Renungan harian Youth, Selasa 23 Januari 2024
Matius 21:21-22 (TB) Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”
Syalom rekan-rekan Youth semuanya … hari ini kita akan merenungkan Firman Tuhan dengan tema bagaimana kita mengembangkan karakter kesabaran dalam diri kita.
Kunci untuk menjadi Sabar adalah 3S yaitu Sabar, Sabar dan Sabar … ini bukanlah jawaban yang asal karena kunci kesabaran adalah menambahkan kesabaran demi kesabaran dalam hati kita. Sikap sabar adalah keyakinan bahwa ada Allah yang melakukan lebih banyak daripada yang bisa kita lakukan, sehingga dia memungkinkan kita untuk tetap tenang dan tidak menuntut masalah itu harus selesai segera. Orang yang sabar dapat menanggung atau memikul penderitaan tanpa mengeluh, tidak tersinggung, dan tetap tenang. Mereka juga dapat menerima kekacauan, ketidakefisienan, dan penundaan.
Kesabaran adalah kemampuan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kita control.
Dia lebih produktif bekerja keras untuk mengubah hal-hal yang dapat kita ubah daripada marah terhadap hal-hal yang tidak dapat kita ubah.
Ini hanya dapat diperoleh oleh mereka yang sabar dan percaya pada Allah.
- Pertama dan terpenting, ia akan menanggapi tekanan secara rasional daripada emosional. Hatinya memiliki kontrol yang lebih besar daripada jiwanya.
- Kedua, ia akan tetap konsentrasi untuk menunggu momentum dari solusi yang benar-benar diuji, bukan pilihan yang mudah.
- Ketiga, ia akan memiliki kapasitas untuk meluangkan waktu untuk menyelesaikan setiap masalah sebelum menumpuknya. karena dia tahu kapan harus bertindak dan kapan harus menunggu.
Berbeda orang yang tidak sabar. Ia terus merasa terdesak dan terburu-buru untuk membuat keputusan. Akan merasakan ancaman dalam situasi sulit, terutama saat ia tidak dapat mengendalikan situasi. Meskipun dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kendali itu, ini biasanya merupakan jalan menuju kekacauan. Ia akan menjadi lebih lelah secara fisik dan mental, bahkan mungkin menjadi depresi atau gangguan mental lainnya.
Ingatlah bahwa Kesabaran ditengah kesulitan mengembangkan dan menguatkan karakter.
Sama seperti ketika kita ingin menguatkan otot-otot fisik kita, dibutuhkan tekanan yang semakin besar dan sering untuk memunculkan kekuatan itu. Demikian juga kekuatan iman itu perlu dilatih dengan masalah.
Yang paling penting adalah konsistensi. Dalam situasi paling sulit yang saya hadapi, saya memutuskan untuk terus bergerak maju setapak demi setapak, dengan konsistensi dan konsistensi. seperti keadaan tetap ada karena kita percaya bahwa Tuhan menunggu kita di sana. Kita tidak kehilangan optimisme dan semangat karena Tuhan sudah menunggu di ujung sana, tidak peduli apa yang terjadi. Oleh karena itu, jangan panik saat ada masalah, lakukan semua tugas seperti hari sebelumnya. Lakukan yang terbaik dan hindari “berpikir terlalu banyak” tentang Firman dan Roh Kudus. Pada saat yang tepat, keadaan akan diperbaiki.
Berikut sikap yang akan mengembangkan karakter sabar.
1. Saya akan menerima yang tidak dapat saya ubah dan mengubah yang dapat saya ubah.
Jika kita mencoba mengubah yang tidak dapat diubah, kita akan frustasi. Ada saat-saat ketika kita terjebak dengan mengucapkan, “Allah bisa…….”, dan kemudian kita menambahkan segala sesuatu yang kita inginkan, seolah-olah kita dapat mencapai segalanya. Cara kedua tidak masuk akal karena setiap orang ditugaskan dalam situasi yang tidak dapat diubah. seperti gangguan fisik atau psikologis, kehilangan anggota keluarga, dan kemungkinan kecelakaan akibat kesembronoan orang lain. Jika kita terus menolaknya atau tidak dapat menerimanya, hasilnya hanya akan membuat kita lebih sedih, marah pada Tuhan, dan merasa bersalah karena menjadi korban.
2. Saya akan terus berusaha sampai saya mencapai hasil yang diinginkan.
Jika seseorang melakukan satu kali dan mengatakan, “Aku telah gagal,” itu adalah tindakan yang sia-sia karena tidak seorang pun dapat melakukan tindakan sempurna pada kesempatan pertama. Orang yang sabar menyadari bahwa ia harus melakukan berbagai upaya lagi dan lagi, tetap optimistis sampai berhasil. Saya selalu menekankan bahwa Anda harus memulai dari apa yang dapat Anda lakukan dengan tekun dan sepenuh hati. Lihat dengan teliti hal-hal baru yang Tuhan bukakan untuk kita segera.
3. Jika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, saya tidak akan mengeluh.
Kita dapat melihat bagaimana bangsa Israel bertindak. Selain semua mujizat yang luar biasa, Allah memberi orang Mesir sepuluh tulah agar mereka dapat keluar dari Mesir. Mereka sudah berkeluh kesah, bahkan menyalahkan Tuhan, saat berada di tepi Laut Teberau. Mereka dengan mudah lupa betapa baiknya Tuhan yang mengasihinya.
Orang yang sabar tidak akan mengingat atau membandingkan kondisinya dengan kondisi sebelumnya, apalagi dengan kondisi orang lain; sebaliknya, mereka sabar mengajukan pertanyaan tanpa marah. Kesabaran membantunya menjadi lebih percaya diri, tenang, dan yakin.
Rekan-rekan Youth kehidupan kita telah mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Kita dapat mempertahankan apa yang kita miliki saat ini dengan kesabaran. Anak-anak kita mungkin tidak mengalaminya, tetapi mereka hadir setelah kita mapan. Kitalah yang harus mengajarkan mereka nilai kesabaran dalam hidup ini. Salah satunya membantu mereka menerima situasi yang sulit dan membiarkan mereka berusaha keras untuk mengatasinya.
Kiranya Tuhan menolong kita semuanya
Tuhan Yesus memberkati
YNP – DOT