Elohim Ministry youth MENGHADAPI RASA TERTOLAK

MENGHADAPI RASA TERTOLAK



Renungan Harian Youth, Jumat 28 Maret 2025

Syalom rekan-rekan Youth semuanya? Bagaimana kabarnya hari ini, mungkin rekan-rekan Sebagian besar sudah memasuki hari liburan dan buat rekan-rekan yang masih bekerja tetap semangat ya …
Rekan-rekan Pernahkah kamu merasa tidak diinginkan? Pernahkah kamu mengalami momen di mana seseorang yang kita kasihi justru menolak kehadiran kita? Rasa tertolak adalah pengalaman yang menyakitkan.

Ketika kita ditolak, kita cenderung merasa tidak berharga. Kita berpikir bahwa kita tidak cukup baik, tidak cukup menarik, atau tidak cukup penting. Iblis sangat memahami betapa kuatnya rasa tertolak untuk menghancurkan harga diri seseorang. Ia tidak selalu menyerang kita secara langsung untuk membuat kita menyangkal Tuhan, tetapi sering kali ia menyerang kita melalui perasaan dan emosi, membuat kita percaya bahwa kita tidak diinginkan, bahkan oleh Tuhan.

Namun, kebenaran firman Tuhan berkata sebaliknya: Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. (Mazmur 27:10). Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak peduli seberapa besar penolakan yang kita alami dari manusia, Tuhan tetap menerima kita dengan kasih-Nya yang sempurna.

Daud dan Pengalamannya dengan Penolakan
Daud, yang menulis Mazmur 27, adalah seseorang yang tahu betul bagaimana rasanya ditolak. Sejak muda, ia mengalami banyak penolakan:
Ditolak oleh ayahnya sendiri. Ketika Nabi Samuel datang ke rumah Isai untuk mengurapi raja yang baru, Isai sama sekali tidak menganggap Daud sebagai calon potensial. Ia hanya memanggil anak-anaknya yang lain dan melupakan Daud, yang saat itu sedang menggembalakan domba (1 Samuel 16:11). Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan Daud saat mengetahui bahwa ayahnya sendiri tidak memperhitungkannya.
Ditolak oleh Raja Saul, Setelah Daud mengalahkan Goliat dan mulai mendapatkan popularitas, Raja Saul justru iri kepadanya. Saul berusaha membunuh Daud berkali-kali, memaksanya hidup sebagai buronan dan melarikan diri ke berbagai tempat (1 Samuel 18-26).

Meskipun mengalami penolakan demi penolakan, Daud tidak membiarkan rasa tertolak itu menguasainya. Ia memilih untuk tetap bersandar pada Tuhan, percaya bahwa penerimaan Tuhan jauh lebih berarti daripada penerimaan manusia.

Jika ada seseorang yang benar-benar memahami bagaimana rasanya ditolak, itu adalah Yesus Kristus. Yesaya 53:3 berkata: “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia dan bagi kita pun Ia tidak dihargai.”
Alkitab mencatat Yesus mengalami berbagai bentuk penolakan: Ditolak oleh orang-orang sebangsanya sendiri (Yohanes 1:11). Ditolak oleh banyak murid-Nya yang pergi meninggalkan-Nya (Yohanes 6:66). Ditolak bahkan oleh salah satu murid terdekat-Nya, Petrus, yang menyangkal-Nya tiga kali (Lukas 22:61-62) dan dia dijual oleh muridNya sendiri (Matius 26:14-15)
Namun, meskipun ditolak, Yesus tetap melanjutkan misi-Nya dengan penuh kasih. Ia tetap memilih untuk mati di kayu salib demi menyelamatkan manusia yang menolak-Nya. Ini menunjukkan bahwa penolakan manusia tidak menentukan nilai kita. Hanya penerimaan Tuhan yang sungguh berarti.

Billy Graham, dari Penolakan Menjadi Kebangkitan

Billy Graham (1918-2018) adalah seorang penginjil Kristen Evangelis Amerika yang terkenal di abad ke-20. Ia dikenal karena khotbahnya yang berapi-api, persahabatannya dengan banyak presiden AS, dan misi pengabarannya yang besar. Dia pernah mengalami penolakan dalam hidupnya. Ketika Billy muda memutuskan untuk melayani Tuhan, ia mendaftar ke Bob Jones College (sekarang Bob Jones University), sebuah sekolah Kristen yang terkenal ketat. Namun, di awal studinya, ia merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang sangat disiplin. Akhirnya, pihak sekolah menilai Billy Graham sebagai siswa yang “kurang berpotensi” dan bahkan ada yang mengatakan bahwa ia “tidak akan menjadi apa-apa dalam pelayanan.”. Namun, ia tidak membiarkan rasa tertolak itu menghancurkannya. Sebaliknya, ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan memakai dirinya. Pada akhirnya, Billy Graham menjadi penginjil yang membawa jutaan orang kepada Kristus. Apa yang membuat perbedaannya? Ia memahami bahwa nilai dirinya tidak bergantung pada bagaimana orang lain menerimanya, tetapi pada bagaimana Tuhan menerimanya.

Bagaimana Kita Seharusnya Merespons Penolakan?
Ketika mengalami penolakan, kita memiliki dua pilihan: tenggelam dalam kesedihan atau bangkit dan memandang kepada Tuhan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita ambil:

1. Jangan percaya kebohongan iblis. Iblis ingin kita merasa tidak berharga, tetapi firman Tuhan berkata bahwa kita adalah ciptaan yang berharga di mata-Nya (Mazmur 139:14).

2. Sadari bahwa penolakan manusia bukanlah akhir dari segalanya. Jika satu pintu tertutup, Tuhan bisa membuka pintu lain yang lebih baik. Tuhan sering menggunakan penolakan untuk mengarahkan kita ke dalam rencana-Nya yang lebih besar.

3. Fokus pada penerimaan Tuhan. Efesus 1:4-5 mengatakan bahwa kita telah dipilih, dikasihi, dan diadopsi oleh Tuhan sebelum dunia dijadikan. Ini berarti kita memiliki nilai yang luar biasa di mata Tuhan.

4. Bangkit dan tetap berjuang. Jangan biarkan penolakan menghentikan langkah kita. Bangkitlah, terus perbaiki diri, dan jalani hidup dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan punya rencana yang indah untuk kita.

Rasa tertolak memang menyakitkan, tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Daud, Yesus, dan banyak tokoh besar dalam sejarah Kristen mengalami penolakan, tetapi mereka tidak membiarkannya menghancurkan mereka. Ketika kita merasa tidak diinginkan oleh manusia, ingatlah bahwa Tuhan selalu menerima kita dengan kasih-Nya yang tidak bersyarat.

Pokok Doa:
Ya Allahku, aku bersyukur pada-Mu atas berkat-berkat rohani yang kuterima di dalam Kristus. Aku sadar betapa berharganya aku di hadapan-Mu. Kiranya Roh Kudus menolongku untuk memiliki pikiran yang benar tentang nilai dan citra diriku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Ayo bangkit dan jalani hidup dengan penuh keyakinan! Tuhan Yesus memberkati! 🙏✨

YNP – TVP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *