Elohim Ministry umum Jangan Membuang Aku

Jangan Membuang Aku



Renungan Harian Rabu, 05 Agustus 2026

Ayat Pokok : Mazmur 27:9,Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!”

Syalom . . . Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus. Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Saya percaya tidak ada seorangpun diantara kita yang suka dengan yang namanya “penolakan”, karena penolakan memicu rasa sakit emosional, rasa tidak berharga dan keraguan diri karena secara alami setiap kita mendambakan penerimaan serta koneksi sosial. Penerimaan menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia sebagai mahluk sosial dimana seseorang butuh untuk diterima dalam suatu kelompok untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, menjadi orang yang “tertolak” sangat menyakitkan dan  menimbulkan luka-luka batin yang teramat dalam.

Contohnya ; Seorang anak yang mengalami penolakan dari orangtuanya pasti hatinya terluka dan luka itu akan terus membekas di sepanjang hidup.  Seorang pemuda atau pemudi yang mengalami penolakan cinta dari sang pacar pasti akan frustasi.  Seseorang menjadi kecewa ketika lamaran kerjanya ditolak oleh perusahaan.  Kita parlu tahu bahwa semua jenis penolakan itu selalu berdampak buruk pada kehidupan orang.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, kata “ditolak” mengandung pengertian yang sama dengan kata “adokimos” dalam bahasa gerika yang artinya “tidak memenuhi standar yang ditetapkan atau gagal dalam menghadapi ujian.” Itulah yang menjadi pergumulan hidup Daud.  Ditolak oleh TUHAN menjadi ketakutan  terbesar Daud, karena pribadi TUHANlah yang menjadi yang terutama dalam hidupnya. Dia tak ingin ditolak apalagi dibuang oleh Tuhan. Oleh sebab itu ketika nabi Natan memperingatkan dia ketika dia berdosa karena perkara batsyeba, istri Uria, dalam penyesalannya dia menaikan doanya kepada TUHAN, Mazmur 51:11 (TB) ” Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!”

Bagi Daud ditolak” Tuhan berarti bencana besar, bahkan pada ayat ke 10 dari Mazmur 27 menuliskan bahwa “sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” Dalam terjemahan Firman Allah Yang Hidup memakai kata “membuang” untuk kata meninggalkan dengan demikian menyatakan hal tersebut bukanlah masalah besar dibandingkan ketika TUHAN menolak atau membuangnya.

Demikian juga bagi kita, janganlah kita mengejar penerimaan manusia bahkan sampai kita mengabaikan TUHAN dan perintah-NYA, kemudian berkompromi dengan dosa. Marilah kita memiliki kerendahan hati dan kepekaan seperti Daud sehingga ketika kita terjatuh dalam dosa dan terbuang dari hadirat-NYA, kita segera bertobat dan kembali kepada Tuhan. Kesadaran bahwa adalah sebuah bencana besar bagi kita jika TUHAN menolak kita akan menolong kita untuk waspada terhadap dosa dan selalu memiliki kerinduan untuk selalu mendekat dan semakin intim dengan DIA.

Alkitab banyak mencatat tentang kehidupan orang-orang yang ditolak Tuhan, yang hidupnya harus berakhir dengan kehancuran.  Orang-orang di zaman Nuh ditolak Tuhan karena kejahatan mereka sehingga Tuhan membinasakan mereka dengan air bah, hanya Nuh sekeluarga yang luput dari bencana itu  (Kejadian 6:5-8). Kemudian penduduk Sodom dan Gomora dibumihanguskan oleh Tuhan dengan api dan belerang, mereka mengalami penolakan dari Tuhan karena kebejatan moral dan dosanya yang besar  (Kejadian 19). Lalu Saul juga ditolak menjadi raja oleh Tuhan karena ketidaktaatannya.

Akibatnya?  “TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.”  (1 Samuel 15:28).

Bapak, ibu dan saudara terkasih… Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh Kristus jangan sampai kita menyia-nyiakan keselamatan itu, melainkan kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar  (Filipi 2:12)  sampai akhir hidup kita.  Ketika banyak orang Kristen yang menyerah di tengah jalan hanya karena tak tahan dengan masalah atau penderitaan yang kita alami di dunia ini, bahkan rela lepaskan kepercayaannya demi dunia, marilah kita semakin bertekun dalam TUHAN.  Jangan sampai kita sebagai orang yang percaya dan pengikut Tuhan, pada akhirnya kita ditolak Tuhan. Karena ditolak oleh Tuhan berarti mengalami kebinasaan kekal!

Kesimpulan

Penolakan dari manusia memang menyakitkan, tetapi penolakan dari Tuhan adalah hal yang jauh lebih serius karena menyangkut kehidupan kekal. Daud memahami bahwa harta, jabatan, bahkan penerimaan manusia tidak ada artinya jika ia kehilangan hadirat Tuhan. Oleh sebab itu, ia berseru, “Janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku.” Sebagai orang yang telah menerima anugerah keselamatan di dalam Kristus, kita dipanggil untuk hidup dalam pertobatan, ketaatan, dan kesetiaan hingga akhir.

Refleksi Renungan

Marilah kita bertanya kepada diri sendiri, apakah selama ini kita lebih sibuk mencari penerimaan manusia daripada hidup berkenan kepada Tuhan? Jangan sampai demi mendapatkan pengakuan, popularitas, atau kenyamanan, kita rela berkompromi dengan dosa dan menjauh dari kehendak Allah. Sebaliknya, marilah kita memiliki hati seperti Daud yang selalu rindu tinggal dekat dengan Tuhan dan segera bertobat ketika jatuh dalam kesalahan. Kita tidak perlu takut akan penolakan manusia, karena kasih dan penerimaan Tuhan jauh lebih berharga daripada segala sesuatu yang ditawarkan dunia.

Hikmat Hari Ini

“Lebih baik ditolak oleh dunia karena setia kepada Tuhan, daripada diterima oleh dunia tetapi kehilangan perkenanan Allah. Hadirat Tuhan adalah harta terbesar bagi setiap orang percaya.”

Doa Merespons Firman Tuhan Hari Ini

Bapa Surgawi, kami bersyukur karena melalui Tuhan Yesus Kristus Engkau telah menerima kami sebagai anak-anak-Mu. Ampunilah kami apabila kami lebih mengejar penerimaan manusia daripada hidup berkenan kepada-Mu. Jagalah hati kami agar tidak berkompromi dengan dosa yang dapat menjauhkan kami dari hadirat-Mu. Berikanlah kami kerendahan hati seperti Daud, yang selalu rindu tinggal dekat dengan-Mu dan segera bertobat ketika jatuh dalam kesalahan. Tolonglah kami untuk tetap setia mengerjakan keselamatan yang telah Engkau anugerahkan, hidup dalam ketaatan, dan bertahan sampai akhir. Kiranya hidup kami senantiasa menyenangkan hati-Mu dan menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati

DS

1 thought on “Jangan Membuang Aku”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *