Elohim Ministry anak “KEMBALI KEPADA KASIH BAPA”

“KEMBALI KEPADA KASIH BAPA”



Renungan Harian Anak, Senin 31 Maret 2025

Shalom, Adik-Adik Elohim Kids! Siapa di sini yang pernah mendengar kata MUDIK? Wah, pasti kalian sering mendengar istilah ini, ya! Mudik adalah saat seseorang pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, melepas rindu, dan berkumpul bersama orang-orang yang dikasihi. Saat mudik, biasanya orang-orang bersukacita karena bisa kembali ke rumah dan bertemu orang tua serta sanak saudara. Tapi tahukah adik-adik? Dalam Alkitab, ada juga cerita tentang seseorang yang “mudik” atau kembali pulang. Namun, kepulangannya bukan sekadar untuk bertemu keluarga, melainkan karena ia telah menyadari kesalahannya dan ingin kembali kepada kasih Bapanya. Kisah ini adalah Perumpamaan Anak yang Hilang dalam Lukas 15:11-32.

Suatu hari, Tuhan Yesus menceritakan kisah tentang seorang bapa yang memiliki dua anak laki-laki.

Si Bungsu: Anak yang Egois dan Boros, Adik bungsu meminta warisan dari ayahnya sebelum ayahnya meninggal. Bayangkan, biasanya warisan diberikan setelah orang tua meninggal, tetapi si bungsu ingin menikmati kekayaan itu lebih dulu. Ia menerima warisan dan pergi jauh dari rumahnya. Ia menghabiskan semua uangnya dengan hidup foya-foya. Ketika uangnya habis, ia menjadi sangat miskin dan kelaparan. Bahkan, ia harus bekerja mengurus babi, pekerjaan yang dianggap rendah pada zaman itu. Ia sampai ingin makan makanan babi karena kelaparan! Saat itulah, ia sadar akan kesalahannya. Ia berpikir, “Lebih baik aku kembali ke rumah ayahku. Di rumah ayah, para pekerja pun punya makanan. Aku akan meminta maaf dan berharap ayah menerimaku kembali.”

Bapa: Sosok yang Penuh Kasih dan Pengampunan, Saat si bungsu pulang ke rumah, ayahnya sudah menunggunya dari kejauhan. Apakah ayahnya marah? Tidak!  Apakah ayahnya menghukum si bungsu? Tidak!, Ketika melihat anaknya kembali, ayahnya berlari menghampirinya, memeluknya, dan menerimanya dengan penuh kasih. Si bungsu meminta maaf, tetapi ayahnya tidak marah sama sekali. Justru, ia menyuruh pelayan untuk memberikan pakaian terbaik, cincin, dan mengadakan pesta karena anaknya yang hilang telah kembali! Apa yang bisa kita pelajari? Tuhan adalah seperti bapa dalam cerita ini. Ia selalu menunggu kita untuk kembali kepada-Nya.

Si Sulung: Kakak yang Iri dan Marah, Ketika si sulung melihat ayahnya merayakan kepulangan adiknya, ia merasa marah dan iri. “Kenapa ayah menyambut dia dengan pesta? Padahal aku selalu patuh, tapi aku tidak pernah dibuatkan pesta seperti ini!”Tapi, sang ayah berkata, “Nak, kamu selalu bersamaku, dan semua milikku adalah milikmu. Tetapi adikmu ini tadinya hilang, sekarang sudah kembali. Itu sebabnya kita harus bersukacita!”

Apa yang bisa kita pelajari? Kadang, kita juga bisa merasa iri hati terhadap orang lain. Tapi Tuhan ingin kita bersyukur atas segala yang kita miliki dan ikut bersukacita saat orang lain mengalami kebaikan Tuhan.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Ini?

Kita harus berhati-hati agar tidak menjadi seperti si bungsu yang boros atau si sulung yang iri hati.

Mari Kembali kepada Tuhan dengan Prinsip M.U.D.I.K!

💖 M – Menyatu dengan Tuhan
🙏 U – Ungkapan Syukur
📖 D – Doa yang Terus Menerus
🛡 I – Iman yang Kuat
❤️ K – Kasih yang Tulus

Adik-adik, Tuhan selalu menunggu kita untuk kembali kepada-Nya. Meskipun kita pernah berbuat salah, kasih-Nya tidak pernah berubah! Jangan seperti si bungsu yang boros dan tidak bijaksana.
Jangan seperti si sulung yang iri hati. Tetapi, mari kita menjadi anak yang hidup dalam kasih Tuhan, bersyukur, dan memiliki hati yang penuh pengampunan.

📖 Ayat Hafalan:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Matius 22:37)

Komitmenku hari ini

🎶 Tetap semangat dan ingat! Tuhan Yesus selalu mengasihi kita! 💖 Selamat menikmati hari libur kalian, tetap sehat dan semangat ya

Tuhan Yesus memberkati! 😊✨

Elkids 300325 – SP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *