Renungan Harian Youth, Selasa 04 Maret 2025
Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
Banyak orang berpikir bahwa bersukacita adalah sebuah keadaan dimana orang merasa bahagia, bisa tertawa dengan senang, bebas tanpa beban atau masalah. Tetapi jika demikian, maka Firman Tuhan yang mengatakan supaya kita bersukacita senantiasa akan mungkin bisa kita lakukan, sebab ada kalanya kita menerima berkat yang membuat kita senang tetapi ada kalanya juga kita mengalami masalah yang membuat kita merasa berbeban.
Rasul Paulus pada perikop hari ini juga mengajak kita untuk senantiasa bersukacita. Yang menarik adalah kalimat pada ayat emas ditulis dalam bentuk perintah dan diulang sekali lagi oleh Paulus pada kalimat yang sama. Tahukah teman-teman, Rasul Paulus ketika menuliskan seruan untuk bersukacita senantiasa, ia sedang berada dalam penjara yang gelap di kota Roma menantikan hukuman matinya. Dalam kondisinya yang begitu berat, ia tetap dapat bersukacita.
Mungkin saat pertama kali membaca ayat ini akan muncul banyak pertanyaan. Apakah bisa kita bersukacita senantiasa? Bagaimana saya bisa bersukacita jika saat ini sedang mengalami pergumulan: sakit yang berkepanjangan tak kunjung sembuh, kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang dicintai? Apakah mungkin kita bersukacita senantiasa?
Lalu, apakah yang dimaksud dengan sukacita? Sukacita adalah sebuah keyakinan yang teguh dalam hati bahwa Tuhan memegang kendali atas setiap detil kehidupan kita. Sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu pasti mendatangkan kebaikan, dan sebuah pilihan untuk memuji Tuhan dalam segala situasi. Berkat dan masalah itu seperti dua sisi mata uang, yang tidak mungkin terpisahkan satu dengan yang lainnya dalam hidup kita. Itu sebabnya sukacita kita tidak bisa didasarkan pada situasi kondisi yang kita alami.
Sukacita kita harus didasarkan kepada iman terhadap janji Tuhan sehingga oleh pertolongan Roh Kudus kita bisa bersukacita senantiasa.
Ketika membaca keseluruhan kitab Filipi yang hanya terdiri dari empat pasal, kita akan menemukan kata “bersukacita” atau “bersukacitalah” berulang-ulang disebutkan dan menjadi tema utama dari surat ini. Apa rahasia Paulus dapat bersukacita meskipun dalam situasi yang tidak mudah? Rahasia Paulus adalah memiliki sumber sukacita yang ada di dalam Tuhan. Kalau kita perhatikan dengan teliti, Paulus mengatakan bersukacitalah dalam Tuhan.
Bersukacita adalah kegembiraan tidak bergantung pada situasi. Baik atau buruk. Sukacita seperti ini datang dari Roh Kudus, yang memberi energi untuk melaksanakannya.
Kata “dalam Tuhan” di konteks kitab Filipi menyatakan bahwa meskipun ada penganiayaan, tetapi ada Tuhan yang berdaulat. Tuhan adalah Allah yang berdaulat. Di tengah situasi apa pun yang dialami, Allah berdaulat memegang kendali atas kehidupan kita sehingga kita tidak perlu khawatir ataupun sedih dalam menghadapi kenyataan hidup. Keyakinan akan Tuhan yang berdaulat akan memampukan kita untuk bersukacita.
Penekanan kata “sekali lagi” dimaksudkan agar Jemaat memperhatikan nasihat untuk tetap bersukacita dalam Tuhan. Pada kasus Euodia dan Sintike, Paulus meminta agar mereka sehati sepikir. Ia meminta warga jemaat lainnya, yaitu Sunsugos, untuk berusaha mendamaikan kedua pelayan Tuhan itu. Selanjutnya, Paulus menasihati agar mereka tidak menguatirkan masalah pribadi secara berlebihan. Kekuatiran tidak menyelesaikan masalah, malah memperumit keadaan. Mereka harus menyatakan segala keinginan mereka kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur. Tuhan pasti akan memelihara hidup mereka. Mereka tidak boleh tunduk dan dikuasai kekuatiran, melainkan memikirkan dan melakukan segala yang baik, seperti yang diajarkan Paulus. Berpikir mengenai hal yang baik dan mulia untuk orang lain adalah langkah pertama menghindari masalah.
Penting untuk dipahami bahwa sukacita yang disebutkan disini berbeda dengan sukacita yang dunia definisikan. Arti sukacita dunia adalah kegembiraan yang emosional karena kesejahteraan, kesuksesan, atau nasib baik atau oleh prospek memiliki apa yang diinginkan seseorang. Itu bersifat material. Dan kita tidak bersukacita dalam situasi kita tetapi dalam Juruselamat kita, bukan dalam keadaan, tetapi dalam Kristus.
Bersukacitalah dalam segala keadaan sebagai ungkapan syukur Anda kepada Tuhan
Paulus telah menerapkan sukacita Kristen. Dia memahami kekurangan maupun kelimpahan, karena dia telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (4:11-12). Keadaan di luar tidak boleh mempengaruhi sukacita kita. Sukacita yang sesungguhnya tidak tergantung pada kondisi luar, tetapi pada keakraban hubungan antar sesama orang Kristen dan dengan Tuhan.
Sebenarnya kunci menerapkan nasihat Paulus ada pada ayat berikutnya: “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (ay. 6). Jadi setiap kali pergumulan menerpa, kita tidak khawatir, melainkan berdoa kepada Tuhan. Sebagai hasilnya, damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memenuhi hati dan pikiran kita (ay. 7). Tidak dapat dipahami di tengah pergumulan, kita tetap merasa damai. Walau tidak dapat dimengerti kita masih bersukacita dan giat melakukan kebaikan terhadap sesama.
Apa yang menjadi sumber sukacita dari teman-teman semua? Sadarilah bahwa jika kita mampu bersukacita senantiasa, semuanya karena ada Tuhan yang berkuasa dan berdaulat atas hidup kita. Walau tidak masuk akal, kebenaran firman Tuhan tidak dapat disangkal. Walau sulit dipahami, janji Tuhan itu pasti. Jadi bila hari ini kita menghadapi pergumulan, alih-alih khawatir, mari berdoa kepada Tuhan! Biarlah damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal memenuhi hati dan pikiran kita.
Di tengah pergumulan, tetap kita bersukacita dan bersemangat melakukan kebaikan kepada sesama, karena percaya Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita
Tuhan Yesus yang memampukan kita untuk bersukacita senantiasa.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan