungan akan menghasilkan kelelahan. Hubungan dengan Tuhan akan menghasilkan pelayanan yang penuh sukacita.
Kisah Nyata: John Wesley
John Wesley, pendiri gerakan Methodis, memiliki jadwal yang luar biasa padat. Selama hidupnya ia berkhotbah puluhan ribu kali, menempuh ratusan ribu kilometer dengan menunggang kuda, dan menulis banyak buku serta surat.
Namun di tengah kesibukannya, ia menjaga disiplin rohani dengan ketat. Ia menyediakan waktu untuk doa, pembacaan Alkitab, dan refleksi setiap hari. Wesley memahami bahwa pelayanannya tidak akan bertahan jika hubungannya dengan Tuhan diabaikan.
Pelayanannya menjadi berdampak bukan hanya karena ia bekerja keras, tetapi karena ia terus memperbarui kekuatannya di hadapan Allah.
Kesibukan tidak menghalanginya untuk mencari Tuhan; justru hubungan dengan Tuhan yang memampukannya menjalani kesibukan.
Kesibukan Tanpa Tuhan Akan Menghasilkan Kekosongan
Markus 8:36 “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
Ada orang sukses, rumah besar, mobil banyak, bisnis berkembang.Tetapi keluarganya hancur.
Anaknya jauh dari Tuhan. Ia sendiri kehilangan damai. Kesibukan bisa membuat kita memperoleh banyak hal tetapi kehilangan hal yang paling berharga.
Yesus Mengajak Kita Berhenti Sejenak
Mazmur 46:11 “Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah.”
Berdiam diri bukan berarti malas. Berdiam berarti memberi ruang agar Tuhan kembali menjadi pusat hidup. Yesus sendiri sering: pergi ke tempat sunyi, berdoa, meninggalkan keramaian, mencari Bapa. Kalau Yesus saja membutuhkan waktu bersama Bapa, apalagi kita.
Kisah Nyata: Seorang Pebisnis yang Kehilangan Arah
Seorang pengusaha menceritakan bahwa selama bertahun-tahun ia bekerja dari pagi hingga larut malam. Perusahaannya berkembang pesat, tetapi hubungannya dengan istri dan anak-anak semakin renggang. Ia hampir tidak pernah hadir dalam momen penting keluarga karena selalu mengejar target berikutnya.
Suatu hari anaknya berkata, “Ayah, kapan kita bisa punya waktu bersama tanpa Ayah memegang telepon?” Kalimat sederhana itu menyadarkannya. Ia mulai mengatur ulang prioritas: menyediakan waktu khusus untuk keluarga dan kembali membangun disiplin doa setiap pagi. Anehnya, ia tidak menjadi kurang berhasil. Justru ia bekerja dengan hati yang lebih tenang, mengambil keputusan dengan lebih bijaksana, dan keluarganya dipulihkan.
Kesibukan memang dapat menghasilkan pencapaian, tetapi hubungan yang dipelihara menghasilkan kehidupan yang utuh.
Penutup
Tuhan tidak pernah meminta kita berhenti bekerja. Tetapi Tuhan menghendaki agar pekerjaan tidak menggantikan hubungan kita dengan-Nya. Maria memilih yang terbaik. Marta memilih yang penting.
Sering kali kita menghabiskan hidup mengejar hal-hal yang penting, tetapi melupakan Pribadi yang paling penting.
Bekerjalah dengan rajin. Layani dengan setia. Berkaryalah dengan maksimal. Namun jangan pernah menjadi begitu sibuk hingga tidak lagi memiliki waktu untuk mengenal Tuhan. Sebab keberhasilan terbesar bukanlah jadwal yang penuh, melainkan hati yang tetap dekat dengan Kristus.
Doa Penutup
Bapa di surga, kami mengaku bahwa sering kali kami begitu sibuk mengejar pekerjaan, pelayanan, dan berbagai urusan hidup sehingga kami melupakan waktu bersama-Mu. Ampunilah kami apabila kesibukan telah menjadi berhala yang mencuri kasih kami kepada-Mu. Ajarlah kami untuk mengatur prioritas dengan benar, sehingga Engkau selalu menjadi yang terutama dalam hidup kami. Berikan hikmat agar kami bekerja dengan rajin, melayani dengan sukacita, mengasihi keluarga dengan tulus, dan tetap setia membangun hubungan yang intim dengan-Mu setiap hari. Kiranya damai sejahtera-Mu memenuhi hati kami, sehingga kami tidak hanya produktif, tetapi juga hidup berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Amin. Terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.
Tuhan Yesus selalu memberkati dalam setiap tugas dan pelayanan nya.
luar biasa terberkati lewat sharing firmannya, kiranya Roh kudus tetap berkuasa atas hidupku sehingga aku boleh menjadi pelaku firman dan menyenangkan hati Tuhan.