
Amsal 13:13, “Siapa meremehkan firman ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”
Syalom Bapak Ibu yang terkasih . . .
Saudara-saudara kata “meremehkan” dapat diartikan dengan menganggap tidak berarti. Meremehkan atau menganggap tidak berarti firman Tuhan dapat menimbulkan sikap tidak percaya , atau ragu-ragu dan bahkan menolak firman itu sendiri. Segala sesuatu yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap firman Tuhan pasti berakibat sangat fatal. Itulah sebabnya karena kasih setiaNya kepada manusia maka terlebih dahulu Tuhan memberitahukan segala sesuatu melalui FirmanNya tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Seringkali manusia memilih untuk tidak taat atau melanggar perintah Tuhan sebagai tanda bahwa ia menganggap remeh firmanNya.
contohnya seperti Hawa yang lebih tertarik dan memilih kebohongan si ular untuk memakan buah yang dilarang Tuhan. (Kejadian 2:16-17). Seringkali kita pun bersikap dan berlaku seperti Hawa dalam menanggapi firman Tuhan, dimana kita lebih memilih melakukan apa yang dilarang dan tidak mau melakukan apa yang di kehendakNya.
Kita memilih melakukan sesuatu yang menyenangkan daging kita yang tampak nikmat meski sesaat, padahal hal itu membawa akibat yang sangat mengerikan. Karena tela meremehkan firman Adam dan Hawa harus menanggung akibatnya, yaitu
Kehilangan damai sejahtera dan hidup dalam dosa dan ketakutan, hidup dalam susah payah yaitu dengan kehilangan kepercayaan dari Tuhan, sehingga mereka terusir dari Taman Eden (Kejadian 3).
Karena itu saudara-saudara jangan pernah meremehkan FirmanNya, karena Tuhan tidak bisa dipermainkan melainkan taatilah FirmanNya. Masing-masing akan menerima akibatnya secara adil.
Siapa yang meremehkan dan siapa yang menaati FirmanNYA. Ada konsekuensi dari setipa keputusan yang kita ambil. Sekarang mau pilih yang mana kita ?
Tuhan Yesus memberkati
EW