Renungan Harian Youth, Selasa 09 Januari 2024
Amsal 5:3-4, Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
Kitab Amsal adalah kitab yang berisi kata-kata hikmat dan nasehat-nasehat yang luar biasa bagi kehidupan kita. Bagian Alkitab kita hari ini berbicara tentang nasehat seorang ayah (atau seorang yang lebih tua) kepada anaknya (atau kepada seorang yang lebih muda). Apa isi nasehat tersebut? Penulis Amsal ini mengingatkan anaknya agar senantiasa berpegang kepada hikmat, selalu mengarahkan telinga, serta berpegang senantiasa kepada kebijaksanaan dan memelihara pengetahuan (Amsal 5:1-2).
Mengapa hal ini penting, khususnya bagi anak muda? Ingat bahwa Amsal ini ditujukan kepada orang-orang yang lebih muda daripada usia si penulis Amsal.
Godaan memang harus menggiurkan agar dapat menjerat mangsa. Kalau godaan menyeramkan, semua orang juga pasti berlari meninggalkannya. Hati-hati terhadap sesuatu yang terlalu menggiurkan!
Rwkan-rekan youth, Takut akan Tuhan berarti sangat mengagumi dan menghormati kuasa dan otoritas Tuhan. Takut akan Tuhan juga akan membawa kita kepada jenis ketakutan yang lain, yakni takut melakukan hal-hal yang melanggar firman Tuhan. Selain itu, kita juga takut meninggalkan atau keluar dari hikmat Tuhan. Di dalam bagian bacaan Alkitab hari ini, kita melihat gambaran dari ketakutan tersebut. Bagian ini berisi peringatan tentang apa yang dapat terjadi kepada umat Tuhan yang melenceng dari jalan-Nya. Sebagai murid-murid Kristus, bibir kita seharusnya memelihara pengetahuan (ay. 2). Hal ini kontras dengan wanita jalang yang bibirnya menitikkan tetesan madu (ay. 3), tetapi pada akhirnya pahit seperti empedu (ay. 4) dan mengarah kepada kematian dan kesesatan (ay. 6).
Maksud penulis Amsal pada bagian ini adalah dosa memberikan janji palsu.
Awalnya dosa terasa nikmat, tetapi pada akhirnya akan terbukti bahwa dosa adalah racun yang diselimuti dengan rasa manis. Pemazmur menggambarkan proses ini bagaikan seorang pria yang berselingkuh dengan seorang wanita jalang. Ketika seorang wanita jalang membisikkan, “Aku mengasihimu… Aku mau bersamamu…”, wanita ini melakukannya demi uang. Awalnya kata-katanya terdengar manis, tetapi pada akhirnya wanita itu akan pergi.
Cinta yang indah adalah cinta yang diberikan kepada orang yang tepat pada saat yang tepat pula. Kesalahan orang-orang muda dalam hal berpacaran dan memilih pasangan hidup, mengakibatkan permasalahan yang sangat rumit dan kompleks, bahkan dapat melibatkan keluarga besar, bahkan melibatkan gereja.
Begitu pula dengan dosa. Kita bisa jatuh ke dalam dosa karena dosa begitu menarik dan memikat. Kita mulai melakukan dosa dengan menganggap bahwa dosa itu kecil dan tidak berbahaya. Kita mulai mengintip tontonan pornografi, mulai berjudi secara daring, mulai dekat dengan orang yang bukan pasangan kita, ataupun mulai melakukan hal-hal kecil lainnya yang tidak benar di mata Tuhan. Namun, setelah beberapa lama kita bisa kecanduan dan saat sudah terjebak di dalamnya, dosa akan menghancurkan hidup kita.
Tokoh reformasi gereja, John Calvin, menulis: “Firman Allah sanggup melawan segala seruan iblis… satu-satunya perlindungan pasti bagi orang percaya adalah firman Allah yang ia terima sepenuhnya.”
Rekan-rekan youth, Firman Tuhan menyatakan kepada kita bahwa menghampiri untuk mendengar Firman Tuhan adalah lebih baik daripada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh. Karena orang-orang yang bodoh tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat. Dalam Kitab Mazmur 37:23, Tuhan berfirman: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;”. Percayalah! Bahwa Tuhan menetapkan setiap langkah orang-orang takut akan Dia. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang benar dan yang hidup berkenan di hadapn Tuhan.
Tetaplah waspada terhadap jebakan dosa. Jangan lengah sedikit pun, pikatan dosa selalu dilancarkan oleh iblis bagaikan singa yang berjalan mengelilingi sambil mengaum-ngaum dan siap menerkam (1Petrus. 5:8).
Bertumbuhlah dalam sikap takut akan Tuhan dan berpeganglah selalu pada firman-Nya.
Mana yang kita pilih? Rayuan bibir yang manis tetapi ujungnya sangat pahit, atau kita mau mengekang diri kita sendiri dan meninggalkan segala kenikmatan duniawi ini dengan tujuan agar kita memperoleh hidup yang kekal di surga nanti? Bukankah lebih baik bersakit-sakit dahulu di dunia ini tetapi kita akan bersenang-senang di surga nantinya? Ingatlah Pencipta kita pada masa muda kita (Pengkhotbah 12:1). Lebih baik kita bertobat sekarang daripada penyesalan itu baru akan datang ketika kita mati, dan kita akan menyesal selama-lamanya.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – NDK