Renungan Harian Kamis, 22 Januari 2026
Ayat Pokok: Ibrani 10:36 (TB) “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Syalom . . . Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Teks Pokok kita hari merupakan upaya penulis untuk menghibur para pembaca pertama, yang mengalami penderitaan sedemikian rupa karena iman mereka kepada Yesus. Bahkan meskipun apa yang mereka miliki dirampas, mereka tetap bersukacita [Ibrani 10:32 – 34]. Iman dan kesabaran jemaat membangkitkan sukacita dalam hari penulis yang kemudian menghibur dan menguatkan dengan nasehat agar mereka terus bertekun agar pada akhirnya mereka menerima apa yang TUHAN janjikan kepada mereka.
Dalam perjalanan pengiringan kita akan TUHAN, ketekunan menjadi salah satu faktor penting yang harus ada dalam hidup kita. Karena dalam perjalanan tersebut terkadang kita bertemu dengan pergumulan, tantangan dan penderitaan yang menguji iman dan kesetiaan kita. Teks pokok kita bukan hanya untuk pendengar mula-mula dari surat Ibrani tetapi sangat relevan juga buat setiap kita yang hidup di akhir zaman ini. Kita memerlukan ketekunan supaya kita dapat terus bertahan dalam pengiringan kita akan TUHAN dan menikmati apa yang dijanjikan bagi kita.
Ketekunan memiliki akar kata “TEKUN” yang dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti rajin, keras hati dan bersungguh-sungguh. Dan ketekunan itu sendiri berarti perihal tekun, kekerasan dan kesungguhan [bekerja]; keasyikan. Jika demikian maka secara umum ketekunan dapat diartikan sebagai kerajinan dalam kesungguhan ketika mengerjakan sesuatu karena menikmati [keasyikan] dalam mengerjakan. Namun bapa-bapa gereja memiliki definisi ketekunan dalam sudut pandang kekristenan pada abad I, zaman dimana mereka hidup dan masa di mana surat ini ditulis. Mereka berpendapat demikian “ketekunan adalah proses aktif menjaga iman dan rahmat Allah hingga akhir hayat (final perseverance) sebagai wujud ketaatan yang membuahkan keselamatan.”
Jika melihat definisinya maka ketekunan bukan hal instan yang tiba-tiba saja ada dalam diri orang percaya. Ketekunan bertumbuh dan pertumbuhannya melalui proses yang tidak enak bagi daging kita. Kitab Roma menuliskan demikian; “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan [Roma 5:3-4].” Ini adalah anugerah TUHAN bagi kita dan bagian kita adalah merespons dengan benar apa yang terjadi dalam hidup kita dan biarkan pergumulan kita membentuk kita menjadi pribadi yang tekun dan setia dalam pengiringan kita akan TUHAN.
Dalam dunia ilmu pengetahuan, kita mengenal kisah ketekunan dari Thomas Alva Edison, yaitu kisah tentang kegigihan luar biasa dalam menghadapi ribuan kegagalan untuk menciptakan penemuan monumental seperti bola lampu pijar, fonograf, dan kamera film, dimana dalam proses perjalanan hidup Thomas Alfa Edison dia membuktikan bahwa “jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat”. Ia belajar dari setiap kegagalan, menjadikannya pelajaran, dan menciptakan sistem laboratorium pertama untuk inovasi terorganisir, serta didukung oleh peran penting ibunya yang meyakinkannya bahwa ia adalah seorang yang jenius disaat sekolah menganggapnya “bodoh”. Edison hanya sekolah sebentar karena dianggap bermasalah, namun ibunya meyakinkannya bahwa ia jenius dan mengajarinya sendiri di rumah. Surat asli dari sekolah yang mengeluarkan dia karena dia sorang yang “bodoh”, dirubah oleh ibunya. Dia mengubah surat tersebut menjadi dorongan positif yang kemudian menunjukkan betapa besar dampak kata-kata positif orang tua bagi anak-anak mereka.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam TUHAN Yesus. Apakah saat ini bapak, ibu dan saudara sekalian sedang mengalami pergumulan hidup entah itu berat atau ringan tergantung pada bagaimana bapak, ibu dan saudara menilainya, marilah kita mau bermegah dalam pergumulan kita, karena itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji, sehingga akhirnya kita menerima janji keselamatan yang TUHAN janjikan bagi kita. Jangan petah semangat, terus gigih dan giat dalam pengiringan kita akan DIA. Anugerah-Nya memampukan kita.
Ketekunan bukanlah sesuatu yang lahir secara instan, tetapi tumbuh melalui proses panjang bersama Tuhan. Dalam setiap pergumulan, tantangan, dan penderitaan, Tuhan sedang mengajar kita untuk bertahan, percaya, dan terus berjalan dalam kehendak-Nya. Seperti halnya biji yang harus tertanam dalam tanah dan melewati musim gelap sebelum bertumbuh, demikian pula iman kita diuji melalui kesulitan agar menghasilkan ketekunan sejati. Saat kita tetap setia di tengah ujian, Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menerima janji-Nya yang kekal. Jangan menyerah di tengah proses — karena setiap langkah dalam ketekunan akan membawa kita semakin dekat kepada janji dan rencana terbaik Tuhan.
Refleksi Renungan
Kita semua tentu pernah merasa lelah dan ingin berhenti ketika menghadapi pergumulan hidup. Namun justru dalam masa-masa sulit itulah Tuhan sedang membentuk karakter kita untuk semakin kuat dan beriman. Ketekunan bukan sekadar bertahan tanpa arah, tetapi kesetiaan untuk tetap percaya bahwa Tuhan bekerja di balik setiap proses, sekalipun kita belum melihat hasilnya. Ketika kita belajar tekun, kita sedang belajar untuk berserah dan berjalan bersama Tuhan dengan hati yang setia. Maka marilah kita tidak cepat menyerah. Teruslah bertekun dalam doa, pelayanan, dan iman, sebab di ujung perjalanan ada janji Tuhan yang pasti digenapi bagi mereka yang tidak berhenti berharap kepada-Nya.
Hikmat Hari Ini
“Ketekunan bukan tentang seberapa lama kita bertahan, tetapi tentang seberapa teguh kita percaya kepada Tuhan di tengah proses yang belum selesai.”
Tuhan Yesus memberkati
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan