Renungan Harian Anak, Jumat 12 Juni 2026
Shalom, adik-adik Elohim Kids! Apa kabarnya hari ini? Kakak berharap semua dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Sebelum memulai aktivitas hari ini, mari kita belajar firman Tuhan bersama.
Adik-adik, apakah kalian pernah memberi sesuatu kepada teman, saudara, atau orang lain? Mungkin berbagi makanan, meminjamkan alat tulis, atau memberikan persembahan di gereja. Bagaimana perasaan kalian saat memberi? Apakah dengan senang hati atau karena terpaksa?
Tuhan tidak melihat seberapa besar pemberian kita, tetapi Tuhan melihat hati yang memberi dengan sukacita dan penuh kasih. Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa Tuhan senang ketika kita memberi dengan sukarela dan penuh sukacita.
Suatu hari, bapak pendeta mengumumkan bahwa ruang kelas Sekolah Minggu perlu direnovasi karena sudah mulai rusak. Beliau mengajak jemaat yang tergerak hatinya untuk memberikan persembahan bagi pembangunan kelas tersebut. Mendengar pengumuman itu, banyak jemaat berdoa dan meminta hikmat dari Tuhan. Ada yang memberikan uang, ada yang menyumbangkan bahan bangunan, dan ada juga yang membantu tenaga mereka saat pembangunan berlangsung.

Mereka tidak memberi karena dipaksa, tetapi karena mereka mengasihi Tuhan dan ingin anak-anak memiliki tempat yang nyaman untuk beribadah dan belajar firman Tuhan. Semua memberi dengan sukacita sesuai kemampuan masing-masing. Beberapa waktu kemudian, renovasi selesai. Ruang Sekolah Minggu menjadi lebih bersih, nyaman, dan indah. Anak-anak pun bisa beribadah dengan sukacita. Semua itu terjadi karena banyak orang rela memberi dengan hati yang gembira.
Dalam bacaan hari ini, Ezra 2:68-70, diceritakan bahwa ketika bangsa Yehuda tiba di Yerusalem, mereka datang ke rumah Tuhan dengan hati yang bersyukur. Mereka ingin membangun kembali rumah Allah yang telah rusak. Karena itu, mereka membawa persembahan sukarela. Ada yang memberi emas, ada yang memberi perak, ada yang memberi kain, dan ada yang memberikan apa yang mereka miliki. Mereka tidak dipaksa dan tidak memberi karena ingin dipuji orang lain. Mereka memberi sesuai kemampuan dan dengan hati yang rela.

Dari kisah ini kita belajar bahwa memberi bukan hanya tentang uang atau barang yang banyak. Yang terpenting adalah hati yang mengasihi Tuhan dan mau berbagi dengan sesama. Tuhan tidak pernah memaksa kita memberi. Tuhan ingin kita belajar menjadi anak yang murah hati. Ketika kita memberi dengan sukacita, kita sedang meniru sifat Tuhan yang penuh kasih dan suka memberkati.
Memberi juga tidak selalu berupa uang. Kita bisa memberikan waktu untuk membantu orang tua, memberikan perhatian kepada teman yang sedih, berbagi makanan, meminjamkan alat tulis, atau membantu teman yang kesulitan belajar. Semua itu adalah bentuk pemberian yang berharga di mata Tuhan. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:7 mengingatkan bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Karena itu, setiap kali kita memberi persembahan atau membantu orang lain, lakukanlah dengan hati yang senang dan penuh kasih.
Melalui renungan Hari ini, cobalah belajar berbagi dengan sukacita. Jika memiliki makanan lebih, bagikan kepada teman. Jika melihat orang tua membutuhkan bantuan, segera bantu tanpa diminta. Saat memberi persembahan di gereja, berikan dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan. Ingatlah bahwa setiap kebaikan kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi berkat besar bagi orang lain.
Kesimpulan Renungan
Adik-adik, Tuhan senang melihat anak-anak-Nya yang memiliki hati yang murah hati. Bangsa Yehuda memberi persembahan dengan sukarela untuk membangun rumah Tuhan. Demikian juga kita, Tuhan ingin kita belajar memberi dengan sukacita, bukan karena terpaksa. Ketika kita memberi dengan hati yang rela, kita sedang menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain dan memuliakan nama-Nya.
Ayat Hafalan
đź“– 2 Korintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Komitmenku Hari Ini
Aku mau belajar memberi dengan sukarela, penuh kasih, dan sukacita untuk Tuhan dan sesamaku.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih untuk semua berkat yang Engkau berikan kepadaku. Ajarku memiliki hati yang murah hati dan suka berbagi. Tolong aku supaya dapat memberi dengan sukacita, bukan karena terpaksa, tetapi karena aku mengasihi Engkau. Pakailah hidupku menjadi berkat bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
Memberi dengan sukacita adalah cara sederhana untuk menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain.
Tuhan Yesus Memberkati
YNP – GCT
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>