Renungan Harian Youth, Kamis 27 Febaruari 2025
Amsal 23:24-25
Seseorang yang berjuang dengan tekun dan senantiasa berpegang pada keyakinan kepada Tuhan akan memiliki motivasi yang murni dan bermakna. Melalui perjalanan hidup yang penuh tantangan, dia tidak akan dikuasai penyesalan karena telah berusaha dengan segenap kemampuan. Motivasi yang benar memampukan seseorang untuk melewati setiap cobaan dan kegagalan, sambil meyakini kehadiran dan pemeliharaan Allah.
Penting untuk mengapresiasi setiap proses kehidupan yang membentuk kedewasaan, serta menjalani hidup dengan integritas dan motivasi yang tepat.
Karena sebuah perbuatan tanpa dipikirkan dengan bijak itu sama saja tidak berguna. kebijaksaan akan membuat seseorang melakukan perbuatan baik tanpa henti. Kebijaksanaan mendorong seseorang untuk terus-menerus berbuat baik dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Ia akan berusaha dengan sepenuh hati dan segenap tenaga, karena memilih menjalani hidup dengan bijaksana tanpa rasa takut akan masa depan—sebab ia percaya bahwa Allah selalu menyertainya.
Natural ability and educational advantages do not figure as factors in this matter; but capacity for faith, the ability to pray, the power of thorough consecration, the ability of self-littleness, an absolute losing of one’s self in God’s glory and an ever-present and satiable yearning and seeking after all the fullness of God
Jika hati, pikiran, dan hidup kita tidak mengutamakan Tuhan, maka berbagai kesulitan dan musibah dapat terjadi dalam hidup kita. Banyak orang terjatuh karena tidak menempatkan Tuhan sebagai yang utama.
Salah satu contohnya terdapat dalam Matius 19:16–26, yang menceritakan tentang seorang pemuda kaya. Ia bertanya kepada Tuhan Yesus bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Ia merasa telah menjalankan semua perintah Tuhan dengan benar, tetapi ada satu hal yang masih mengikat hatinya—hartanya. Yesus kemudian menasihatinya untuk berbagi dengan sesama dan tidak terikat pada kekayaan duniawi. Namun, perkataan itu membuatnya sedih, karena ia memiliki banyak harta dan tidak siap untuk berbagi. Ia pun pergi dengan hati yang berat.
It has to be our conviction that the Word of the Lord must be spoken faithfully. God is looking today for believers who will allow Him to be so sanctified in them that people around begin to recognise it and an impact is made upon them for His Name. God can work wonders if He can get suitable believer.”
Dalam momen itu, Yesus berkata bahwa sulit bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kisah ini menunjukkan bahwa pemuda kaya tersebut mengalami kehilangan terbesar—yaitu kesempatan memperoleh hidup kekal—karena ia lebih mengutamakan hartanya daripada hikmat dan kebijaksanaan dalam bertindak. Ia lebih mementingkan dirinya sendiri daripada orang lain. Allah tidak melihat seberapa besar kekayaan kita, tetapi seberapa besar hati kita dalam melayani-Nya. Oleh karena itu, hiduplah dengan bijaksana, tanpa takut kehilangan hal-hal berharga di dunia ini.
Ingatlah, Tuhan selalu memberkati mereka yang hidup dengan ketekunan dan ketulusan hati dalam menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
Amsal 23:25 berkata, “Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.” Ayat ini bukan sekadar ungkapan biasa, tetapi merupakan anjuran atau perintah bagi kita sebagai anak-anak untuk menjalani kehidupan yang baik, benar, dan bijaksana—sebuah kehidupan yang dapat membanggakan orang tua kita.
Membuat orang tua senang adalah bagian dari kehendak Tuhan. Bahkan dalam Amsal 23:24, dijelaskan bahwa cara seorang anak dapat menyukakan hati orang tuanya adalah dengan hidup benar. Hidup benar berarti hidup sesuai dengan hukum—baik hukum yang berlaku dalam masyarakat maupun hukum Tuhan. Jika kita memiliki kebijaksanaan, kita akan hidup dengan taat dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, hidup dalam pelanggaran hukum tentu akan membuat orang tua sedih.
Selain hidup benar, kita juga harus hidup dengan bijaksana. Kebijaksanaan mencakup setiap aspek kehidupan, mulai dari cara berbicara, bertindak, hingga mengatur kehidupan jasmani, seperti pola makan, minum, dan kebutuhan sehari-hari. Hidup dengan bijaksana juga berarti memiliki keteraturan dalam mengelola waktu, baik secara pribadi maupun bersama orang lain. Ketika kita hidup dengan bijak, kita pasti akan mengalami keberhasilan, dan orang tua pun akan bersukacita. Oleh karena itu, marilah kita selalu berhati-hati dalam setiap langkah kehidupan agar tidak melanggar hukum. Di mana pun kita berada—di rumah, di jalan, di tempat kerja, atau di sekolah—taatilah peraturan dan tetaplah berpegang pada kebijaksanaan. Jalani hidup dengan bijak, selalu mengandalkan Tuhan, dan jangan pernah mengecewakan orang tua kita. Kebanggaan dan sukacita mereka akan nyata ketika mereka melihat kita menjalani kehidupan yang penuh hikmat dan takut akan Tuhan.
No matter what experience of sanctification we may have had, we still need to discipline our bodily members, till the end of our lives, if we are to be holy. We must be disciplined about the kind of conversation we give our ears to. We cannot afford to spend our time listening to gossip and slander and then expect our ears to be attuned to hear God’s Voice.
Pernahkah kita merenungkan apakah setiap tindakan yang kita lakukan sudah benar, ataukah kita hanya mengandalkan kekuatan dan pemikiran sendiri yang sering kali menyesatkan dan membawa kita pada dosa?
Tanpa kebijaksanaan dalam mempertimbangkan setiap langkah, kita bisa tersesat dalam pilihan yang keliru.
Lepaskanlah dirimu dari segala belenggu yang menghalangi kemerdekaan yang Tuhan telah berikan dalam hidupmu. Kemerdekaan sejati membutuhkan tekad, niat, dan keberanian untuk mengambil keputusan dengan bijaksana. Meskipun meraih kemerdekaan adalah proses yang panjang dan tidak mudah, kita telah menerimanya secara cuma-cuma melalui anugerah Tuhan. Namun, jangan berpikir bahwa sekali merdeka, tetap merdeka tanpa tanggung jawab.
Kemerdekaan yang Tuhan berikan juga mengandung panggilan bagi kita untuk menjadi alat-Nya—memberitakan dan membagikan kabar tentang kemerdekaan sejati yang berasal dari Allah. Oleh karena itu, berdoalah kepada Tuhan: “Tuhan, ingatkan dan mampukan aku untuk hidup sesuai dengan hukum-Mu, agar aku bijak dalam menjalani hidup ini. Dalam nama Tuhan Yesus, aku bisa.”
Hidup dengan bijaksana bukanlah sekadar pilihan, tetapi sebuah kewajiban. Dan itu hanya dapat terwujud jika kita hidup benar dengan selalu mengandalkan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
LW – SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan