Elohim Ministry umum “Surprised by God”

“Surprised by God”



Renungan harian Senin, 30 Desember 2024

Ayat Utama: Lukas 1:37-38 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Allah kita adalah Allah yang penuh dengan kejutan. Dalam perjalanan hidup, sering kali kita mendapati bahwa rencana Allah melampaui apa yang bisa kita pikirkan atau bayangkan. Kejutan dari Allah tidak hanya membuktikan kemahakuasaan-Nya tetapi juga memperlihatkan kasih dan rancangan-Nya yang sempurna bagi umat-Nya. Kejutan ini dapat terjadi dalam bentuk berkat yang luar biasa, pemulihan yang tidak terduga, atau bahkan cara-cara Allah bekerja di tengah penderitaan kita. Melalui kisah Maria dan Naomi, kita diajak untuk mengenali Allah yang tidak hanya maha kuasa tetapi juga peduli dan hadir di setiap aspek kehidupan kita.

ALLAH YANG MEMBERI KEJUTAN

Kisah Maria dalam Lukas 1:37-38 adalah salah satu bukti bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kejutan.

  • Keajaiban yang Mustahil: Maria, seorang gadis muda yang belum menikah, menerima kabar dari malaikat Gabriel bahwa dia akan mengandung Putra Allah. Secara manusiawi, ini mustahil, tetapi firman Tuhan menegaskan bahwa “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
  • Tanggapan Iman Maria: Meski tidak sepenuhnya memahami rencana Allah, Maria merespon dengan iman: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Kejutan Allah sering kali menguji iman kita. Apakah kita bersedia untuk mempercayai-Nya meskipun rencana-Nya tampak tidak masuk akal bagi logika manusia?

Gambaran Allah yang Terdistorsi

Berbeda dengan Maria, Naomi dalam Rut 1:20-21 memiliki pandangan yang pahit tentang Allah.

  • Pengalaman yang Pahit: Kehilangan suami dan anak-anaknya membuat Naomi merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya. Ia bahkan meminta untuk dipanggil “Mara,” yang berarti pahit.
  • Distorsi Gambaran Allah: Penderitaan dapat membuat kita salah mengenali Allah. Iblis sering menggunakan pengalaman buruk untuk merusak pengenalan kita akan Allah, sehingga semakin sulit untuk mengasihi-Nya.

Yesaya 40:17-18 mengingatkan kita bahwa Allah jauh melampaui pemahaman kita:
“Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?”

ALLAH BUKANLAH SALAH SATU DARI BANYAK ALLAH, BUKAN PULA YANG TERBAIK DI ANTARA YANG LAIN. DIA ADALAH SATU-SATUNYA ALLAH YANG HIDUP DAN BERKUASA!

MELIHAT ALLAH YANG SEJATI

Yesaya 66:1 menegaskan kebesaran Allah: “Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku.”
Ketika kita mengenali kebesaran dan kemuliaan Allah, kita akan mampu melihat bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita ada dalam kendali-Nya. Rancangan Iblis adalah membuat kita salah mengenali Allah. Namun, firman Tuhan mengajarkan kita untuk melihat Allah melalui pewahyuan-Nya, bukan hanya melalui pengalaman kita.

Aplikasi Pribadi

1. Percaya pada Kejutan Allah. Ketika Allah memberikan kejutan dalam hidup kita, tanggapi dengan iman seperti Maria. Percayalah bahwa rencana-Nya selalu baik.

2. Kenali Allah Lewat Firman-Nya. Jangan biarkan pengalaman pahit mendistorsi pengenalan kita akan Allah. Bacalah firman-Nya untuk mengenal siapa Dia sebenarnya.

3. Hiduplah dengan Iman Ketika menghadapi situasi sulit, ingatlah Lukas 1:37: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Allah yang kita sembah adalah Allah yang tidak pernah gagal. Dia bukan hanya Allah yang memberi kejutan, tetapi juga Allah yang penuh kasih dan kuasa. Kejutan-Nya mengingatkan kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia.

Mari kita belajar untuk berkata seperti Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Tuhan Yesus memberkati

Rangkuman Khotbah

Pdt. Soerono Tan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *