Renungan Harian, Sabtu 24 Oktober 2026
Nats: Mazmur 46 : 11, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”
Syalom, dunia kita sering kali terasa seperti medan perang-baik perang fisik, konflik di media sosial, hingga pergulatan batin yang tak kunjung usai. Kita terbiasa untuk terus berlari, bekerja keras dan mencoba mengendalikan segala sesuatu. Namun Mazmur 46 memberikan sebuah “ Intrupsi ” bagi jiwa yang lelah. Mazmur ini tetap relevan dengan situasi kehidupan saat ini. Mazmur 46 : 9 – 12 Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dari Mazmur 46 : 9-12 ini :
Mengingat Perbuatan Tuhan (ayat 9-10)
Di katakan “ Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi….” Penulis mazmur mengajak kita untuk berhenti sejenak dan menoleh kebelakang bagaimana .Kedaulatan Tuhan : Dia bukan penonton yang pasif. Dia adalah Allah yang sanggup mematahkan busur panah dan membakar kereta-kereta perang. Untuk itu, Jika hari ini kita merasa “ senjata “ musuh kita (masalah keuangan, sakit penyakit, atau keretakan hubungan ) terjadi terlalu kuat ingatlah bahwa Tuhan punya kuasa untuk menghentikannya dalam sekejap. Dia adalah pemegang kendali atas sejarah dunia dan sejarah hidup kita!
Perintah untuk Diam (ayat 11a)
Berkata “ Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi ! “. Ini adalah bagian inti dari nats ini. Kata “ Diamlah” dalam bahasa Ibrani “Raphah “ yang berarti “ melepaskan atau membiarkan tangan kita terkulai. Artinya melepaskan Kontrol : kita sering merasa stress karena kita mencoba menjadi “ tuhan “ atas hidup kita sendiri. Kita menggemgam masalah kita begitu erat hingga tangan kita kaku. Tuhan berkata : “ Lepaskan. Biarkan Aku yang bekerja “. Demikian juga, pengenalan yang intim, kita tidak bisa sungguh-sungguh “ mengetahui “ bahwa Dia adalah Allah jika kita terus berisik dengan keluhan atau kesibukan kita. ketenangan adalah syarat untuk mendengar suara-Nya.
Jaminan Kehadiran-Nya (ayat 12 )
“Tuhan semesta Alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub “. Sudara sekalian dan Mazmur ini ditutup dengan sebuah proklamasi iman yang sangat kuat : yaitu dengan Tuhan sebagai Immanuel ; Tuhan semesta alam ( Yahweh Sabaoth) tidak berada jauh di sana ; Dia menyertai kita. Tetapi Dia juga kota benteng yang bagi orang Israel kota benteng adalah tempat perlindungan yang paling aman saat musuh menyerang. Allah Yakub adalah Allah yang setia pada janjiNya, bahkan ketika Yakub (manusia) penuh dengan kegagalan.
Kesimpulan
Lihatlah ke atas : yaitu berhenti memfokuskan mata pada besarnya masalah, dan mulailah memandang besarnya pekerjaan Tuhan.
Lepaskan Genggaman : apa hal yang membuat kita kuatir saat ini ? cobalah untuk “ diam “ ( Raphah) secara sadar di hadapan Tuhan hari ini. dan katakan “ Tuhan aku melepaskan kendali atas masalah ini ke dalam tangan-Mu “.
Hiduplah dalam Ketenangan : Berarti mengetahui bahwa Dia adalah Allah berarti kita tidak perlu panik. Jika Dia ditinggikan di atas seluruh bumi, maka Dia juga berdaulat atas lembah kekelaman yang mungkin sedang kita lalui. karena itu Diam dan kenallah bahwa Dia adalah Allah yang hidup yang tidak pernah meninggalkan kita.
Tuhan Memberkati
EW
Tuhan berkata : “ Lepaskan. Biarkan Aku yang bekerja “. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini. Mampukan kami Tuhan untuk mengerti “Kehendak Mu”