Elohim Ministry umum Lea Wanita yang Tidak Dicintai Oleh Siapapun

Lea Wanita yang Tidak Dicintai Oleh Siapapun



Renungan Harian Senin, 08 Mei 2023

Kejadian 29:15-35

Kisah ini bercerita tentang Yakub, dia lahir dari keluarga yang “Disfungsional” atau keluarga yang tidak berfungsi dengan baik. Ayah dari Yakub bernama Ishak dan Ibunya bernama Ribka. Yakub memiliki saudara kembar yang bernama Esau. Yakub dan Esau dibesarkan dikeluarga yang tampaknya kedua orangtua mereka kurang bijaksana. Favoritisme menjadi bagian dari keluarga itu. Ishak lebih menyukai Esau, sedangkan RIbka lebih mengasihi Yakub. Ribka seorang perempuan yang memiliki tekad yang kuat, dia memiliki keinginan supaya putra yang disayanginya yaitu Yakub mendapat hak kesulungan.

Bapak/ibu yang terkasih dalam dunia kuno hak kesulungan adalah sesuatu yang sangat istimewa. Karena mereka memiliki warisan yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki hak kesulungan. Karena mereka yang memiliki hak kesulungan diberi bagian dua porsi dari warisan keluarga, bahkan yang bersangkutan menjadi spiritual leader atau menjadi pemimpin rohani dari keluarga tersebut. Ribka ingin agar Yakub yang menerima hak kesulungan, namun bagaimana caranya, karena dalam kondisi yang normal Esau yang akan menerima hak kesulungan, karena Esau anak sulung atau anak yang pertama. Pada waktu itu Yakub memiliki gangguan penglihatan, akhirnya Ribka menyuruh Yakub untuk menyamar sebagai Esau. Dan akhirnya hak kesulungan itu diberikan kepada Yakub bukan kepada Esau. Dan pada akhirnya Yakub melarikan diri dari rumahnya.

Kita melihat bahwa pada akhirnya penipuan menimbulkan dosa, penipuan menghancurkan relasi hubungan keluarga, kehangatan, keakraban dari sebuah keluarga.

Namun di Haran Yakub membuktikan dirinya sebagai gembala yang terampil dan manager yang ulung. Hal ini dilihat jelas oleh Laban. Dia ingin memanfaatkan keponakannya untuk mendatangkan penghasilan yang sebanyak-banyaknya. Dan sebuah kontrak kerja ditawarkan untuk Yakub. Namun alih-alih memilih uang sebagai imbalan, Yakub memilih Rachel untuk dinikahinya, dan dia bekerja untuk Laban. Alkitab menuliskan Yakub begitu tergila-gila kepada Rachel hingga dia rela bekerja 7 tahun.  Pada waktu itu mas kawin yang biasa dibayarkan kepada keluarga mempelai Perempuan cuma 30-40 shekel; dalam setahun biasanya Penggembala menerima 10-12 shekel.  Sebenarnya Yakub cukup bekerja 3-4 tahun saja untuk mendapatkan Rakhel, namun karena cintanya pada Rachel, dia bersedia membayar lebih. Dan yang menariknya Alkitab menuliskan bahwa 7 tahun yang dilalui oleh Yakub dianggap beberapa hari saja, itu karena cintanya kepada Rahel.

Bapak/ibu yang terkasih pada satu sisi sang penipu telah menyingkapkan kelemahan terbesarnya kepada penipu tua yang jauh lebih berpengalaman. Laban yang telah mengetahui kelemahan Yakub. Kini dia mengeksploitasi Yakub sedemikian rupa bukan saja untuk mendapatkan keuntungan finansial semata, namun juga untuk mengatasi masalah dalam keluarga. Masalah itu adalah: LEA. Lea tidak diberi wajah dan penampilan yang semenarik adiknya Rachel. Pada waktu itu tampaknya tidak ada pria yang melirik dia, yang suka pada dia, dan ini yang menjadi masalah bagi keluarga Laban. Alkitab mengatakan bahwa Lea tidak berseri matanya. Alkitab versi Bahasa Inggris New International Version menterjemahkan bahwa Lea punya mata yang lemah, dalam Bahasa Ibrani dikatakan Lea punya mata yang sayu, beda dengan Rachel yang matanya glowing. Sebab dari dulu mata sayu dianggap mata yang kurang menarik. Bahkan terjemahan yang lebih ekstrim lagi menggambarkan mata Lea ini seperti mata orang juling, atau seperti mata orang yang melotot. Itulah sebabnya tidak banyak pria yang melirik Lea pada waktu itu. Sesudah 7 tahun, Yakub berhak mendapatkan upahnya. Sebuah pesta perkawinan yang meriah diselenggarakan (yang hampir pasti diwarnai dengan tegukan anggur yang memabukkan).  Sang mempelai perempuan tampil dengan cadar. Pada malam pertama Yakub yang mungkin setengah mabuk tidur dalam gelapnya malam dengan wanita yang diyakininya sebagai pujaan hatinya- Rahel. Namun di pagi hari ternyata yang ada disampingnya adalah Lea. Dalam kegusaran dan amarah dia menghampiri Laban, namun, Laban punya jawaban yang membuat Yakub tidak berkutik. Laban mengajukan proposal baru: Setelah seminggu pasca perkawinan dengan Lea, Yakub dapat menikahi Rachel dengan syarat dia harus bekerja untuk Laban 7 tahun lagi.  Demi cinta yang luar biasa besar Yakub menyanggupinya. Sang Penipu ketemu batunya!  Ditipu oleh sanak keluarganya sendiri. Yang menarik adalah dalam tujuh tahun yang pertama yakub menganggapnya hanya beberapa hari saja, namun tujuh tahun yang kedua tidak ada yang seperti itu.

