Renungan Harian Anak, Jumat 18 September 2026
Syalom adik-adik … Pernahkah kamu melihat seorang anak yang suka mengganggu teman, membuat keributan, atau tidak mau mendengarkan guru? Biasanya teman dan guru akan merasa tidak nyaman dengan sikap seperti itu. Sebaliknya, ada juga anak yang suka menolong, mau mendengarkan nasihat, berkata dengan sopan, dan memperhatikan perasaan orang lain. Anak seperti ini biasanya lebih mudah disukai dan dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, yang paling penting bukan hanya apakah kita disukai oleh teman atau guru. Kita harus belajar memiliki hidup yang menyenangkan hati Tuhan. Hari ini kita belajar dari Samuel, seorang anak yang bertumbuh semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia.
Joko dan Toni sering mengajak teman-temannya membuat keributan di kelas. Mereka suka mengganggu teman dan tidak mau mendengarkan nasihat guru. Akibatnya, guru dan teman-teman merasa sedih dan tidak nyaman. Orang tua mereka juga sedih ketika mengetahui perilaku mereka. Kita tidak perlu meniru sikap seperti itu. Kita dapat memilih untuk menjadi anak yang mau mendengarkan, menghargai teman, dan melakukan kebaikan.

Belajar dari Samuel
Dalam 1 Samuel 2:18-26, kita melihat Samuel yang masih muda melayani Tuhan. Samuel tinggal dan belajar di bawah bimbingan Imam Eli. Ia terus bertumbuh dan menjalankan tugasnya dengan setia. Alkitab mengatakan: “Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia.” (1 Samuel 2:26). Samuel bukan menjadi anak yang disukai karena ia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Samuel bertumbuh dengan sikap yang baik dan hidup dalam pelayanan kepada Tuhan.

Dari Samuel, kita belajar bahwa ketaatan dan sikap baik perlu dilatih sejak kecil. Ketika orang tua meminta kita melakukan sesuatu yang baik, kita belajar menurutinya. Ketika guru mengajar, kita belajar mendengarkan. Ketika teman membutuhkan pertolongan, kita dapat membantu. Ketika melakukan kesalahan, kita berani mengakuinya dan meminta maaf.
Menjadi anak yang menyenangkan hati Tuhan juga berarti tidak ikut-ikutan melakukan hal yang salah. Mungkin teman mengajak mengejek anak lain, membuat keributan, atau melanggar aturan. Kita dapat berkata, “Aku tidak mau ikut, itu tidak baik.” Kita juga perlu mengingat bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan merasa lebih hebat daripada teman. Belajarlah menghargai semua orang, termasuk teman yang berbeda kemampuan atau memiliki kebiasaan yang berbeda. Samuel bertumbuh semakin besar dan semakin disukai di hadapan Tuhan dan manusia. Ini mengingatkan kita bahwa pertumbuhan seorang anak bukan hanya tentang menjadi semakin tinggi atau semakin pintar. Kita juga perlu bertumbuh dalam karakter: semakin taat, semakin jujur, semakin suka menolong, semakin sopan, dan semakin mengasihi Tuhan serta sesama.
Jadilah anak yang membuat Tuhan bersukacita melalui perkataan dan perbuatanmu. Anak yang menyenangkan hati Tuhan bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar taat, berbuat baik, dan mengasihi orang lain.
Kesimpulan Renungan
Samuel menunjukkan kepada kita bahwa anak-anak juga dapat hidup untuk menyenangkan hati Tuhan. Ia bertumbuh bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam sikap dan pelayanannya. Kita pun dapat menjadi anak yang disukai Tuhan dan dihargai orang lain dengan belajar taat, sopan, jujur, suka menolong, dan mengasihi sesama. Mari bertumbuh setiap hari menjadi anak yang membawa sukacita bagi Tuhan dan orang-orang di sekitar kita.
Ayat Hafalan
1 Samuel 2:26, “Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia.”
Komitmenku Hari Ini
“Aku mau menjadi anak yang menyenangkan hati Tuhan. Aku akan belajar taat, berbuat baik, menghargai teman, dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku.”
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Tuhan mengajarkanku melalui Samuel untuk menjadi anak yang baik dan taat. Tolong aku supaya mau mendengarkan nasihat orang tua dan guru, menghargai teman, suka menolong, dan tidak ikut melakukan perbuatan yang salah. Ajarlah aku untuk bertumbuh semakin mengenal Tuhan dan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Mu. Jadikanlah aku anak yang membawa sukacita bagi Tuhan dan sesamaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
“Aku mau bertumbuh menjadi anak yang menyenangkan hati Tuhan melalui sikap, perkataan, dan perbuatanku.”
YNP – GCT
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>