Renungan Harian Youth, Sabtu 24 Oktober 2026
Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan. Pernahkah ketika kita diminta memberi sesuatu, tapi sebenarnya hati kita tidak rela? Misalnya saja, ketika teman meminta bantuan, kita berkata,βiya, nanti aku bantuβ tetapi didalam hati kita merasa keberatan. Atau ketika ada kesempatan untuk memberi persembahan, kita memberi hanya karena melihat orang lain memberi. Secara Tindakan mungkin kita memang memberi. Tetapi bagaimana dengan hati kita?
Tuhan tidak hanya memperhatikan apa yang kita berikan, tetapi juga bagaimana sikap hati kita disaat kita memberi.
Dalam II Korintus 9:7,βHendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.β Rasul Paulus mengajarkan bahwa memberi bukanlah sekedar kewajiban, melainkan ungkapan hati yang rela dan penuh sukacita. Mari kita belajar 3 hal tentang memberi dengan βhappyβ
1. Memberi dengan hati yang rela
Dalam firman Tuhan ini menuliskan ,βHendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinyaβ¦β Tuhan tidak ingin kita memberi hanya karena takut ditegur, merasa malu, atau ingin dipuji orang lain. Tetapi Tuhan inginkan adalah pemberian yang lahir dari hati yang rela. Memberi tidak harus berupa uang. Kita bisa juga memberi waktu untuk mendengarkan teman kita, memberi tenaga untuk membantu orang lain, perhatian kepada mereka yang kesepian, atau juga melayani Tuhan. Tuhan tidak hanya melihat besarnya pemberian kita, tetapi juga ketulusan hati kita. Jangan pikir kita harus punya banyak hal baru bisa memberi. Bahkan melalui hal-hal sederhana, kita dapat jadi berkat bagi orang lain.
2. Memberi bukan karena paksaan
βJangan dengan sedih hati atau karena paksaan.β β ada perbedaan antara memberi karena terpaksa dan memberi karena mengasihi. Ketika kita memberi karena terpaksa, kita mungkin bisa melakukannya dengan mengeluh atau bersungut-sungut. Namun ketika memberi dengan kasih, kita belajar untuk tidak menjadikan pemberian sebagai alat untuk mendapat pujian atau balasan. Kita menolong bukan semata-mata mengharapkan balasan, tetapi karena kita ingin menunjukkan kasih Kristus. Bukan berarti kita harus selalu memberikan semua yang kita miliki atau mengabaikan kebutuhan sendiri. Tetapi kita perlu memberi dengan bijaksana, sesuai kemampuan dan hati yang rela.
3. Memberi dengan sukacita karena kita sudah menerima kasih Tuhan.
βsebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.β β mengapa kita dapat memberi dengan sukacita? Karena kita menyadari bahwa hidup kita sendiri telah menerima begitu banyak kebaikan yang daripada Tuhan. Kita menerima kehidupan, Kesehatan, keluarga, kesempatan belajar dan sekolah, teman, dan terutama kasih karunia keselamatan dalam Tuhan Yesus. Kita tidak memberi supaya Tuhan mengasihi kita, sebaliknya kita memberi karena kita sudah lebih dahulu menerima kasih dari Tuhan. Ketika hati kita dipenuhi ucapan Syukur, memberi bukan lagi terasa sebagai kehilangan, tetapi kesempatan untuk membagikan berkat yang sudah kita terima. Dan sukacita akan kita dapatkan ketika kita mengetahui bahwa apa yang kita miliki, itu dapat menolong, menguatkan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, memberi dengan sukacita bukan soal sberapa banyak yang kita miliki, tetapi bagaimana hati kita merespon kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan dapat memakai hal-hal kecil yang kita berikan dengan tulus untuk membawa sukacita dan pertolongan bagi orang lain. Jangan menunggu sampai memiliki banyak untuk mulai memberi. Mulailah denga napa yang ada ditanganmu dan berikan dengan hati yang penuh kasih.
Jadilah pribadi yang bukan hanya senang menerima berkat, tetapi juga bersukacita ketika menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Hari ini kita belaja bahwa Memberi dengan sukacita bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, melainkan tentang ketulusan hati dalam membagikan berkat Tuhan kepada orang lain. Melalui 2 Korintus 9:7, kita belajar bahwa Tuhan menghendaki kita memberi dengan rela, bukan karena paksaan atau demi mendapatkan pujian. Karena kita telah menerima kasih dan kebaikan Tuhan, kita pun dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi sesama. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti memberikan waktu, perhatian, pertolongan, dan kemampuan yang kita miliki. Kiranya setiap pemberian kita menjadi ungkapan syukur atas kasih Tuhan dan membawa sukacita bagi orang lain.
Refleksi Diri Renungan
Kita perlu memeriksa hati kita ketika memberi kepada orang lain. Apakah kita memberi dengan tulus dan sukacita, atau karena merasa terpaksa, ingin dipuji, dan mengharapkan balasan? Melalui firman Tuhan, kita diingatkan bahwa memberi merupakan kesempatan untuk membagikan kasih yang telah kita terima dari-Nya. Kita tidak harus menunggu sampai memiliki banyak untuk menjadi berkat, sebab hal sederhana yang diberikan dengan ketulusan dapat membawa sukacita bagi orang lain. Marilah kita belajar bersyukur atas setiap kebaikan Tuhan dan menggunakan waktu, perhatian, kemampuan, serta apa yang kita miliki untuk menolong sesama dengan hati yang rela dan penuh sukacita.
Hikmat Hari Ini
Memberi dengan sukacita bukan tentang seberapa banyak yang kita berikan, melainkan seberapa tulus kita membagikan kasih Tuhan kepada sesama.
Doa Merespons Firman Tuhan Hari Ini
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih, kebaikan, dan berkat yang telah Engkau berikan dalam hidup kami. Ampunilah kami ketika kami memberi dengan hati yang terpaksa, mengharapkan pujian, atau menginginkan balasan. Ajarlah kami memiliki hati yang tulus, rela, dan penuh sukacita dalam berbagi dengan sesama. Tolong kami agar tidak hanya berfokus pada apa yang ingin kami terima, tetapi juga bersedia menggunakan waktu, perhatian, kemampuan, dan apa yang kami miliki untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya melalui setiap pemberian kami, kasih-Mu dapat dirasakan dan nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Tuhan memberkati.
MW – AdS

π₯β¨ ELOHIM YOUTH CELEBRATION β¨π₯
π§ TASTE DIFFERENT
βBe the Salt. Make a Difference!β π
π
Sabtu, 24 Oktober 2026 | π Jam 17.00 WIB
π GPdI Elohim Batu – Jl. Diponegoro No. 125, Batu
π Matius 5:13 β βKamu adalah garam dunia.β
Di tengah dunia yang mengajak kita untuk ikut-ikutan, Tuhan memanggil kita untuk berani hidup berbeda! π₯ Bukan sekadar tampil beda, tetapi membawa pengaruh Kristus lewat perkataan, sikap, dan tindakan kita. β€οΈβπ₯
π§ Be different. Be the salt. Make an impact!
Yuk, datang dan belajar menjadi generasi yang bukan cuma mengikuti arus, tetapi membawa perubahan positif di mana pun kita berada! π
π₯ DON’T JUST FOLLOW THE CROWD. BE THE SALT! Ajak temanmu dan sampai ketemu, Youth! β€οΈβπ₯
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>