Renungan Harian Anak, Selasa 24 Oktober 2023
Syalom adik-adik elohim kids. Semua dalam keadaan sehat ya. Hari ini kita mau sama-sama merenungkan firman Tuhan tentang hidup yang berbuah. Kita belajar dari kisah perjalanan hidup Yusuf yang berbuah dan menjadi berkat.
Yusuf adalah salah satu tokoh Alkitab yang kisah hidupnya sangat inspiratif. Yusuf adalah seorang anak yang dicintai oleh ayahnya, Yakub. Namun, Yusuf tidak dicintai oleh saudara-saudaranya. Mereka bahkan menjual Yusuf sebagai budak ke Mesir.
Pada suatu hari Yusuf tiba di mesir. Dia di bawa ke pasar dan di tawarkan sebagai budak. Tetapi hatinya masih sedih bukan karena kejahatan kakak-kakaknya, tapi karena rindu pada yakub, ayahnya yang telah tua dan adiknya benyamin yang masih kecil. Tiba-tiba seorang pedagang menariknya dan berkata sekarang kamu milik tuan ini dan pergilah. Yusuf di beli oleh potifar pegawai istana firaun. Yusuf sadar, hidupnya kini berbeda. Ia bukan lagi anak kesayangan ayahnya, tetapi seoramg budak di negeri asing. Namun entah kenapa hatinya tetap tenang ia tahu bahwa Tuhan menyertainya. Di rumah potifar Yusuf disukai semua orang. Ia tampan, rajin, baik hati, sopan, dan bertanggung jawab. Potifar juga sudah mengamati Yusuf dan senang dengan hasil pekerjaannya.
Saat Yusuf dijual oles saudara-saudaranya ia berumur tujuh belas tahun, Yusuf masih sangat mudah tapi dia bekerja dengan sangat baik, dan saat itu potifar bertanya kepada Yusuf ketika aku berikan kamu pekerjaan yang lebih berat lagi apakah kamu mampu? Lalu jawab Yusuf, Tuhan saya yang buat saya berhasil. Sekarang pun Tuhan akan memampukan saya. Potifar senang dengan jawaban Yusuf , sejak itu Yusuf menjadi orang kepercayaan potifar. Ia mengurus semua pekerja, harta, ladang, keuangan, bahkan sampai kepada rumah potifar.

Nah adik-adik kita sudah melihat contoh bagaimana perjalanan kehidupan Yusuf yang sangat dipakai Tuhan luar biasa dan Tuhan selalu menyertai Yusuf walaupun awalnya Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya tetapi ia diangkat oleh Tuhan dan hidupnya berbuah baik. Kisah Yusuf mengajarkan kita tentang pentingnya hidup yang berbuah. Hidup yang berbuah adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain. Hidup yang berbuah adalah hidup yang selalu setia kepada Tuhan.
Kita bisa belajar buah-buah kehidupan Yusuf
1. Iman dan Kesetiaan, Yusuf selalu percaya pada Allah dan tidak pernah berhenti percaya pada-Nya, bahkan saat dia mengalami kesulitan.
2. Kesabaran dan Ketekunan Yusuf menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya, tapi dia tidak pernah menyerah. Dia selalu mau untuk berusaha dan berusaha keras.
Begitu juga dengan kita adik-adik kita harus hidup berbuah lewat tingkah laku kita, perbuatan kita bahkan kita harus membawa teladan bagi orang lain dan selalu menyenangkan hati Tuhan. Inilah kehidupan yang berbuah untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Ayat hafalan:
Yohanes 15:8 “dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridku”.
Komitmenku hari ini
Aku mau berbuah bagi Tuhan, kehidupanku untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi kebaikan orang lain.
Tuhan Yesus memberkati
ID – KCP