Renungan Harian, Sabtu 29 Maret 2025
Nats: 2 Tawarikh 1 : 10, Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umatMu yang besar ini ?
Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Sebuah kapal tidak berlayar selama berhari-hari karena ada kerusakan di mesinnya. Tidak ada awak yang dapat memperbaikinya, sehingga mereka memutuskan untuk memanggil seorang mekanik yang berpengalaman memperbaiki berbagai macam mesin kapal. Sang mekanik memeriksa dengan seksama seluruh bagian mesin, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang. Setelah mengecek semua bagian, ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah palu kecil. Ia mengetuk satu bagian mesin sebanyak tiga kali. Tidak lama, mesin kapal berhasil hidup kembali. Seminggu kemudian, sang pemilik kapal menerima tagihan sebesar 10 ribu dolar. Ketika diminta perinciannya, sang mekanik menjelaskan secara sederhana: jasa mengetuk sebesar 2 dolar, sisa 9.998 dolar adalah bayaran untuk mengetahui di mana harus mengetuk dan berapa kali harus mengetuk.
Begitulah gambaran kombinasi hikmat, pengetahuan, dan pengalaman. Di jaman ini, orang berlomba-lomba menambah pengetahuan. Pengetahuan dinilai sebagai modal penentu di dunia yang tingkat persaingannya sangat tinggi. Namun selain pengetahuan, ada faktor lain yang juga dapat menjadi penentu, yaitu hikmat dan pengalaman. Hikmat adalah sesuatu yang sangat berharga. Ketika raja Salomo ditanyai keinginannya oleh Tuhan, ia hanya meminta hikmat.
Demikian halnya dengan Raja Salomo yang tahu benar pentingnya hikmat untuk memimpin bangsa yang besar, ketika tugas sebagai raja Israel, Salomo membutuhkan modal yang utama dari Tuhan, yaitu hikmat dan pengertian yang berasal dari Tuhan, karena itu Salomo menyadari jabatannya berasal dari kasih setiaNya, ia tidak mengandalkan nama besar ayahnya, melainkan hanya mengandalkan Tuhan. Hal itu Tuhan pandang sangat baik, sehingga Tuan tidak hanya memberikan hikmat bagi Salomo, melainkan juga kekayaan dan kemuliaan meskipun pada akhirnya Salomo pada akhirnya gagal menghidupi hikmatNya dengan benar, karena ia banyak mengambil istri asing dan meninggalkan Tuhan.
Saudara-saudara mari kita belajar dari pengalaman hidup raja Salomo, kita bisa memetik beberapa pelajaran baik sebagai teladan hidup kita, yakni melakukan sesuatu dengan rajin hanya akan menjadi sia-sia tanpa didasari pengetahuan dan hikmat. Namun pengetahuan dan hikmat yang tidak dihidupi dengan rajin tidak akan menghasilkan buah. Biarlah hikmat dan pengetahuan dan kerajinan boleh berjalan bersama didalam kehidupan kita.
Amsal 19:2 berbunyi: “Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”.
Mintalah hikmat kepada Tuhan, miliki hidup yang takut akan Dia dengan cara hidup benar, sebab cara hidup kita mempengaruhi bagaimana hikmat itu bekerja. Niscaya ketika Anda mengkolaborasikan pengetahuan dan hikmat dari Tuhan, Anda akan menonjol dan bersinar dimanapun Tuhan tempatkan AndTuhan Yesus memberkati.
HIKMAT HARI INI
Dunia tidak kekurangan orang berpengetahuan, dunia kekurangan orang berpengetahuan dan berhikmat. Tanpa Tuhan semuanya akan sia-sia…
Tuhan Yesus Menyertai . . . .
EW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan