Renungan Harian Jumat, 06 Oktober 2023
Salah satu Ungkapan terkenal dari Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.
‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang’.
menjadi hal yang sangat MEMBANGGAKAN, apabila kita berhasil meraih cita cita kita, kekuatan finansial kita, pencapaian strata status sosial kita.
Sebuah Artikel yang diterbitkan Senin, 12 Oktober 2020 oleh Victor Maulana dengan judul “Sindir Pemimpin Dunia, Imam Shamsi Ali, “Saat Semua Berakhir, Apa Yang Dibanggakan?“.
NEW YORK – seorang Imam di Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali melalui akun Instagramnya melemparkan sindiran kepada para pemimpin dunia. Shamsi menyebut bahwa saat semua di dunia telah berakhir, tidak ada lagi yang bisa dibanggakan. “Mereka berakhir, kamu dan saya berakhir. Lalu apa yang dibanggakan?” tulis Shamsi, sembari melampirkan foto sejumlah pemimpin dunia yang telah meninggal dunia
Pada akhirnya apa yang DIBANGGAKAN dunia akan BERAKHIR.
Alkitab menolong Umat Tuhan untuk memahami KEBANGGAAN yang SESUNGGUNYA
Dalam Yeremia 9:23-24
23 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”
Salah satu pesan Tuhan dalam kitab Yeremia yang disampaikan kepada orang-orang Yehuda supaya jangan bermegah (membanggakan) tiga hal yang BIASA/SERINGKALI diagung-agungkan manusia, yaitu kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan.
- Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, The Wiseman, “ skillful “ memiliki kemampuan
- Janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, The Mightyman , “Chief” kepala, pemimpin, orang yang memiliki kekuasaan
- Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, The Richman, melimpah dengan kekayaan materi
SEMUA hal itu BAIK, NAMUN hanya terbatas di dunia ini saja, dan sangat TERBATAS untuk DIBANGGAKAN. NAMUN, Hendaklah BERBANGGA, berbanggalah / bermegahlah karena MENGENAL TUHAN.
Kata MENGENAL (Ibrani, yāḏa’) dalam ayat 24 bukan hanya TAHU atau memiliki pengetahuan tentang Tuhan, tetapi juga memiliki relasi yang intim dengan Tuhan
Seperti dinyatakan dalam ayat terebut, kita merasakan kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan. Dan pada akhirnya Karakter-karakter seperti inilah yang juga diharapkan Tuhan memancar dari kehidupan kita.
Tidak kebetulan jika LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) memberi judul perikop dalam Yeremia 9:23-26 dengan tema “Mengenal Allah adalah kebahagiaan manusia.”
Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus juga mengutip ayat ini.
Paulus mengingatkan keadaan mereka secara duniawi “tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang” 1 Korintus 1:26
Tetapi, Tuhan tetap memilih mereka untuk dijadikan sebagai anak-Nya.
Tuhan melakukannya supaya manusia tahu bahwa perkenanan Tuhan tidak bisa dibeli dengan apapun. Jangan mengira, status kita yang tinggi di mata dunia akan mengangkat derajat kita di mata Tuhan!
Demikian pula kita yang telah mengaku percaya pada Kristus sehingga kita dibenarkan, dikuduskan, dan ditebus oleh-Nya 1 Korintus 1:30. Ketika kita telah menerimanya, maka hendaknya HASRAT untuk MENGENAL Kristus menjadi tujuan utama dalam hidup ini. Itulah yang dimaksud oleh Yeremia dan Paulus tentang hidup BERMEGAH di dalam Tuhan.
Namun, bukan berarti kita tidak boleh menjadi orang yang BIJAKSANA, memiliki KUASA, atau KEKAYAAN, karena Semuanya itu bisa digunakan untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
NAMUN , jangan dijadikan sebagai FOKUS PENGEJARAN dalam hidup kita. Karena kita tidak boleh terlena, serta menjadi terlalu sibuk dengan hal tersebut dan kehilangan yang terpenting dan terbaik, yaitu pengenalan akan Tuhan. Hal Itu akan membuat kita rapuh karena pondasi kehidupan kita tidak kokoh.
Tuhan Yesus mengibaratkannya seperti rumah yang didirikan di atas pasir, yang akan segera roboh ketika ada hujan, banjir, dan angin (Matius 7:26-27).
Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Budi Wahono
Puji Tuhan… Kebanggaan saya adalah Mengenal Yesus Sebagai Tuhan dan Juruselamat saya.