Renungan Harian Rabu, 13 Agustus 2025
Ayat Pokok : Amsal 19:17 “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.”
Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam TUHAN Yesus Kristus. Suatu hari Bryan Anderson pulang kerja larut malam. Ketika di perjalanan, ia melihat seorang ibu dengan mobilnya berhenti di pinggir jalan dengan salah satu bannya kempis, Bryanpun segera berhenti untuk menolongnya. Setelah selesai, si ibu bertanya ; Berapa saya harus membayar anda? “Tidak usah ibu, jika nanti atau entah kapan ada orang yang memerlukan pertolongan ibu, tolonglah dia saja.” jawab Bryan. Ibu itupun melanjutkan perjalanan dan mampir di sebuah Kedai. Ia di layani seorang Perempuan yang sedang hamil. Ibu itu lalu menyelipkan beberapa lembar uang sebagai tips untuk si pelayan itu, ternyata pelayan itu adalah Isteri Bryan.
Jika melihat cerita ini seolah semua terjadi secara kebetulan, namun dalam kekristenan kita tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi ada dalam kendali Allah yang berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi di dunia termasuk yang terjadi atas hidup manusia. Kisah diatas sedang menceritakan bahwa kebaikan yang di kerjakan dengan kasih, ketulusan dan kepedulian tanpa mengharapkan imbalan, kebaikan tersebut dalam pengaturan TUHAN kembali kepada orang yang telah melakukan kebaikan tersebut. Seperti yang penulis Amsal katakan ; “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.”
Kepada anak rohaninya Paulus melalui suratnya berpesan agar Timotius menasehati jemaat demikian ; “Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.” [1 Timotius 6:18-19]
Ternyata kebaikan yang di kerjakan seseorang akan kembali kepada orang itu sendiri walau kadang melalui orang yang berbeda. Namun kita juga harus waspada dan menjaga hati kita dari motivasi mengerjakan kebaikan karena mengharapkan kebaikan juga akan terjadi dalam hidup kita, kita harus mengerjakan kebaikan dengan kasih yang tulus, karena untuk itulah tujuan panggilan TUHAN atas hidup kita.
Ketika kebaikan dikerjakan dengan motivasi kasih yang tulus maka kita tidak akan jemu untuk mengerjakannya seperti apa yang Rasul Paulus katakan dalam Galatia 6: 9-10a; “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang.”
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. TUHAN Yesus, junjungan kita telah memberikan teladan yang nyata bagi kita yang mana hal tersebut disaksikan oleh para murid yang mengatakan demikian dalam kitab Kisah Para Rasul 10:38 (TB) “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”
Dengan penuh kasih Yesus memberitakan kabar baik yang diikuti dengan berbuat baik selama 3,5 tahun pelayanan-NYa di dunia. Oleh sebab itu Rasul Paulus dalam 1 Korintus 16:14 berkata; “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam Kasih.” Dalam terjemahan Firman Allah Yang Hidup ayat teraebut berbunyi demikian; ” Apa pun yang Saudara lakukan, lakukanlah dengan kebaikan dan kasih!” (FAYH)
Sebagai jemaat TUHAN, marilah setiap kita menjadikan kasih sebagai dasar dari setiap perbuatan baik kita, entah perbuatan baik kita itu akan kembali kepada kita atau tidak. Kasihlah yang memberikan kekuatan kepada kita sehingga kita tidak menjadi lelah dan kecewa, dan oleh Anugerah TUHAN kita menikmati berkat yang TUHAN telah sediakan bagi kita. Kolose 3:24 berkata; “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Terjemahan Firman Allah Yang Hidup menuliskan; “Ingat bahwa yang akan mengupahi Saudara ialah Tuhan Yesus Kristus, yang akan memberi bagian Saudara sepenuhnya dari segala yang dimiliki-Nya. Bagi Dialah sesungguhnya Saudara bekerja.”
Kebaikan yang dilakukan dengan motivasi kasih membuat kita tidak mudah lelah atau kecewa, walaupun kebaikan itu tidak selalu langsung kembali kepada kita. Yesus sendiri memberi teladan dengan berbuat baik sepanjang pelayanan-Nya, sehingga Paulus mendorong jemaat untuk melakukan segala sesuatu dalam kasih.
Hikmat hari ini : Jadikan kasih sebagai dasar dari setiap tindakan, kebaikan bukanlah sekadar perbuatan, melainkan wujud nyata dari iman dan kasih yang hidup di dalam diri kita.
Amin. Tuhan Memberkati
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan