Renungan Harian Anak, Sabtu 02 Desember 2023
Syalom selamat pagi adik-adik elohim kids yuk sebelum beraktivitas, kita meluangkan waktu untuk membaca dan mendengarkan renungan firman Tuhan hari ini
Fino dan Roni tiga tahun ini menekuni olahraga Bulu Tangkis. Dan di sekolahnya mengumumkan tentang kompetisi lomba bulu tangkis antar sekolah, dan mereka berdua terpilih mewakili sekolahnya bertanding. Mereka pun mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan giat berlatih dan menjaga kondisi fisiknya. Saat waktu kompetisi tiba, kompetisi berlangsung sangat seru. Karena sudah mempersiapkan diri, Keduanya mampu mengalahkan satu per satu wakil sekolah lainnya sampai akhirnya mereka sama-sama masuk babak semi final.
Meski sudah berusaha sebaik mungkin, ternyata Fino mengalahkan Roni, dengan 3 set yang menegankan. Meski kecewa, Roni bersikap sportif. “Aku sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi Fino sudah bermain lebih baik dari aku, dan aku doakan kamu bisa memenangkan kompetis ini” pikirnya. Roni memberi ucapan selamat kepada Foni dengan tulus dan tidak simpan dendam.

Kisah diatas adalah contoh dari sikap kebesaran hati, menerima kelebihan dari orang lain. Mari kita renungkan tentang kebesaran hati yang terpancar dalam kisah persahabatan luar biasa antara Daud dan Yonathan. Mereka saling mengasihi dan mendukung satu sama lain, bahkan ketika mereka menghadapi kesulitan. Daud dan Yonathan menjadi sahabat karib karena mereka memiliki kesamaan. Mereka berdua adalah orang-orang yang takut akan Tuhan dan memiliki hati yang baik. Mereka juga sama-sama memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa.
Kebesaran hati Yonathan tercermin dari sikap tidak iri atau cemburu satu sama lain. Meskipun Daud adalah calon raja yang diurapi, Yonathan dengan tulus mendukungnya. Ini mengajarkan kita bahwa memiliki hati yang besar berarti dapat bersukacita dalam kesuksesan sahabat tanpa rasa dengki.
Kebesaran hati juga berarti menjaga janji persahabatan. Daud dan Yonathan saling berkomitmen untuk selalu mendukung satu sama lain, bahkan ketika situasi sulit. Yonathan setia pada janji persahabatannya dengan Daud, bahkan ketika hidup mereka terancam oleh keputusan ayah Yonathan.
Yonatan menyadari bahwa Daud lebih baik darinya. Dia tahu bahwa Daud lebih dikehendaki Tuhan untuk menjadi raja. Namun, Yonatan tidak marah atau cemburu. Sebaliknya, dia dengan tulus mengakui hal ini kepada Daud. Dia bahkan menguatkan kepercayaan Daud kepada Tuhan. Kisah Yonatan mengajarkan kita bahwa kebesaran hati adalah penting, bahkan ketika kita harus menghadapi orang yang lebih baik dari kita. Kita harus tetap rendah hati dan mengakui keunggulan orang lain.
Ayat Hafalan
Amsal 14:32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
Komitmenku hari ini
Aku mau belajar memiliki kebesaran hati untuk saling mendukung dan menolong satu dengan yang lainnya
YNP – TPR
PENGUMUMAN
Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Onsite di Gedung Gereja ya besok hari minggu jam 8.00 dengan tema
“Pujian Zakaria”

Kita akan Belajar dari kisah Kelahiran Yohanes Pembaptis dan Pujian dari Zakharia dalam Lukas 1:57-80. Kita tahu bahwa Tuhan menepati janji-Nya kepada Zakharia dengan kelahiran Yohanes Pembaptis dan Anak mau bersyukur karena kebaikan Tuhan dalam hidupnya
Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.
Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.