Elohim Ministry youth JANGAN KUATIR AKAN HIDUPMU

JANGAN KUATIR AKAN HIDUPMU



Renungan Harian Youth, Senin 04 Desember 2023

Siapakah di antara kita yang sama sekali tidak kuatir akan hidupnya? Rata-rata orang akan menjawab,  pernah kuatir bahkan sering kuatir akan hidupnya. Misalnya, kuatir akan kesehatannya, kuatir akan studinya, kuatir akan pasangan hidupnya, kuatir bagaimana masa depannya, bagaimana ekonomi ke depannya, dan lain sebagainya. Arti dari kata kuatir, adalah takut, gelisah, cemas terhadap sesuatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Kekuatiran adalah sikap berpikir berlebihan atau terlalu cemas tentang suatu masalah atau situasi.

Rekan-rekan youth, semakin bertambahnya usia, kekuatiran manusia akan hidupnya akan semakin bertambah. Sewaktu kita kecil misalnya, jarang sekali kita merasa kuatir karena kita yakin semua keperluan kita pasti akan disediakan orang tua kita. Kini, saat kita harus mandiri, kita mulai pikir pikir, bisa tidak ya kita membiayai hidup kita sendiri? Sebenarnya dari manakah kekuatiran itu berasal?

Orang yang kuatir adalah orang yang meragukan penyertaan Tuhan dalam hidupnya dan orang yang kuatir adalah orang belum mengenal benar siapa Allah itu dan bagaimana kuasa-Nya.

Mengapa kita harus ragu dan kuatir padahal Tuhan dipihak kita. Mengapa kita harus kuatir, apakah Tuhan kita kurang baik dan kurang memperhatikan kita?

Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Di seluruh surat Filipi, Paulus menggambarkan kehidupan Kristen sebagai kehidupan yang penuh sukacita (Filipi 1:4, 25; 2:2, 29; 4:1) dan mendorong para pembacanya untuk bersukacita (Filipi 3:1; 4:4). Inilah panggilan besar dan kebutuhan besar gereja Kristen saat ini. Apa pun keadaan kita, kaya atau miskin, dalam keadaan senang atau menderita, kita dipanggil untuk bersukacita di dalam Tuhan (Filipi 4:10-13). Injil akan berlipat ganda bukan ketika orang-orang Kristen di seluruh dunia menunjukkan kecerdasan yang unggul, atau berkat materi, atau pengaruh sosial. Injil akan bertumbuh ketika kita memperlihatkan sukacita, sukacita yang tidak dapat dikalahkan, apa pun keadaannya.Filipi 1:4, 25; 2:2, 29; 4:1 ) dan mendorong pembacanya untuk bersukacita ( Filipi 3:1; 4:4 ). Inilah panggilan besar dan kebutuhan besar gereja Kristen saat ini. Apa pun keadaan kita, kaya atau miskin, dalam keadaan senang atau menderita, kita dipanggil untuk bersukacita di dalam Tuhan ( Filipi 4:10–13 ). Injil akan berlipat ganda bukan ketika orang-orang Kristen di seluruh dunia menunjukkan kecerdasan yang unggul, atau berkat materi, atau pengaruh sosial.

Injil akan bertumbuh ketika kita memperlihatkan sukacita, sukacita yang tidak dapat dikalahkan, apa pun keadaannya.

Rahasia mengatasi khawatir adalah doa dalam bentuk khusus seperti Paulus tulis dalam Filipi 4:6-7 dan ini akan menolong kita memiliki pola pikir yang benar dalam menghadapi segala situasi.  Mari kita lihat bersama:

1. Belajar Menerima Situasi

Para psikolog berpendapat bahwa menerima situasi yang sering ditolak misalnya keadaan buruk adalah cara terbaik untuk mampu memulai mengurangi rasa kuatir. Dalam hal ini khususnya anak-anak Tuhan bukanlah hal yang sukar untuk dilakukan. Karena orang yang mengenal

Dia tahu bahwa situasi yang menghawatirkan sekalipun tidak berarti bahwa Allah sedang meninggalkan umat-Nya. Tetapi justru anak-anak Allah tahu kepada siapa ia datang. Yah.. memang tidak mudah untuk memutar balik perasaan kita, akan tetapi ini juga adalah bagian daripada proses anak-anak Tuhan untuk semakin dewasa dalam menyikapi segala sesuatu bahwa kemungkinan masalah besar yang akan terjadi.

2. Berharap kepada Allah

‘berharap’ adalah kata klasik yang sangat sering digunakan oleh orangorang Kristen untuk menantikan sesuatu yang lebih baik dalam hidupnya. Tidak hanya orang kristen tetapi mereka yang memiliki ideologi sekuler. Berharap adalah sikap terbaik tanpa harus menguras energi dan memperburuk suasana, karena berharap adalah salah satu usaha kognitif untuk menerima sesuatu yang lebih baik.. Dalam hal ini orang Kristen adalah ahli dalam berharap, suka menaruh harap terkhususnya kepada Tuhan. Namun tidak jarang pula orang Kristen yang sebelumnya berhadap tetapi oleh karena goncangan dan kekhawatiran membuat pengharapannya pudar melemah, bahkan berhenti berharap (hopeless). Untuk menemukan kembali sikap ini, kita perlu datang kembali sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk memperbaiki sikap hati kita yang mulai dingin kepada Tuhan, melalui firman dan hikmat yang Ia berikan dapat menolong kita untuk berdamai kembali dengan diri kita. Hal ini kiranya tidak dapat dipandang sepele tetapi lebih baik secepatnya datang kepada Tuhan dengan doa, nyanyian pujian, sertamembaca firman Tuhan sebagai sumber kekuatan kita.

Nyatakanlah segala hal keinginanmu, apa pun yang kita inginkan untuk kita raih dari Tuhan, mari jangan berhenti berharap. Yang terbaik akan Tuhan sediakan bagi kita.

3. Mengucap Syukur

Dalam ajaran kekristenan mengucap syukur adalah cara terbaik untuk menerima segala hal atau apa pun yang kita alami. Mulai dari yang terburuk sampai yang terbaik. Tindakan mengucap syukur membuat disukai Allah, karena hal ini tandanya bahwa kita menghargai setiap kehidupan kita bahkan situasi yang buruk sekalipun. Allah akan sangat menyukai pribadi-pribadi yang mengucap syukur untuk kemudian berkat-berkat Tuhan akan dialirkan kembali kepada kita.

Lebih lanjut, tidak lupa bahwa mengucap syukur ini kita bahwa dalam doa dan permohonan-permohonan kita kepada Allah, kita anak-anakNya akan sangat dikasihi dan memberikan kedamaian dan jalan keluar untuk setiap masalah-masalah kita.

4. Siap Menerima Berkat

Melalui Doa dan permohonan disertai dengan ucapan syukur, serta tanpa rasa kuatir, takut, dan cemas maka Allah sendiri akan memelihara hati dan pikiran kita untuk tertuju kepada Dia. Dengan demikian, kita sebagai anak-anaknya siap untuk mendapat berkat yang tak terduga dan sangat jauh melebihi kekhawatiran kita. Ia berkata Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Karena itu, jangan tenggelam dalam kekuatiran. Percayalah kepada Tuhan. Dia sudah menyediakan yang terbaik. Kuatir itu juga tidak ada gunanya. Kalau kita memang benar benar mengenal siapa Dia, harusnya kita tidak perlu lagi meragukan penyertaan-Nya dalam hidup kita. Segera menjauh dari dosa, karena dosa adalah awal dari kekuatiran.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

EYC 02122023-YDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *