Elohim Ministry youth Kecil Berdampak Besar

Kecil Berdampak Besar



Renungan Harian Youth, Sabtu, 12 September 2026

Ayat pokok      : Yakobus 3 : 1-12

Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.

Coba bayangkan jika ada seseorang mengirimkan sebuah chat,”kok kamu sekarang berubah?” Otomatis orang yang membaca chat tersebut bisa berpikir macam-macam. “Mungkin kah dia marah?” “Aku salah apa?” “Jangan-jangan semua orang tidak suka aku.”

Bagi yang menulis chat mungkin cuma bercanda atau merasa biasa saja, tetapi bagi yang menerima, kata-kata itu bisa terus teringat. Itulah kekuatan perkataan. Yakobus menuliskan suratnya kepada jemaat yang mungkin hobinya berantem, saling menghakimi, pinter ngomongin Firman, tetapi kelakuan gak sama. Dan Yakobus saat ini juga mengingatkan kita bahwa lidah itu kecil tetapi memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan.

Dalam Yakobus 3:1-12 tersebut, memberikan gambaran tentang lidah :

1. Lidah seperti kemudi kapal (ayat 4)
Kita mungkin pernah mendengar tentang kapal titanic, kapal yang berukuran besar, tetapi ketika bergerak, ditentukan sama kemudi yang kecil dibelakang.  Demikian hidup kita, walau sebesar apapun perencanaan kita kedepannya, arahnya ditentukan oleh perkataan.

2. Lidah itu seperti api kecil (ayat 5-6)
Satu puntung rokok saja bisa membakar hutan yang besar. Satu komen di tiktok/ Instagram/media sosial lainnya, bisa membuat orang stress berminggu-minggu. Satu gosip di grup kelas, bahkan bisa merusak persahabatan. Seperti api yang kecil bisa membakar hutan yang besar demikian omongan kita dapat berdampak yang besar.

3. Lidah seperti binatang buas (ayat 7-8)
Singa bisa dijinakkan manusia, ular bisa dijinakkan juga, harimau bisa dilatih. Tetapi lidah manusia? Gak ada manusia bisa menjinakkan lidahnya dengan kekuatan sendiri. Butuh Tuhan dan Roh Kudus untuk dapat mengendalikan lidah manusia.

    Ketika kita mengetahui Gambaran-gambaran mengenai lidah atau perkataan yang digambarkan oleh Yakobus ini, maka Yakobus mengingatkan kita agar kita berhati-hati menggunakan lidah/ perkataan kita.

    Kebenaran tentang lidah yang harus kita ketahui adalah :

    1. Lidah menunjukkan isi hati (ayat 9-12)
    “Dengan lidah kita memuji Tuhan, dan dengan lidah yang sama kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut gambar Allah. Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini tidak boleh terjadi” – hal ini paling dikecam oleh Yakobus. Contohnya, hari minggu kita katakana Tuhan Yesus baik, tetapi dihari yang lain, nge-hujat, ngomong kasar, gossip dan lain-lain. Firman Tuhan mengingatkan, bahwa tidak bisa demikian. Masa dari satu sumber keluar 2 mata air yang berbeda? Tidak boleh terjadi demikian.

    2. Lidah menentukan arah hidup (ayat 2-4)
    Di ayat 2, mengatakan,”barangsiapa tidak bersalah dalam perkataan, ia adalah orang yang sempurna.” Artinya, kedewasaan Rohani bukan diukur dari seberapa keras kita nangis waktu menyembah Tuhan, tetapi sebrapa bis akita menjaga mulut, terutama saat emosi. Arah ditentukan denga napa yang kita ucapin setiap hari.

    3. Lidah tidak bisa dijinakkan sendiri (ayat 8)
    Lidah tidak bisa dijinakkan oleh apapun, lidah Cuma bisa dijinakkan oleh Firman dan Roh Kudus. Seperti ayat yang tertulis,”tidak seorangpun yang berkuasa menjinakan lidah.”. Caranya bukan kita tidak berbicara, melainkan mengisi hati kita dengan Firman Tuhan, pujian dan doa. Apa yang kita masukkan ke dalam hati kita, otomatis itu yang kita keluarkan melalui mulut kita.

      Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, Mari cek setiap perkataan mulut kita, apakah lebih banyak membangun atau merugikan orang lain seperti gossip, gibah, ngeluh atau toxic? Coba cek apa yang kita masukkan ke hati kita, apakah firman Tuhan, hal-hal yang baik, atau sebaliknya? Seperti kata Firman Tuhan dalam Amsal 18:21,”Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Tuhan memberikan kepada kita pilihan, dari mulut yang sama, kita mau jadi saluran berkat atau saluran kutuk? Mulai hari ini, mari ucapkan perkataan-perkataan yang membangun dan jadi berkat.

      “Kind word’s can be short and easy to speak, but their echoes are truly endless.” – Mother Theresa

      REFLEKSI

      Kita perlu memeriksa kembali perkataan yang setiap hari keluar dari mulut kita. Apakah perkataan kita lebih sering membangun atau justru melukai? Apakah kita mudah mengeluh, bergosip, berkata kasar, menyindir, atau menuliskan komentar yang menyakiti orang lain? Kita juga perlu memeriksa apa yang sedang kita masukkan ke dalam hati, karena apa yang memenuhi hati kita akan memengaruhi perkataan kita. Mari kita membiarkan Firman Tuhan, doa, dan hal-hal yang baik memenuhi hati kita, sehingga perkataan kita menjadi saluran berkat. Kita mungkin tidak dapat menarik kembali setiap perkataan yang sudah terucap, tetapi kita dapat mulai memilih perkataan yang benar, membangun, dan menyenangkan hati Tuhan.

      HIKMAT HARI INI

      Lidah memang kecil, tetapi perkataan kita dapat membawa dampak yang besar. Karena itu, biarlah Roh Kudus memakai lidah kita untuk membangun, bukan melukai.

      DOA MERESPONI FIRMAN TUHAN HARI INI

      Tuhan Yesus, terima kasih untuk Firman-Mu yang mengingatkan kami tentang pentingnya menjaga perkataan. Ampuni kami ketika melalui perkataan kami pernah menyakiti, merendahkan, menghakimi, bergosip, atau mengecewakan orang lain. Tolong kami untuk menjaga hati dan mengisinya dengan Firman-Mu, sehingga yang keluar dari mulut kami adalah perkataan yang benar, baik, membangun, dan menjadi berkat. Berikan kami penguasaan diri ketika sedang marah atau kecewa dan ajarlah kami menggunakan lidah untuk menguatkan, menyembuhkan, dan membawa kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

      Tuhan memberkati.

      MW-AdS

      ELOHIM YOUTH CELEBRATION ✨🔥

      🔥✨ ELOHIM YOUTH CELEBRATION ✨🔥

      📅 Sabtu, 12 September 2026 | 🕔 Jam 17.00 WIB
      📍 GPdI Elohim Batu –  Jl. Diponegoro No. 125, Batu

      🎯 Tema:WALK WITH GOD
      “Berjalan Bersama Tuhan, Setiap Hari.”

      Pernah kepikiran nggak…
      👉 Apakah Tuhan benar-benar hadir dalam setiap bagian hidup kita?
      👉 Kalau kita sadar Tuhan selalu bersama kita, apakah pilihan kita akan berbeda?

      Walk with God bukan cuma tentang tahu bahwa Tuhan ada.
      Tapi tentang sadar bahwa Tuhan hadir, lalu memilih untuk mengikuti langkah-Nya setiap hari. 👣

      🔥 Yuk belajar menjalani hidup dengan kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan!

      Walk with God.
      👣 Bukan hanya tahu jalan-Nya.
      ❤️ Tapi memilih berjalan bersama-Nya.

      Ajak temanmu dan jangan datang sendirian!
      🔥 COME & WALK WITH GOD!

      See you, Youth! ❤️‍🔥

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *