Elohim Ministry umum Ketika Kenyataan Berbeda dengan Harapan

Ketika Kenyataan Berbeda dengan Harapan



Renungan Harian Senin, 03 April 2023

Dalam keadaan segala sesuatu, sesuai dengan apa yang kita mau, dan pada waktu segala sesuatu aman terkendali, adalah mudah bagi kita untuk menaikkan pujian dan ucapan syukur kita kepada Tuhan. Tetapi bagaimana jika kita menghadapi kenyataan demi kenyataan dan yang tidak sesuai dengan apa yang kita, tidak sesuai dengan apa yang kita baca didalam Firman Tuhan, dan tidak sesuai dengan apa yang menjadi pola pikir kita selama ini. Saat semuanya ini terjadi didalam kehidupan kita, apakah kita bisa menjadi orang Kristen yang percaya bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita? Apalagi kita sudah melakukan tepat seperti yang Firman Tuhan katakan, namun jika hal yang kita harapkan tidak terjadi, apakah kita masih beriman kepada DIA?

Bapak/ibu yang terkasih, masa ini adalah jaman akhir, dan Firman Tuhan mengatakan bahwa alat penampi sudah ada ditangan Tuhan. Dan Tuhan saat ini sedang menjelajah dan menampi orang-orang yang katanya anak Tuhan. Dan Tuhan sedang menampi siapa yang murni imannya kepada Tuhan. Untuk itu mari kita mulai mengevaluasi diri kita, apakah kita orang-orang yang jika ditampi, kita masih orang yang berkenan dihadapan Tuhan?

Lukas 1:15, Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

Firman Tuhan sendiri mengatakan bahwa ia (Yohanes Pembaptis) akan besar dan ia akan penuh dengan Roh Kudus.  Dan pernyataan ini bukan dibuat oleh manusia, tetapi dibuat oleh Tuhan Yesus sendiri. Berarti ia (Yohanes Pembaptis) adalah orang yang sudah terbukti besar dihadapan Tuhan, dan orang yang penuh Roh Kudus.  Didalam bayangan kita, orang yang seperti ini hidupnya enak. Karena pada waktu itu orang yang tidak minum anggur bisa dikatakan sulit, tetapi orang ini telah membuktikan bahwa ia bukanlah orang yang seperti pada umumnya.

Yohanes pembaptis masalah pelayanan tidak lebih dari dua tahun, namun didalam waktu yang singkat itu ia mengisi waktunya dengan baik, namun diakhir hidupnya dia mengakhiri dengan peristiwa yang kurang baik. Kita tahu bersama bahwa orang yang hidupnya lurus dihadapan Tuhan adalah musuh bagi iblis, musuh bagi orang yang hidupnya bengkok. Dan pada waktu itu ini yang dialami oleh Yohanes. Ada banyak orang yang tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, sehingga  orang-orang yang hidupnya bengkok-bengkok ini mulai mencari alasan yang tepat untuk menangkap dan memasukkan Yohanes kedalam penjara.

Kita semua sedang ditampi termasuk juga Yohanes pembaptis pada saat itu. Dan Tuhan ingin melihat bagaimana respon hati kita, karena setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda tergantung dengan fondasinya, tergantung pada pengalaman hidup mereka bersama dengan Tuhan. Dan kita melihat bagaimana Yohanes Pembaptis mulai ragu ketika dia dijebloskan kedalam penjara. Padahal dia adalah orang yang pernah membaptis Yesus, dan dia juga yang mendengar bahwa Yesus adalah Anak yang dikasihi oleh Allah.

Matius 11:2-3 , Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

pernyataan ini menunjukkan bahwa ia mulai ragu. Padahal didalam penjara ia mendengar pekerjaan Kristus, yaitu memberitakan firman Allah dan melakukan mujizat kesembuhan. Tapi sekali lagi, keadaan dan kondisi membuat ia mulai goyah. Berapa banyak diantara kita yang menyatakan bahwa DIA ALLAH yang besar dan luarbiasa, tetapi pada waktu didalam lembah kekelaman berapa banyak yang mulai menjadi ragu dan mulai mempertanyakan Tuhan.

Matius 11:6, Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Saat pesan ini disampaikan kepada Yohanes Pembaptis, dia mungkin tidak paham apa maksudnya dari firman ini. Dan berapa banyak diantara kita menjadi orang yang melupakan firman karena hanya terfokus kepada satu hal.

Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa kita menjadi kecewa dan mulai bimbang? “Karena pikiran kita selalu sedang mengatakan “kalau orang yang sungguh-sungguh pasti akan selalu diberkati Tuhan”. Karena konsep berkat yang kita mau adalah yang sesuai dengan aoa yang daging kita inginkan, bukan apa yang Tuhan inginkan didalam hidup kita.

Untuk itu saat kita berada didalam lembah kekelaman, jangan pernah kita menuliskan bahwa ini sudah waktunya, kalau Tuhan belum kasih titik, jangan pernah kita kasih titik. Kalau Tuhan masih mau memberi koma, jangan coba untuk memberikan titik.

Kita harus percaya bahwa jerih lelah kita tidak akan sia-sia. Kalaupun didunia ini kita tidak mendapatkan apa apa, ingat ada mahkota kehidupan yang Tuhan sediakan bagi kita, ada berkat yang luarbiasa yang Tuhan sediakan untuk kita dan juga keturunan kita. Itu janji TUHAN.

Tuhan yesus memberkati

Pdt. Ester Budiono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *