Elohim Ministry anak “LOVE BEGINS AT HOME”

“LOVE BEGINS AT HOME”



Renungan Harian Anak, Senin 10 Agustus 2026

Kasih Dimulai dari Rumah

Syalom, adik-adik Elohim Kids! Apa kabarnya hari ini? Kakak berharap semuanya sehat, ceria, dan penuh sukacita. Yuk, sebelum memulai aktivitas hari ini, kita membuka hati untuk belajar Firman Tuhan. Adik-adik, pernahkah kamu merasa iri ketika kakak mendapat hadiah, adik mendapat pujian, atau temanmu mendapat nilai yang lebih bagus darimu? Kadang-kadang kita merasa, “Kenapa dia yang mendapatkannya? Kenapa bukan aku?”

Perasaan seperti itu bisa muncul dalam hati kita. Namun, kita harus berhati-hati. Jika iri hati terus dipelihara, hati kita bisa menjadi marah dan membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik. Hari ini kita akan belajar dari kisah Kain dan Habel. Mereka adalah kakak beradik yang seharusnya saling mengasihi, tetapi iri hati membuat hubungan mereka menjadi rusak.

Suatu hari Mama memberikan hadiah kepada kakak karena kakak berhasil mendapatkan nilai yang bagus. Adik tidak mendapat hadiah apa pun, dia mungkin merasa sedih dan berpikir, “Aku juga ingin mendapat hadiah.” Tidak apa-apa merasa sedih. Tetapi jangan sampai rasa sedih berubah menjadi iri hati atau membuat kita tidak senang melihat kakak berhasil. Kita dapat berkata, “Selamat ya, Kak. Aku ikut senang!” Ketika kita belajar bersukacita atas keberhasilan orang lain, hati kita menjadi penuh kasih dan tidak dikuasai iri hati.

Belajar dari Kain dan Habel (Kejadian 4:1-16)

Kain dan Habel adalah kakak beradik. Kain bekerja sebagai petani, sedangkan Habel menjadi gembala. Suatu hari, mereka membawa persembahan kepada Tuhan. Kain membawa hasil pertaniannya, sedangkan Habel membawa anak sulung dari dombanya yang terbaik. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan berkenan kepada Habel dan persembahannya, sedangkan Kain menjadi sangat marah dan wajahnya muram. Mengapa Kain menjadi marah? Kain merasa kecewa karena persembahannya tidak berkenan kepada Tuhan. Sayangnya, ia membiarkan rasa kecewa itu berubah menjadi iri hati dan kemarahan kepada Habel. Padahal, Habel tidak melakukan kesalahan kepadanya. Tuhan kemudian mengingatkan Kain. Tuhan berkata bahwa dosa sudah mengintai di depan pintu dan Kain harus menguasainya. Tuhan memberikan kesempatan kepada Kain untuk mengubah hatinya. Sayangnya, Kain tidak mendengarkan peringatan Tuhan. Ia membiarkan iri hati dan kemarahannya menguasai dirinya sehingga akhirnya ia melakukan kejahatan kepada Habel.

Adik-adik, dari kisah ini kita belajar bahwa iri hati yang dibiarkan dapat membawa kita kepada pilihan yang salah. Karena itu, ketika kita mulai merasa iri, kita harus segera datang kepada Tuhan dan meminta pertolongan-Nya.

Tuhan Ingin Kita Mengasihi Keluarga, Kakak, adik, ayah, ibu, dan keluarga adalah orang-orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita. Mereka adalah bagian dari berkat Tuhan. Mungkin kakakmu lebih pandai dalam pelajaran. Mungkin adikmu lebih sering mendapat perhatian. Mungkin temanmu memiliki sesuatu yang belum kamu miliki. Jangan membandingkan dirimu dengan mereka. Setiap anak memiliki kelebihan dan kemampuan yang Tuhan berikan dengan cara yang berbeda. Ketika kakak berhasil, ikutlah bersukacita. Ketika adik berhasil melakukan sesuatu, berikan pujian. Ketika temanmu mendapat prestasi, ucapkan selamat. Dan ketika seseorang sedang gagal atau sedih, jadilah teman yang mau menghibur.

Kesimpulan Renungan

Adik-adik, kisah Kain dan Habel mengingatkan kita bahwa iri hati yang tidak dijaga dapat merusak hati dan hubungan dengan orang lain. Tuhan ingin kita memilih kasih, bukan iri hati. Jangan membandingkan diri dengan kakak, adik, atau teman karena setiap orang memiliki kelebihan yang Tuhan berikan. Ketika orang lain berhasil, mari belajar ikut bersukacita; ketika mereka sedih, mari menghibur. Kasih dimulai dari rumah, melalui hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari.

Ayat Hafalan

1 Yohanes 2:10, “Siapa yang mengasihi saudaranya, ia tetap tinggal di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.”

Komitmenku Hari Ini

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk keluargaku dan teman-temanku. Terima kasih karena Engkau memberikan orang-orang yang mengasihi dan menemani aku. Ampuni aku jika selama ini aku pernah merasa iri, membandingkan diri, atau tidak senang melihat orang lain berhasil. Tolong berikan aku hati yang penuh kasih dan sukacita. Ajarku untuk bersyukur, mau berbagi, saling menolong, dan ikut bersukacita atas keberhasilan orang lain. Biarlah kasih-Mu terlihat melalui perkataan dan perbuatanku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Hikmat Hari Ini

“Jangan iri ketika orang lain berhasil; bersyukurlah dan ikutlah bersukacita, karena kasih membuat hati kita penuh damai.”

ELkids090826 – SP

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *