Renungan Harian, Selasa 10 Februari 2026
Nats : Roma 5:8, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Profesor John Nash dari Universitas Princeton adalah seorang yang jenius dalam bidang matematika. Ia menghabiskan sepanjang hidupnya menekuni dunia angka yang abstrak, persamaan-persamaan — dan khayalan. Padahal Nash menderita schizophrenia, yaitu penyakit mental yang dapat menyebabkan kelakuan aneh dan mengganggu hubungan dengan sesama. Dengan pertolongan medis dan kasih sayang istrinya, ia belajar untuk hidup dengan penyakitnya dan akhirnya memenangkan Hadiah Nobel. Dalam film tentang kehidupannya, Nash berkata, “Saya selalu percaya pada angka, persamaan, dan logika yang mem-bawa pada jawaban …. Pencarian telah membawa saya melewati dunia fisik, metafisik, khayalan, dan kembali lagi. Dan saya telah membuat penemuan terpenting dalam hidup saya. Semua alasan yang logis hanya dapat terjawab dalam persamaan misterius tentang kasih.”
Dalam Kolose 1, kita membaca “persamaan misterius tentang kasih” pada tingkat yang terdalam, yaitu kasih Allah bagi kita dalam Kristus. Yesus adalah gambaran Allah yang tak kelihatan, dan karena kasih, Dia telah menciptakan dan memelihara kita (ayat 16,17). Dia juga telah menyediakan kelepasan dari kuasa kegelapan (ayat 13) dan pengampunan bagi dosa-dosa kita (ayat 14). Tidaklah mengherankan jika Paulus berkata bahwa kasih seperti itu “melampaui segala pengetahuan” (Efesus 3:19). Kasih itu membawa kita melampaui akal menuju pengertian yang sesungguhnya tentang Allah (1Yohanes 4:16). Roma 5:8 menunjukan kepada kita bahwa
Kasih yang Mengambil Inisiatif
Dunia sering mengajarkan kita bahwa untuk dicintai, kita harus menjadi “pantas” terlebih dahulu. Kita harus berprestasi, tampil baik, atau memperbaiki diri sebelum diterima. Namun, Roma 5:8 menjungkirbalikkan logika itu. Allah tidak menunggu kita menjadi suci, bertobat total, atau “membereskan hidup” terlebih dahulu. Dia yang melangkah duluan. Kasih Allah bukanlah reaksi atas kebaikan kita, melainkan inisiatif murni dari karakter-Nya.
Standar Kasih: “Ketika Kita Masih Berdosa”
Frasa ini adalah bagian yang paling melegakan sekaligus mencengangkan. Kristus mati bagi kita bukan saat kita sedang berada di puncak kerohanian, melainkan saat kita sedang:
- Memberontak melawan-Nya.
- Apatis terhadap kehadiran-Nya.
- Tenggelam dalam kegagalan kita.
Ini membuktikan bahwa kasih Tuhan tidak bergantung pada performa kita. Jika Dia mengasihi Anda saat Anda berada di titik terendah (sebagai orang berdosa), maka Dia pasti tidak akan melepaskan Anda sekarang setelah Anda menjadi anak-anak-Nya.
Bukti yang Tak Terbantahkan
Kata “menunjukkan” (atau dalam beberapa terjemahan “mendemonstrasikan”) berarti Allah tidak hanya berteori tentang kasih. Dia tidak sekadar berucap “Aku sayang kamu” dari surga yang jauh. Bukti konkret itu adalah Salib. Di atas kayu salib, keadilan Allah (hukuman atas dosa) dan kasih Allah (pengampunan bagi pendosa) bertemu. Kematian Kristus adalah “tindakan nyata” yang menyegel janji-Nya selamanya.
Kesimpulan & Aplikasi
Kasih Allah di Roma 5:8 memberikan kita dua hal penting:
- Keamanan (Security): Anda tidak perlu takut kehilangan kasih Tuhan karena kesalahan Anda, sebab sejak awal pun Dia mengasihi Anda bukan karena kebaikan Anda.
- Panggilan (Call to Action): Jika kita telah menerima kasih yang begitu radikal saat kita “tidak layak”, maka kita pun dipanggil untuk mengasihi sesama tanpa syarat—bahkan mereka yang sulit untuk dikasihi.
Hikmat Hari ini:
“Jika Allah sudah memberikan yang terbaik (Putra-Nya) saat kita menjadi musuh-Nya, masakan Dia akan menahan kebaikan-Nya sekarang setelah kita menjadi milik-Nya?” Kita harus hidup di dalamnya dan menunjukkan kasih itu, setiap saat –Dennis De Haan
KASIH ALLAH TIDAK DAPAT DIJELASKAN KASIH ALLAH HANYA DAPAT DIALAMI
Tuhan Yesus memberkati
ID – KCP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan