Elohim Ministry youth KESUKAANKU

KESUKAANKU



Renungan Harian Youth, Senin 26 Mei 2025

YESAYA 26 : 8, Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

Setiap orang pasti punya kesukaan atau ketertarikan lebih terhadap sesuatu entah itu berupa benda atau aktivitas tertentu. Ada yang suka olahraga, ada yang suka menyanyi atau ada juga yang suka mengumpulkannya dan mengoleksi benda-benda tertentu. Selama masih dalam batas wajar dan bersifat positif maka semua kesukaan tersebut bisa berdampak baik bagi hidup orang yang menjalaninya.

Melalui bacaan saat ini Yesaya mengajak untuk mengerti bahwa ada satu kesukaan atau kegiatan menyenangkan yang akan selalu membawa dampak positif bagi orang yang melakukannya. Semakin sering melakukannya maka semakin baik bagi kehidupan orang tersebut. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kesukaan utama kita adalah pada nama dan ingatan kita kepada Tuhan.

 Ayat ini menekankan bahwa sumber kebahagiaan dan kesenangan kita seharusnya terletak pada hubungan dengan Tuhan. Menyebut nama-Nya, mengingat karya dan kasih -Nya serta merenungkan kebesaran-Nya adalah cara untuk mengisi hati dengan sukacita dan damai sejahtera.

Mari kita selalu berupaya untuk Membawa  dampak yang besar bagi hidup orang percaya dalam segala hal yang kita lewati :

Mazmur 1:1-3, 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Mereka yang berbahagia adalah mereka yang hidupnya lurus atau berkenan di hadapan Tuhan. Bukan berlimpah secara materi, bukan yang sudah mencapai impiannya,  atau mendapatkan apa yang ia inginkan. Melainkan orang yang hidup benar menurut jalan yang Allah tetapkan.  Kata “jalan” di dalam konteks ayat ini berarti prinsip, cara hidup, atau tujuan. Apa yang dituju oleh orang berdosa, sudah tentu berbeda dengan orang benar. Oleh sebab itu, ketaatan terhadap firman Tuhan adalah kunci kebahagiaan kita.

Ini adalah berkat kepada orang yang dikatakan Tuhan sebagai orang yang benar. Menjadi benar dan baik, karena dibenarkan oleh penebusan dosa lewat karya salib Kristus sehingga menjadi orang-orang yang baik karena melakukan kebenaran. Dunia juga bisa memberikannya tetapi hanya bergantung kepada keadaan. Damai sejahtera kepada orang yang percaya adalah orang percaya yang tidak bergantung kepada keadaan.
Efesus, 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Mazmur 63:8, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
Seperti anak burung berlindung di bawah naungan sayap induknya, Daud mendapati bahwa ketika ia melekat kepada Allah, sekalipun di tempat yang gersang, jiwanya “dikenyangkan” (ay.6) dengan kepuasan dan kekuatan dari kasih-Nya yang “lebih baik dari pada hidup.”
Mazmur 124:8 Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Roma 8:28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Tuhan tidak selalu menjanjikan hal baik dalam hidup. Sesekali manusia akan mengalami tantangan atau cobaan dalam hidupnya. Meski begitu, hal tersebut terjadi untuk kebaikan manusia sendiri. Orang yang percaya Tuhan akan belajar melihat kebaikan Tuhan melalui kejadian-kejadian yang Tuhan izinkan terjadi. Jangan pernah menilai Tuhan hanya melalui sepotong kejadian, tetapi percayalah bahwa Dia selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita melalui banyak perkara

Tidak mudah untuk melakukannya terlebih pada jaman yang sudah canggih seperti ini. Anak-anak bahkan orang dewasa lebih suka main game dari pada beribadah, lebih suka WA, baca komik dan suka main media sosial dari pada berdoa dan baca Alkitab.

Tetapi ada pepatah mengatakan “alah bisa karena terbiasa”  kita pun bisa jika mencoba untuk membiasakan hal tersebut kepada diri sendiri.

Pertanyaan nya kapan waktunya?

Setiap saat, tanpa kenal lelah

Memang tidak lantas membuat hidup terasa aman dan nyaman, tetapi yang pastinya akan membuat kita tetap kuat menghadapi apapun disepanjang hari ini.

Jhon. C. Maxwell: pertama kita bentuk kebiasaan setelah itu kebiasaanlah yang akan membentuk kita.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

EYC 24052025-YDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *