Renungan Harian Youth, Selasa 08 Oktober 2024
Syalom rekan-rekan Youth semuanya, semoga rekan-rekan dalam keadaan sehat dan baik semuanya. Hari ini kita akan merenungkan Firman Tuhan dengan tema menjadi PRIBADI YANG BERKENAN DIHADAPAN TUHAN
Kisah Para Rasul 13:22, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”
Paulus mengingatkan umat Yahudi tentang panggilan mereka sebagai umat pilihan Allah, yang harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Ia menguraikan sejarah nenek moyang mereka, mulai dari Abraham, lalu Daud, hingga kedatangan Kristus sebagai pemenuhan janji Allah. Dalam penjelasannya, Paulus membandingkan Saul dengan Daud, di mana Saul telah ditolak oleh Allah, tetapi Daud dipilih karena ia adalah pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan.
Daud dinilai sebagai orang yang hidupnya sejalan dengan kehendak Tuhan pada zamannya.
Apa yang membuat Daud menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Allah? Mari kita lihat tiga hal utama dalam hidup Daud yang bisa kita teladani:
1. Daud Memiliki Hubungan yang Intim dengan Tuhan
Mazmur 5:4 mencerminkan bagaimana Daud membangun hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan: “Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.”
Daud selalu merindukan hadirat Tuhan sejak pagi hari. Keintiman yang terjalin dalam persekutuan dengan Tuhan menjadikannya pribadi yang terus bertumbuh dalam iman dan kasih kepada Tuhan. Hubungan intim dengan Tuhan ini adalah kunci mengapa Daud berkenan di hadapan-Nya. Sebagai orang percaya, kita juga dipanggil untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, yang tercermin dari keinginan kita untuk selalu berjumpa dengan-Nya.
Seperti yang dinyatakan dalam Amsal 13:20, “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” Bergaul dengan Tuhan melalui doa dan perenungan firman-Nya akan membentuk karakter kita. Saat kita terus bersekutu dengan-Nya, karakter Tuhan akan meresap ke dalam hidup kita, menjadikan kita pribadi yang berkenan di hadapan-Nya.
2. Daud Menghargai Hadirat Tuhan
Dalam 2 Samuel 1:14, Daud menegur seorang yang telah membunuh Saul: “Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?”
Daud sangat menghormati hadirat Tuhan dalam kehidupan orang-orang yang diurapi-Nya, termasuk Saul, meskipun Saul adalah musuhnya. Ini menunjukkan betapa Daud menghargai otoritas dan kewibawaan Tuhan. Hadirat Tuhan adalah sesuatu yang sakral, dan Daud selalu berusaha menjaga hidupnya dalam hadirat Tuhan. Ketika Daud berbuat dosa, ia segera memohon pengampunan Tuhan karena ia menyadari pentingnya hadirat Tuhan dalam hidupnya. Dalam Mazmur 51:13, Daud berkata: “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!”
Penghargaan Daud terhadap hadirat Tuhan juga harus menjadi teladan bagi kita. Kita perlu menjaga hati dan sikap kita agar selalu menghargai hadirat Tuhan dalam hidup sehari-hari. Ketika kita hidup dalam hadirat-Nya, kita akan mengalami kepuasan, ketenangan, dan keajaiban Tuhan.
3. Daud Sangat Cinta Beribadah
Daud adalah orang yang sangat mencintai ibadah. Dalam Mazmur 84:11, Daud menulis:
“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.”
Daud memiliki kerinduan yang mendalam untuk selalu berada di hadirat Tuhan. Ibadah bukan hanya aktivitas rutin bagi Daud, tetapi sebuah kebutuhan jiwa. Bahkan ketika dikejar oleh Saul, Daud tetap merindukan untuk berada di rumah Tuhan.
Mazmur 27:4 dengan indah menggambarkan hasratnya:
“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”
Daud mengerti bahwa ibadah adalah tempat perjumpaan dengan Tuhan. Kita juga diajak untuk menjadikan ibadah sebagai pusat dari kehidupan kita, tidak hanya dalam gedung gereja, tetapi dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.
Di mana pun kita berada, kita bisa membangun “rumah Tuhan” dalam hati kita melalui hubungan yang erat dengan Tuhan.
Janji Tuhan bagi mereka yang mencintai ibadah-Nya jelas, seperti yang tertulis dalam Keluaran 23:25: “Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.”
Daud adalah pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan karena ia memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, menghargai hadirat-Nya, dan sangat mencintai ibadah. Kita juga dipanggil untuk meneladani kehidupan Daud, membangun hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan adalah sumber kekuatan dan kasih karunia kita.
Dengan hidup yang dipenuhi keintiman dengan Tuhan, menghargai hadirat-Nya, dan setia dalam ibadah, kita dapat menjadi pribadi-pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan, seperti Daud.
Tuhan Yesus memberkati!
AH – DOT