Perkawinan dengan Yakub ternyata justru menempatkan Lea di dalam “neraka dunia”! Perkawinan hasil rekayasa, tidak berdasarkan cinta malah menyengsarakan hidup Lea. Lea sangat mencintai Yakub dan berusaha memberikan yang terbaik bagi suaminya; namun Yakub mengabaikan dan tidak membalas dengan cinta kasih yang sepatutnya. Ketika Tuhan melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: ”Sesungguhnya Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.”  Tahun-demi-tahun dilaluinya dengan harapan Yakub akan membalas cintanya. Hal in tercermin dengan jelas dalam nama tiga anak pertama yang dilahirkannya: Ruben, Simeon dan Lewi.

  • Lea menamai putera pertama Ruben karena Ruben berarti, “Aku terlihat.” Lea rindu sebagai istri diakui oleh Yakub, namun Yakub menghiraukannya.
  • Lalu putera kedua, Simeon berarti, “Aku didengar.” 
  • Dan putera ketiga Lewi berarti, “Aku melekat.”  

Setiap kali seorang bayi dilahirkan, Lea berharap bisa semakin dekat dan melekat dengan Yakub, namun harapan tinggal harapan, karena Yakub tidak pernah dapat mencintai Lea.

Namun ada kejutan, di ayat terakhir yang kita baca: Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: ”Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.

APA YANG BISA KITA PELAJARI DARI KISAH LEA INI?

Kita harus tahu bahwa kisah kisah didalam Alkitab tidak berfokus kepada pribadi-pribadi yang ada didalam kitab Suci. Fokus utamanya adalah ALLAH.

ALLAH YANG BERKARYA DENGAN ORANG-ORANG YANG LEMAH

Mungkin banyak dari antara kita yang berharap agar Alkitab itu hanya perlu mencantumkan kisah-kisah indah dari para tokoh-tokohnya.  Kisah-kisah kelam tidak perlu dicantumkan karena akan menodai Kitab Suci kita. Kita sebagai manusia berharap bahwa didalam Alkitab hanya diceritakan hal-hal yang indah dan suci saja, namun tidaklah demikian. Alkitab menceritakan banyak kisah-kisah yang kelam dan suram, Kisah Lea, tidak terkecuali. Di sana kita melihat sesuatu yang tampak menjijikkan!  Poligami, penipuan, keegoisan, dan ketidakadilan pada perempuan.

Alkitab dengan jujur dan gamblang menceritakan segala sesuatu apa adanya!  Tidak ada manusia yang sempurna! Bahkan para pahlawan iman, yang kerap mengalami hal-hal yang menakjubkanpun, punya kelemahan. Namun terlepas dari kelemahan yang mereka miliki; Allah bersedia bekerja dengan mereka untuk menggenapi rencananya.

ALLAH YANG BERKARYA MELALUI ORANG-ORANG YANG LEMAH

Allah bekerja melalui laban untuk membentuk Yakub, untuk mengajarkan kepada Yakub betapa ngerinya apa yang nama PENIPUAN. Dan penipuan menjadi sangat menyakitkan jika dilakukan oleh kerabat yang terdekat. Melalui Laban Yakub mengerti arti pengkhiantan. Disisi yang lain Allah bukan saja bekerja dengan orang-orang yang lemah; dia juga bekerja melalui orang-orang yang lemah. Perhatikan bagaimana DIA memakai kelicikan dan kekejaman Laban untuk memoles karakter dari Yakub. Lihatlah bagaimana DIA memakai dinginnya hati Yakub untuk memoles karakter dari Lea. Jika melalui Laban, Yakub melihat dirinya sendiri – Sang Penipu! dan tentu dia membencinya! Melalui Yakub Lea belajar untuk bersabar, dan menemukan bagaimana mendapatkan atau menemukan rahasia untuk menjadi utuh kembali melalui proses yang sangat panjang. Laban telah membuat Yakub menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bijak. Yakub telah membuat Lea menjadi Wanita yang lebih sabar dan makin mengandalkan Tuhan.

Saat ini adakah seorang “Laban“ atau “Yakub” yang menghadang jalan hidupmu! Seseorang yang menyulitkan dan menyusahkanmu! Ketimbang berteriak dan mengeluh:”Tuhan mengapa engkau tidak menyingkirkan Laban ini dalam hidupku!”  berdoalah Tuhan ajarku bertekun dan sabar melewati proses di mana engkau bekerja melalui orang yang lemah untuk membentuk karakter hidupku

ALLAH YANG BERKARYA DI DALAM DIRI ORANG-ORANG YANG LEMAH

Allah bukan saja bekerja dengan dan melalui orang-orang yang lemah saja, dia juga bekerja di dalam diri orang-orang yang lemah saja. Perhatikan diri Lea – orang yang begitu lemah dalam penampilan, tertolak  dan jadi korban ketidakadilan. Allah bekerja dalam diri Lea secara gradual hingga akhirnya dia sanggup bukan saja mengakhiri penderitaannya, melainkan juga menempatkan dirinya dalam jalur utama keselamatan umat manusia. Melalui Lea, Lahir  Lewi dan Yehuda. Melalui Lewi muncul garis keimaman  yang melahirkan Musa dan Harun dan melalui Yehuda lahir Daud, yang menjadi leluhur dari Yesus Kristus, sang Mesias dan Juruselamat Dunia. Inilah Akhir Cerita yang mengejutkan dari Lea – si  buruk rupa yang mendapat cinta kasih dan perkenan Ilahi.

Jika kita merasa diri kita hancur berkeping-keping! Seperti Lea, ada harapan untuk membangun Kembali diri kita menjadi manusia yang utuh.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Pdt. Gani Wiyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *