Renungan Harian Anak, Kamis 08 Februari 2024
Syalom, Adik Adik . Bagaimana kabarnya dihari libur ini ? Semoga adik-adik sudah siap untuk kembali mendengarkan firman Tuhan? Tetap setia dan semangat ya.
Melanjutkan kisah dari Raja Beltzasar kemarin, Daniel menceritakan kisah Raja Nebukadnezar kepada Belsyazar. Nebukadnezar, sang ayah, pernah diperingatkan Tuhan melalui mimpi untuk tidak sombong. Namun, ia lupa diri dan menjadi tinggi hati, sehingga diusir dari kerajaan dan hidup seperti binatang liar. Di padang, Nebukadnezar akhirnya menyadari kesalahannya. Tuhan pun mengampuni dan membawanya kembali ke tahta kerajaan.

Sayangnya, Belsyazar tidak mengambil pelajaran dari pengalaman ayahnya. Belsyazar hidup dalam kemegahan dan kemewahan sebagai seorang raja. Namun, ia tidak memperhatikan pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan ayahnya. Sebaliknya, Belsyazar menjadi semakin sombong dan mengabaikan keberadaan Tuhan. Belsyazar malah bersikap sombong dengan menggunakan perabotan dari Bait Suci untuk mengadakan pesta pora. Tuhan pun menegurnya melalui tulisan di dinding yang berbunyi “Mene, mene, tekel ufarsin,” seperti yang dijelaskan oleh Daniel. Daniel menafsirkan bahwa kerajaan Belsyazar akan berakhir karena kesombongannya. kata Daniel. “Tuhan telah menghitung masa pemerintahan tuanku dan akan mengakhirinya, tuanku telah ditimbang dan didapati terlalu ringan, kerajaan ini akan terpecah dan diberikan kepada Media dan Persia,” kata Daniel mengartikan tulisan itu. Dan malam itu juga Belsyazar mati terbunuh.
Renungan kita hari ini mengajarkan kita untuk menerima didikan dari orang tua, terutama ketika mereka telah mengalami kehidupan sulit. Janganlah kita menjadi sombong dan mengabaikan nilai-nilai yang telah diteruskan kepada kita. Sebaliknya, marilah kita merenung, belajar, dan tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati serta taat kepada Tuhan.
Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini?
- Mendengarkan didikan itu penting: Orang bijak seperti orang tua, guru, atau pemimpin rohani bisa memberikan nasihat yang baik untuk kita.
- Kesombongan bisa membawa kehancuran: Sama seperti Belsyazar, jika kita sombong dan tidak mau belajar dari kesalahan, kita bisa mengalami hal buruk.
- Selalu rendah hati: Tuhan menyukai orang yang rendah hati dan mau belajar.
Tuhan tidak berkenan kepada mereka yang membangga-banggakan diri atau bersikap sombong. Mereka yang memiliki sifat sombong akan mengalami penurunan oleh Tuhan.
Raja Belsyazar merasa sangat berkuasa dan tidak menunjukkan penghormatan kepada Tuhan, sehingga ia mengalami penurunan kedudukan yang berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita selalu ingat untuk menjalani kehidupan dengan rendah hati.
Ayat Hafalan
Amsal 1:8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
Komitmenku hari ini
Aku mau menjadi anak yang dengar-dengaran didikan orang tua, hidup dalam kerendahan hati untuk mau berubah menjadi lebih baik lagi.
YNP – RS