Elohim Ministry youth MENUTUP BABAK KEHIDUPAN DENGAN BAIK

MENUTUP BABAK KEHIDUPAN DENGAN BAIK



Renungan Harian YOUTH,  29 Maret 2025

 2 Timotius 4:7, Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Dalam kehidupan pasti ada awal dan ada akhirnya. Jika kita membaca sebuah buku dari awal sampai akhir, maka kita akan mendapatkan serangkaian cerita yang lengkap. Mengawali, menjalani dan mengakhiri dengan baik dapat menjadi sebuah moto dalam kehidupan kita. Dalam Alkitab banyak tokoh di Alkitab yang kita tau mengakhiri pertandingan dengan baik dan memelihara iman. Namun ada pula yang tidak mengakhirinya dengan baik. Bahkan ada juga orang-orang yang hidupnya ditengah-tengah kelimpahan, namun tidak waspada dan berakhir tidak baik.. Bisa jadi mereka kehilangan fokus akan hal-hal penting yang seharusnya kita perhatikan dan lakukan.

Dalam 2 Timotius 4:7-8 ini, Paulus menggambarkan kehidupan kita seperti berada di arena pertandingan lari. Dimulai dari titik awal dan diakhiri di garis finish. Paulus berbicara bagaimana bagian akhir hidupnya dimana nantinya ia akan mengakhiri hidupnya sebagai martir. “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku. Melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

Dalam Pelayanannya, Rasul Paulus telah membuktikan bahwa ia telah mencapai kesuksesan yang luar biasa. Paulus memberitakan Injil dan memenangkan banyak jiwa. Ia membela iman dihadapan para pengajar palsu, serta menulis surat-surat yang masih dibaca sampai sekarang. Namun kesuksesan tersebut tidaklah menjadi fokusnya. Paulus selalu focus dengan Kristus yang menjadi tujuan hidupnya.

Walaupun menghadapi banyak bahaya yang mengancaam, namun Paulus tetap optimis mewartakan Injil Kristus.

Pernyataan rasul Paulus dalam tulisannya dalam 2 Timotius 4:7-8 ini membuktikan bahwa :

  • Hidup kita adalah sebuah pertandingan, Suatu proses yang membutuhkan usaha, kedisiplinan dan ketekunan. Perlunya persiapan diri menghadapi berbagai rindatangan dan halangan dalam setiap babak pertandingan yang kita jalani.
  • Harus Fokus pada tujuan akhir. Meskipun menghadapi kesulitan ataupun kenyamanan yang menggoda kita, kita tidak boleh menyerah ditengah jalan dan tetap harus mengarahkan focus kita kepada Tuhan yesus yang memimpin jalan kita. Tantangan yang kita hadapi memberikan sebuah ujian iman bagi kita dimana kita harus memelihara semangat dan komitmen kita kepada Tuhan. Ada mahkota kebenaran yang akan kita terima diakhir pertandingan hidup kita.
  • Kembangkan kebiasaan rohani yang konsisten. Mengembangkan kebiasaan rohani secara konsisten tidaklah gampang. Butuh ketekunan untuk kita berdoa dan membaca alkitab secara konsisten. Bahkan untuk hal ini, kita memerlukan komunitas orang percaya untuk saling mengingatkan, menguatkan dan membimbing kita agar rohani kita semakin bertumbuh. Kekuatan dari Tuhan dan komunitas orang percaya yaitu gereja.

Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, Menyelesaikan dengan baik adalah hal akhir yang paling penting. Sebagaimana para pendaki gunung mengatakan, mencapai puncak adalah pilihan dan turun dari puncak adalah kewajiban.

Suatu hari nanti kita ingin menutup dengan kalimat “aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Dan disisi lain kita akan mendengar kalimat dari Tuhan kita: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia!”

Tuhan memberkati!

MW-AdS

PENGUMUMAN

Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 29 Maret 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu

Tema youth celebration kita sore ini adalah  ~ ” BERTUMBUH DEWASA”

Matius 13:1-23 berbicara tentang perumpamaan benih yang jatuh di berbagai jenis tanah.  Tentang bagaimana Firman Tuhan ditanam dalam hati seseorang, dan bagaimana kondisi hati (ibarat tanah) mempengaruhi pertumbuhan rohani, yang berhubungan dengan konsep pertumbuhan holistic dalam tubuh, jiwa, dan roh.  Tidak bisa kita tumbuh secara jiwa tapi roh dibiarkan begitu saja karena kita bisa hidup seenaknya berdasarkan asumsi pribadi bukan berdasarkan Firman Tuhan.  Hidup kita harus memiliki nilai-nilai kebenaran yang harus tertanam kuat dalam diri kita dan bertumbuh dengan baik sesuai denga napa yang Tuhan inginkan terjadi di dalam hidup kita

Lebih jelasnya yuk datang sama-sama sebentar sore … kami tunggu yaaaa

Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu 

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan

Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *