Elohim Ministry umum Menerima tanpa Prasangka

Menerima tanpa Prasangka



Renungan Harian, Sabtu 21 Februari 2026

Roma 15:7, “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah”

Syalom saudara-saudara dalam Tuhan Yesus Kristus dalam berteman sebagian besar kita akan memasang setandar kelayakan, seperti misalnya memiliki karakter yang baik, tidak memiliki catatan yang buruk di masa lalu dan bersih dari masalah dan beberapa hal yang memberikan keuntungan sehingga nama baik kita terjaga.

Tetapi beda dengan teladan yang diberikan Tuhan Yesus, Tuhan Yesus hadir kedunia untuk berteman dengan manusia berdosa. Dia begitu sempurna tanpa dosa mau menjadi sahabat orang berdosa, bahkan Ia mau bertaruh nyawa demi keselamatan para pendosa. Melalui pengorbanan Kristus kiranya menjadi pendorong bagi kita untuk memiliki kasih yang serupa dan mau menerima sesama adalah cara kita memuliakan Allah.

Renungan kita hari ini dalam Roma 15:7, “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah”, menekankan pentingnya menerima sesama tanpa prasangka. Dasar penerimaan ini adalah Kristus yang menerima manusia apa adanya, bukan karena kelayakan, sehingga membawa kemuliaan bagi Allah.

Poin Penting Renungan:

Standar Penerimaan: Kita dipanggil untuk saling menerima sama seperti Kristus telah menerima kita: dengan kasih, tanpa syarat, dan tanpa penghakiman.

Tujuan Utama: Tindakan menerima perbedaan (latar belakang, karakter, atau kelemahan) bertujuan memuliakan Allah, bukan untuk menyenangkan diri sendiri atau menghakimi orang lain.

Membangun Kesatuan: Perbedaan dalam jemaat atau komunitas bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kasih Kristus yang menyatukan.

Penerimaan yang tulus menuntut kerendahan hati untuk melepaskan ego, menutupi kesalahan orang lain dengan kasih, dan meneladani Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, saudara sekalian keberhasilan pengenalan kita akan Kristus ditandai dengan terjadinya pemulihan hidup manusia baru dalam kekudusan dan pemulihan itu terjadi karena kasihNya yang lebih dulu mendorong kita untuk menerima sesama dengan kasih. Sebab itu kita harus rela mengorbankan waktu, materi, gengsi, juga perasaan seperti Kristus yang terlebih dahulu berkorban nyawa demi kita.

Karena itu mengasihi sesama adalah perintah Tuhan. Yohanes 13 : 34-35,……” Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saking mengasihi !.

Matius 22 : 39   dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Hikmat hari ini:

Kita menerima dan mengasihi sesama karena demikianlah cara kita memuliakan Allah yang telah lebih dulu menerimadan mengasihi kita.

Tuhan Memberkati

EW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *