Renungan Harian, Sabtu 06 Mei 2023
Nats: Mazmur 37: 23-24, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya ; apabila jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tanganNya”.
Syalom Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Saudara-saudara sekalian tidak ada seorangpun yang menginginkan kegagalan di dalam perjalanan hidupnya. Kegagalan adalah keadaan atau kondisi tidak memenuhi tujuan yang diinginkannya atau dimaksudkan, dan dapat dilihat sebagai kebalikan dari kesuksesan.
Kita akan menyimak lebih lanjut apa yang tertulis dalam Mazmur 37:23-24, antara lain:
1. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang (ay. 23a).
Banyak kehidupan diberkati dengan keberhasilan oleh sebab Tuhan turut campur dan berdaulat menuntun langkah-langkah hidupnya seperti dialami oleh Nuh, Abraham, Yusuf dll.
Peringatan, bila kita bertindak menurut kemauan dan pandangan mata sendiri dan menetapkan langkah-langkah hidup tanpa bertanya kepada Tuhan, kita akan mengalami kegagalan total seperti telah dialami oleh Lot, keponakan Abraham. Sesungguhnya pengikutan anak-anak Tuhan harus berani menyangkal diri dengan tidak menuruti kehendak diri sendiri tetapi menuruti kehendak-Nya.
2. Orang yang hidup berkenan kepada-Nya (ay. 23b)
‘berkenan’ berarti merasa senang (suka, sudi, setuju) dan dengan segala senang hati
Bila kita dapat menyenangkan/menyukakan hati Tuhan, Ia akan menetapkan langkah-langkah hidup kita menuju keberhasilan. Perhatikan, kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya pasti dikasihi-Nya; demikian pula sebaliknya, orang yang dikasihi Tuhan pasti hidup berkenan bagi-Nya. Contoh: begitu Yesus keluar dari air setelah dibaptis terdengarlah suara dari Surga yang mengatakan, “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”. Nuh juga hidup berkenan di hadapan Allah (hidup benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya, dia hidup bergaul dengan-Nya) sehingga dia mendapat kasih karunia di mata Allah.
3. Apabila dia (orang yang berkenan) jatuh, tidaklah ia sampai tergeletak (ay 24a).
Seseorang dapat saja jatuh sebab tersandung, terpeleset atau menabrak sesuatu karena tidak hati-hati atau tidak berjaga-jaga. Kita pasti pernah jatuh entah di jalan, di rumah, di kantor dll.; jatuh (secara fisik) saat berjalan atau berkendaraan dapat berakibat
Hanya Tuhan yang sanggup menolong kita bangkit dari segala kejatuhan dan kegagalan kita dalam studi, usaha, pekerjaan, hidup nikah dan rumah tangga. Sesungguhnya Tuhan mengizinkan pengalaman kejatuhan dan kegagalan terjadi demi kebaikan kita namun bagi orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak “Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah dan luruskanlah jalan bagi kakimu sehingga yang pincang jangan terpelecok tetapi menjadi sembuh.”
Pengalaman pemazmur juga berlaku bagi kehidupan yang berkenan kepada Tuhan dan janji pemeliharaan-Nya tetap berlaku dahulu, sekarang dan selama-nya.
Hendaknya langkah-langkah hidup kita diperkenan Allah dengan melakukan yang baik, menjauhi yang jahat serta senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap peren-canaan hidup dan cita-cita yang akan kita lakukan. Selain itu kita juga mempercayakan diri dalam pemeliharaan Tuhan dan setia hidup digembalakan maka hidup kita akan berhasil bersama-Nya
Salomo berkata ” Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri “. ( Amsal 3 : 5). ” Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”
Tuhan memberkati….
EW