Elohim Ministry anak “Misteri Kemurahan Hati”

“Misteri Kemurahan Hati”



Renungan Harian Anak, Sabtu 03 Januari 2025

Selamat pagi adik-adik yang dikasihi oleh Tuhan Yesus! Bagaimana kabar kalian di awal tahun yang baru ini? Kakak percaya adik-adik semua dalam keadaan sehat, semangat, dan penuh sukacita. Hari ini, kakak mengajak adik-adik untuk merenungan Firman Tuhan yang luar biasa dengan judul “Misteri Kemurahan Hati – Memberi tetapi Tidak Kekurangan.” Wah, judulnya menarik ya! Kira-kira bagaimana bisa memberi, tapi tidak berkurang? Yuk, kita dengarkan sama-sama kisah Firman Tuhan hari ini!

Adik-adik, biasanya kalau kita memberi sesuatu kepada orang lain, apa yang terjadi dengan barang kita? Betul sekali — jadi berkurang! Misalnya, kalau kita punya dua permen, lalu kita kasih satu ke teman, berarti kita tinggal punya satu, kan? Tapi tahukah adik-adik, di dalam Alkitab ada kisah yang menunjukkan bahwa ketika kita memberi dengan iman, Tuhan bisa membuat kita tidak kekurangan! Itu bukan sihir, bukan juga sulap, tapi itulah misteri kemurahan hati Tuhan — kasih dan kuasa Tuhan yang bekerja di dalam hati orang yang mau berbagi dengan tulus.

Di dalam 1 Raja-raja 17:7–16, ada kisah tentang Nabi Elia dan seorang janda di Sarfat. Saat itu, negeri mereka sedang mengalami kelaparan panjang. Tidak ada hujan, tanah kering, dan makanan sangat sulit ditemukan. Tuhan menyuruh Nabi Elia pergi ke kota Sarfat. Di sana, ia bertemu dengan seorang janda yang hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak di rumahnya. Ibu janda itu berniat membuat roti terakhir untuk dirinya dan anaknya, lalu mereka siap menghadapi kematian karena sudah tidak punya makanan lagi.

Namun, Nabi Elia berkata kepadanya, “Jangan takut. Buatlah dahulu sepotong roti kecil untuk aku, baru setelah itu buatlah untukmu dan anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tempayan tepung itu tidak akan habis dan buli-buli minyak itu tidak akan berkurang sampai TUHAN menurunkan hujan ke atas bumi.”

Adik-adik, apa yang terjadi? Janda itu percaya kepada Tuhan dan melakukan apa yang dikatakan Elia. Ajaib! Setiap hari, tepung dan minyak di rumahnya tidak pernah habis. Ia bisa terus membuat roti, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk Nabi Elia. Tuhan benar-benar mencukupi kebutuhan mereka!

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan memberkati orang yang murah hati dan percaya kepada-Nya. Janda di Sarfat memberi walau ia hanya memiliki sedikit. Ia memberi bukan karena berkelebihan, tapi karena percaya bahwa Tuhan sanggup mencukupkan. Begitu juga dengan kita, adik-adik. Tuhan tidak melihat seberapa besar yang kita berikan, tapi seberapa besar hati kita dalam memberi. Kadang kita berpikir, “Aku kan cuma punya sedikit, bagaimana bisa berbagi?” Tapi Tuhan mau kita belajar berbagi dari apa yang kita punya.

Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 6:38, “Berilah, dan kamu akan diberi; suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, diguncang dan tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu.”

Artinya, semakin kita mau memberi dengan kasih, Tuhan akan memberkati kita lebih lagi. Itulah misteri kemurahan hati Tuhan — kita memberi, tapi tidak pernah kekurangan.

 Yuk bagaimana adik-adik mau untuk belajar bermurah hati

  1. Belajar berbagi dengan teman. Kalau kamu punya makanan atau mainan, bagilah sedikit dengan teman yang belum punya.
  2. Menolong orang lain. Kamu bisa membantu orang tua di rumah, teman di sekolah, atau saudara yang sedang kesulitan.
  3. Memberi dengan sukacita. Jangan memberi dengan terpaksa, tapi dengan hati gembira karena kamu mau menyenangkan Tuhan.

Adik-adik, Tuhan mengajarkan bahwa kemurahan hati adalah berkat yang ajaib. Ketika kita belajar memberi dengan iman dan kasih, Tuhan akan menjaga agar kita tidak kekurangan. Sama seperti janda di Sarfat yang percaya kepada Firman Tuhan, kita pun bisa melihat keajaiban Tuhan dalam hidup kita. Jadi, mari kita belajar menjadi anak yang murah hati, karena Tuhan senang pada hati yang mau memberi!

📖 Ayat Hafalan

2 Korintus 8:15 “Seperti ada tertulis: Orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.”

🙋 Komitmenku Hari Ini

🙏 Doa Penutup

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk kasih dan kemurahan-Mu. Hari ini aku belajar bahwa memberi tidak membuat aku kekurangan. Tolong aku agar selalu punya hati yang murah, suka berbagi, dan percaya kepada-Mu dalam segala hal. Jadikan aku saluran berkat bagi orang di sekitarku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin. 💛

🌟 Hikmat Hari Ini

“Ketika tanganmu terbuka untuk memberi, Tuhan membuka tangan-Nya untuk memberkatimu.”

YNP – IFM

🎉✨ IBADAH ANAK ELOHIM – AWAL TAHUN 2025 ✨🎉

📅 Minggu, 4 Januari 2025
🕗 Pukul 08.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu – Jl. Diponegoro No.125 Batu

🌟 Tema: “DEKTOS – The Year of the Lord’s Favor”
📖 Lukas 4:19 Dektos” berarti hidup dalam kasih dan penerimaan Tuhan.
Hidup yang dektos adalah hidup yang berkenan di hadapan Allah — penuh kasih, sukacita, dan siap menyambut karya-Nya di tahun yang baru! 💖

Seperti Simeon dan Hana, mari kita menanti dan menyambut Tuhan dengan hati yang setia, karena sekaranglah waktu perkenanan Tuhan! 🙌

🖤 Dresscode: Seragam baru warna HITAM — yuk tampil kompak & semangat di ibadah pertama tahun ini!

Mari rayakan tahun baru dengan hati bersyukur dan semangat baru bersama Tuhan! ✨

#ElohimKids #IbadahAnak #Dektos2025 #TheYearOfTheLordsFavor #TuhanBaik

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *