Renungan harian Jumat, 19 Juli 2024
Warisan merupakan ungkapan kehormatan dan dukungan yang diberikan oleh kepala keluarga kepada generasi keturunannya. Pemberian itu dimaksudkan bagi pemeliharaan dan status keluarga.
Dalam Alkitab, hal WARISAN paling banyak dibahas dalam bagian PERJANJIAN LAMA dalam konteks dimana Allah mewariskan Tanah Perjanjian kepada umat pilihanNya Israel. Bahkan Alkitab memberi peraturan khusus mengenai hak waris tanah keluarga.
Ketika Raja Daud menyampaikan WARISAN kepada putranya, yaitu SALOMO
1 Tawarikh 28:1-21, WARISAN yang dipercayakan Daud kepada Putranya … setiap pemimpin dan pembesar di Israel datang. Raja Daud yang telah lanjut usia akan membacakan warisannya dan mereka semua berkumpul dengan harapan yang besar. Pikiran tentang perhiasan, barang antik yang berharga, dan tanah yang bernilai memenuhi benak mereka. Mereka berkesimpulan bahwa pembacaan warisan itu akan dipenuhi dengan harta yang tak terkira banyaknya. Pembacaan itu sangat mengejutkan setiap orang. Benar, ada harta yang sangat banyak tetapi mereka tidak meninggalkannya bagi penasihat raja yang terdekat, panglima perangnya, atau bahkan putra kesayangannya yang akan menggantikan dia naik takhta. Daud meninggalkan harta kekayaan bagi Tuhan. Setiap gram dari emas dan peraknya diberikan untuk membangun bait Allah. Warisan adalah sesuatu yang ditinggalkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Daud yang telah umur itu memutuskan untuk meninggalkan warisan yang akan tahan segala zaman, ia tahu harta materi akan lenyap, tetapi harta dari Tuhan akan kekal selamanya.
WARISAN yang DITINGGALKAN Sebagai seseorang yang telah lanjut usia, Daud memanggil seluruh jajaran pemerintahan di Israel untuk mendengarkan nasihatnya bagi salomo, anaknya, pewarisnya. Ketika semua pembesar dan pegawai istana menunggu dengan antisipasi dan antusias, ia berdiri dan menugaskan anaknya: “Dan engkau, anakku , Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia akan berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selama-lamanya (1 Tawarikh 28:9).
Warisan Daud bagi anaknya adalah KASIH KEPADA TUHAN dan PERINTAH TUHAN yang harus dilakukan
Perjanjian Baru tidak lagi berbicara warisan jasmani, melainkan warisan rohani.
Dalam Lukas 12:13-21, Yesus mengingatkan potensi yang ditimbulkan warisan duniawi, dengan menjelaskan bahwa hal itu seringkali melahirkan keserakahan dan obsesi terhadap harta. DAN akan jauh lebih baik untuk mengumpulkan harta di surga. Warisan kita, sebagaimana halnya dengan Israel, berasal dari Allah (Kisah 20:32; Efesus 1:11,14,18). Dan, seperti Abraham (Ibrani 11:8,13), kita tidak menerima warisan kita sekarang di dunia ini (1 Petrus 1:4).
Sebagai orang percaya, kita MENGHIDUPI Hukum Perjanjian Baru, yaitu Perintah Agung – mencintai Allah dan mencintai sesama (Matius 22:34-40).
Mengenai warisan, kita belajar bagaimana orang tua memastikan kebutuhan keluarganya terpenuhi setelah kematiannya karena KASIH. Di jaman modern ini, yang diwariskan tidak terbatas pengertiannya pada sekedar tanah atau harta benda. Kita mewariskan karakter yang baik, memastikan anak kita terpelajar, ataupun melatih keterampilan mereka. Alkitab tentunya mendukung konsep dimana orang tua mewariskan harta benda mereka pada anak-anak mereka. Namun, warisan seharusnya merupakan tindakan kasih, merupakan cara terakhir orang tua mengungkapkan kasih dan penghargaan bagi anak-anak mereka. Tanggung-jawab orang tua yang terpenting adalah memastikan anak-anak mereka sadar akan warisan yang diterima ketika mengikuti Kristus.
Orang tua harus mengajar anak-anak mereka tentang
HARAPAN AKAN ALLAH
Ulangan 6:6-9, Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
- MEMBAWA KETURUNAN MEREKA PADA KRISTUS
Markus 10:14, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Dengan demikian, orang tua dapat memenuhi kebutuhan generasi keturunan mereka HAL YANG TERPENTING. Setelah multimiliuner J.P. Morgan (seorang pendiri General Electric) meninggal, seluruh keluarga berkumpul untuk membuka wasiatnya. Orang mengira sebagian besar isinya mengenai uang. Namun mereka salah. Berikut petikannya: “Saya menyerahkan jiwa saya ke tangan Sang Juru Selamat. Saya telah ditebus dan disucikan oleh darah-Nya, sehingga Dia akan membawa jiwa saya tanpa cacat cela kepada Bapa surgawi. Karena itu saya minta agar anak-anak terus mempertahankan dan menjalankan pengajaran mengenai penebusan sempurna oleh darah Kristus yang tercurah; dengan segala tantangan, risiko, maupun pengorbanan pribadi yang menyertainya.”
Kebanyakan orangtua berpikir keras hendak mewariskan sebanyak mungkin uang bagi anak-anaknya. Namun, J.P. Morgan memberi kita pandangan yang berbeda. Sebagai warisan terutama dan termahal, Morgan lebih memilih mewariskan iman kepada Kristus bagi anak-anaknya. Segala bentuk harta benda-sebaik apa pun kita menyimpannya, dapat habis dan lenyap. Namun, iman kepada Kristus memberi hidup yang takkan layu.
Mari kita mulai mewariskan iman semacam ini kepada anak-anak kita, mulai hari ini, yakni melalui pembicaraan yang berulang-ulang tentang firman Tuhan.
- Tentang Kristus yang menanggung hukuman dosa kita di kayu salib, agar kita memiliki hak untuk hidup kekal bersama-Nya.
- Tentang bagaimana anak Tuhan belajar menaati dan melakukan kehendak-Nya.
- Tentang cinta Allah yang nyata dalam kehidupan masing-masing pribadi.
Niscaya warisan itu akan menjadi harta paling berharga, kapan pun anak-anak akan membuka surat wasiat kita
UANG DAN HARTA MEMANG BERGUNA DI DUNIA NAMUN HANYA IMAN PADA KRISTUS YANG BERGUNA DI SURGA
Pdt. Budi Wahono
Bacaan Alkitab hari ini : Kitab 2 Raja-Raja pasal 2 dan 3