Renungan Harian Youth, Senin, 31 Maret 2025
Selayakknya tumbuhan yang selalu tumbuh untuk menghasilkan buah dan manfaat demikian juga seharusnya kehidupan manusia. Bertumbuh dan berbuah adalah tanda adanya kehidupan maka MANUSIA harus TERUS BERTUMBUH bahkan secara holistik (tubuh, jiwa dan Roh),
Matius mengatakan bahwa Yesus memberikan perumpamaan-Nya sebagai pengajaran yang sangat limpah bagi mereka yang diberikan anugerah memahami artinya (ay. 11-12). Perumpamaan Yesus berbicara tentang hal sehari-hari yang diketahui orang Yahudi pada zaman itu. Setiap orang yang mendengar tahu apa yang Yesus sedang bicarakan. Tetapi apa yang Dia bicarakan itu ternyata berkait dengan pengertian tentang Kerajaan Allah. Mereka yang melihat kelimpahan pengajaran tentang Kerajaan Allah di dalam contoh sehari-hari inilah orang-orang yang berbahagia karena diberikan kelimpahan.
Allah juga ingin benih sabda-Nya jatuh di hati kita yang subur dan berbuah banyak.
Untuk bertumbuh dan berbuah hal mendasar yang harus kita lakukan adalah :
1. Menyiapkan tanah hati kita untuk ditaburi benih.
Benih yang ditabur berbicara tentang kebenaran Firman Tuhan, nasehat orang tua, saudara, guru, pembina, pengajaran tentang ilmu pengetahuan, nilai moral dan etika, dsb.
Pertanyaannya adalah Bagaimana respon hati kita ketika menerima benih itu? Perumpamaan seorang penabur dalam Matius 13: 18 -23
- Tanah di pinggir jalan adalah tanah yang keras, sama seperti hati yang tidak menerima Firman Tuhan, sehingga dengan mudah diambil oleh iblis
- Tanah Berbatu-batu, Hati yang menerima firman dengan sukacita tetapi tidak memiliki akar yang kuat, sehingga ketika datang pencobaan, iman mereka goyah.
- Tanah Bersemak Duri, Hati yang terhimpit oleh kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga firman Tuhan tidak bisa berbuah.
- Tanah yang Baik, Hati yang mendengar firman dan mengerti, sehingga menghasilkan buah yang banyak. Ada seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat.
JADI bagaimana keadaan hati kita? jika tanah hati kita ternyata masih belum menjadi tanah yang baik, lalu harus bagaimana? Buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut Firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. (Yakobus 1:21)
a. Buang semua yang kotor, jahat dan salah dalam hidup, apa saja itu? (Galatia 5: 19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.),
b. rendahkan hati, lembutkan hati untuk menerima dan mendengar Firman Tuhan, nasehat orang tua, saudara, guru, pembina, pengajaran tentang ilmu pengetahuan, nilai moral dan etika, dsb, akan ada pembaharuan budi yang Tuhan kerjakan karena Firman Tuhan mampu mengubah hidupmu.
2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2. Pelihara dengan konsisten
Amsal 4: 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Tanah yang baik pun kalau tidak konsisten disiram, diberi pupuk akan jadi kering dan kehilangan zat-zat hara, begitupun sebaliknya tanah yang awalnya kurang baik jika konsisten kita pelihara, ditambah sekam, dicampur pupuk kompos, ditambah arang sekam, disiram bisa jadi tanah yang baik. Sama seperti tanah hati kita, kalau tidak rajin membuang hal-hal yang jahat, menyirami dengan Firman Tuhan dan memupuknya dengan hubungan karib bersama Tuhan lama-lama hidup kita akan terasa kering, hampa, kosong, semua yang dilakukan tidak dapat memuaskan hati, semua yang dilakukan terasa sia-sia dan tak bermakna, jika tidak segera sadar kita akan jadi semakin seenaknya sendiri, hidup untuk memuaskan kepentingan dan kesenangan pribadi.
Dalam proses tumbuh akan selalu ada tantangan, entah hujan yang mengakibatkan benihnya terlempar dari wadah, ya cari dan masukin lagi benihnya, akar yang kurang dalam, ya tambah tanahnya, atau ada ulatnya ya buang ulatnya semprot air bawang, banyak gulma ya cabut gulma nya, upayakan segala yang bisa dilakukan agar tetap tumbuh bersama Tuhan, jangan diem saja “yang penting tumbuh”, tapi TUMBUHLAH DENGAN KUALITAS.
Bukan hanya tanah yang perlu dipelihara, tapi juga benihnya, gimana caranya?
- Renungkan Firman Tuhan, biar Firman Itu menjadi dasar dan pusat kehidupan, mengakar kuat dalam iman 🡪 Roma 10: 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
maka renungankanlah Firman itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1: 2-3) - Bangun relasi yang benar dan berkualitas karena hidup kita bisa juga disiram dan dipupuk oleh pengalaman hidup orang lain
Amsal 27: 17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. - Upgrade diri dengan memperbanyak membaca atau menonton untuk menambah dan memperdalam wawasan ilmu, Tambah kompetensi diri dengan ikut les, workshop online, jamming musik, dsb
- Ambil waktu untuk Bersaat Teduh, bersyukur dan berefleksi, hari ini apa yang sudah ku kerjakan? Apa yang masih perlu diperbaiki? Apa yang sudah baik dan dipertahankan? Pelajaran apa yang bisa ku ambil hari ini?
Sampai akhirnya kita menghasilkan buah yang bisa kita nikmati dan dinikmati oleh orang lain terlebih Tuhan, buah yang memuliakan Allah dalam kehidupan kita.
Jadi jangan hanya “asal tumbuh” tapi tumbuh dengan kualitas kebenaran Firman Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 29032025-YDK
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan