Elohim Ministry umum Seluruh Nafkahnya

Seluruh Nafkahnya



Renungan Harian Kamis, 03 Agustus 2023

Bacaan : Markus 12:41-44

Ayat Pokok : arkMus 12:44, “Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. 

            Ada sebuah kisah nyata tentang seorang bapak tua, dia adalah mantan pecandu alkohol di California. Sejak ia menerima Kristus sebagai Juru Selamat, ia tidak pernah lagi menggunakan nafkahnya untuk membeli alkohol. Meski hanya tinggal di kabin mobil, ia tidak berusaha menyewa tempat tinggal yang lebih baik. Ia memakai semua uangnya untuk membeli bahan makanan dan memasaknya bagi para tunawisma, sambil bercerita tentang Yesus yang telah memberi kemerdekaan dalam hidupnya. Ia mengatakan bahwa Tuhan-lah yang menyuruhnya memberi makan orang lain dengan uang yang Tuhan berikan, karena Tuhan mengasihi mereka.

Alkitab mencatat sebuah kisah dimana ada seorang yang memberikan seluruh nafkahnya, hal tersebut dilakukan oleh seorang janda miskin yang datang ke Bait Allah. Persembahannya adalah dua keping mata uang yang terkecil nilainya yakni dua peser yaitu satu duit. Namun, Yesus tahu apa arti uang itu bagi sang janda, seluruh nafkahnya. Orang-orang kaya bisa memberikan sebagian hartanya tanpa terganggu standar hidupnya. Tetapi, persembahan janda itu mungkin membuatnya tidak bisa makan seharian. Sebelumnya, murid-murid mendengar Yesus mengajar hukum yang terutama, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan, dengan kata lain mengasihi dengan totalitas hidup (Markus 12:29-30). Dan kini, mereka diajak-Nya melihat orang yang mempraktikkan hukum itu secara nyata.

Apa yang kita pelajari dari kisah ini?

Pertama, kita belajar tentang pentingnya memberikan persembahan kita kepada Tuhan dengan hati yang rendah hati dan tulus. Tuhan tidak melihat seberapa besar jumlah persembahan kita, tetapi Dia melihat hati kita dalam memberikannya. Tuhan menginginkan persembahan yang ikhlas dari hati yang rendah hati.

Kedua, kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Janda itu memberikan segala yang dia punya, bukan hanya sisa-sisa, sebagai persembahan untuk Tuhan. Dia memberikan yang terbaik dari apa yang ada padanya, tanpa ragu-ragu.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, teks ini mengajak kita merenungkan bahwa sebagai orang percaya kita seharusnya siap berkorban seperti sang janda ini. Walau pemberiannya sangat kecil secara angka, tetapi pengorbanan sang janda dari sudut pandang jumlah penghasilan, terbukti sangat besar. Kita pun dipanggil untuk berbuat demikian. Seringkali kita hanya memberi waktu dan uang untuk kegiatan-kegiatan berlabel rohani selama itu tidak mengganggu kehidupan pribadi atau keluarga kita. Tanpa sadar kita membagi ruang hidup kita menjadi “yang sekuler” dan ”yang rohani”, yang ”milik kita” dan yang ”milik Tuhan”.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, Tuhan ingin kita mengasihi-Nya dengan totalitas hidup kita dimana seluruh aspek dalam hidup kita adalah persembahan kita bagi DIA.

Tuhan menginginkan kita untuk memberikan yang terbaik dari segala sesuatu yang kita miliki, termasuk waktu, bakat, dan harta. Mari memberikan segalanya kepada Tuhan dengan segenap hati kita.

Memberikan yang terbaik berarti kita mencintai Tuhan dengan sepenuh hati dan siap melayani-Nya dengan tulus.

Amin.

Tuhan Yesus Memberkati

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *