Elohim Ministry youth KASIH YANG MEMBASUH KAKI

KASIH YANG MEMBASUH KAKI



Renungan Harian Youth, Selasa 15 April 2025
Yohanes 13:4-5 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Beberapa hari lagi, kita akan memperingati masa raya paskah yang kita kenal dengan karya yang luar biasa yang Allah kerjakan bagi semua umat manusia. Tuhan Yesus datang ke dunia dengan rencana besar Allah yang akan dikerjakan dengan cara melewati salib dan mengalami penderitaan yang harusnya dialami atau menjadi hukuman bagi setiap manusia yang berdosa. Yesus telah mengetahui semua yang akan dilewatinya itu, karena

Dia tahu bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Injil Matius pasal 26 juga menyatakan bahwa Tuhan Yesus mengetahui murid-murid-Nya akan meninggalkan Dia. Akan ada seorang murid yang akan menghianati-Nya; Tuhan Yesus bahkan sudah tahu bahwa Simon Petrus akan menyangkali Dia tiga kali sebelum ayam berkokok.
Rekan-rekan youth, Ketika mereka sedang makan bersama, Yesus bangun dari tempat duduk-Nya dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah wadah, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya. Ia lalu mengeringkan kaki murid-murid itu dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Peristiwa ini sangat penting dan memberi teladan yang sangat berharga bagi murid murid-Nya pada waktu itu, dan kepada kita sekalian masa kini.

Mengapa Tuhan Yesus melakukan hal itu? Tuhan Yesus melakukan-Nya sebab Dia mengasihi murid-murid-Nya. “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya”
membasuh kaki adalah kebiasaan umum di Israel pada zaman Yesus. Berikut beberapa alasan mengapa hal ini dilakukan:

  1. Jalan Tanah dan Debu: Pada zaman itu, jalan-jalan di Israel adalah jalan tanah yang berdebu. Ketika orang berjalan, kaki mereka menjadi kotor dan berdebu.
  2. Sepatu Terbuka: Orang-orang pada zaman itu mengenakan sandal atau sepatu terbuka yang tidak melindungi kaki dari debu dan kotoran.
  3. Tanda Keramahan: Membasuh kaki adalah tanda keramahan dan penghormatan kepada tamu. Tuan rumah biasanya menyediakan air dan pelayan untuk membasuh kaki tamu sebagai tanda selamat datang.
    Perbuatan ini memang sangat baik dan mulia, tetapi bagaimana jika yang melakukannya adalah Tuhan Yesus, yang dipanggil Guru oleh mereka dan yang telah menyatakan banyak mujizat kepada mereka?

Kasih adalah dasar utama pelayanan Yesus. Yesus datang ke dalam dunia ini karena kasih.

Banyak penafsir menganggap bahwa pembasuhan kaki yang dilakukan Kristus ini merupakan gambaran keseluruhan tugas-Nya. Kristus tahu bahwa Dia setara dengan Allah dan segala sesuatu adalah kepunyaan-Nya, akan tetapi Dia bangkit dari takhta-Nya yang penuh kemuliaan, menanggalkan jubah-Nya yang penuh cahaya, lalu mengambil rupa sebagai seorang hamba. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, menumpahkan darah-Nya, memberikan nyawa-Nya dan dengan begitu Ia mempersiapkan bejana pembasuhan untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita (Why. 1:5).
Mari kita lihat betapa besar kasih yang Tuhan tunjukkan dalam momen ini menurut Yohanes 13 saat Tuhan Yesus membasuh kaki murid-muridNya.

Yesus tahu salib menanti, tapi Ia tetap mengasihi.
Dalam teks yang kita baca, dikatakan bawa Tuhan Yesus bangun dari tempat duduk-Nya, Dia membuka jubah-Nya, mengambil air dan menghampiri murid-murid-Nya lalu berlutut di depan kaki murid murid itu lalu membasuhnya. Semuanya menyatakan kerelaan hati untuk merendahkan diri.
“…Ia mengasihi mereka sampai pada kesudahannya.” (Yoh 13:1)
Kasih-Nya selalu tetap. Dia mengasihi dengan kasih yang kekal (Yer. 31:3), kekal dalam segala rancangan-Nya sampai pada keberlangsungannya. Tidak ada satu hal pun yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus. Dia mengasihi orang-orang kepunyaan-Nya, eis telos — dengan cara yang sempurna, sebab Ia akan menyempurnakan segala yang baik bagi mereka dan akan membawa mereka ke dunia di mana terdapat kasih yang sempurna.
Betapa indah dan sempurna kasih Tuhan kita; tulus, apa adanya dan Ia mengasihi mereka…..

Yesus membasuh semua kaki—termasuk Yudas. Dia mengetahui bahwa Yudas Iskariot akan menghianati Dia dengan jalan menyerahkan Dia kepada para imam Yahudi.
Dengan menyinggung Yudas: Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua (ay. 10-11). Dia menyatakan bahwa murid-murid-Nya bersih, bersih karena firman yang telah Ia katakan kepada mereka (15:3). Dia sendiri membasuh mereka dan berkata, kamu sudah bersih. Tetapi Kristus membuat perkecualian bagi Yudas: tidak semua. Mereka semua memang telah dibaptis, termasuk Yudas, tetapi tidak semua bersih.
Kita tahu bahwa Yudas mwnghianati Yesus dan menjual Yesus. Tetapi inilah kebesaran dan kekayaan dari kasih Yesus.
Kasih sejati tidak menunggu orang jadi sempurna.

Tuhan jadi hamba, Guru jadi pelayan. Tuhan Yesus melakukan pembasuhan kaki tersebut karena Dia juga ingin agar murid-murid-Nya rela melayani dengan kerendahan hati. Mencuci kaki adalah tugas dari seorang hamba yang paling rendah kedudukannya. Kristus membasuh kaki murid-murid-Nya untuk memberi teladan mengenai kerendahan hati-Nya yang luar biasa. Ia menunjukkan betapa Dia rela merendahkan diri-Nya dan membiarkan seluruh dunia tahu betapa rendahnya Dia mau membungkuk demi untuk mengasihi orang-orang kepunyaan-Nya.
Kasih terbesar lahir dari kerendahan hati terdalam.

“Yesus berkata: Aku telah memberi contoh—lakukanlah juga.”
Yesus adalah teladan kerendah-hatian terbesar.
Orang-orang yang hendak menjadi serupa dengan Kristus dan turut ambil bagian dalam Roh-Nya, harus terus belajar untuk merendahkan hati mereka di tengah-tengah kemuliaan yang mereka capai. Untuk menunjukkan kerendahan hati-Nya, kini Ia membasuh kaki murid-murid-Nya

    Dengan apa yang Yesus lakukan bagi para murid-Nya, kita memahami bahwa Kita tidak dipanggil hanya untuk dikasihi, tapi juga untuk mengasihi. Karena Yesus tidak hanya membasuh kaki—Dia membasuh hati.
    Amin, Tuhan Yesus Memberkati

    RM – DOT

    Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
    Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
    Kirim ke 0895-1740-1800
    Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *