Elohim Ministry umum Jangan Menganggap Remeh FirmanNYA

Jangan Menganggap Remeh FirmanNYA

Renungan Harian, Sabtu 27 November 2021

Amsal 13:13, “Siapa meremehkan firman ia akan menanggung  akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Syalom Bapak Ibu yang terkasih . . .

Saudara-saudara kata “meremehkan”  dapat diartikan dengan menganggap tidak  berarti.  Meremehkan atau menganggap tidak berarti firman Tuhan dapat menimbulkan sikap tidak percaya , atau ragu-ragu dan bahkan menolak firman itu sendiri. Segala sesuatu yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap firman Tuhan pasti berakibat sangat fatal. Itulah sebabnya  karena kasih setiaNya kepada manusia maka terlebih dahulu Tuhan memberitahukan segala sesuatu  melalui FirmanNya tentang apa yang harus dilakukan dan apa  yang tidak boleh dilakukan.

Seringkali manusia memilih untuk tidak taat atau melanggar perintah Tuhan sebagai tanda bahwa ia menganggap remeh firmanNya.

contohnya  seperti Hawa  yang lebih tertarik dan memilih kebohongan  si ular  untuk memakan buah yang dilarang Tuhan. (Kejadian 2:16-17). Seringkali kita pun  bersikap  dan berlaku  seperti Hawa dalam  menanggapi firman Tuhan, dimana kita  lebih memilih melakukan apa yang dilarang dan tidak mau  melakukan apa yang di kehendakNya.

Kita  memilih  melakukan  sesuatu  yang menyenangkan daging kita yang tampak nikmat meski sesaat, padahal hal itu membawa akibat yang sangat  mengerikan. Karena tela meremehkan firman Adam dan Hawa  harus menanggung  akibatnya, yaitu 

Kehilangan  damai sejahtera dan hidup dalam dosa dan ketakutan, hidup dalam susah payah yaitu dengan kehilangan kepercayaan dari Tuhan, sehingga mereka terusir dari Taman Eden (Kejadian 3).

Karena itu saudara-saudara  jangan pernah meremehkan  FirmanNya, karena Tuhan  tidak  bisa dipermainkan melainkan  taatilah  FirmanNya. Masing-masing akan menerima akibatnya secara adil.

Siapa yang meremehkan dan siapa yang menaati FirmanNYA. Ada konsekuensi dari setipa keputusan yang kita ambil. Sekarang mau pilih yang mana kita ?

Tuhan Yesus memberkati

EW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *