Elohim Ministry umum Tetaplah Percaya kepada Tuhan

Tetaplah Percaya kepada Tuhan



Renungan Harian, Sabtu 5 September 2026

Nats: 2 Tawarikh 20 : 21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakain kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata ; “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya”.

Syalom, saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, ada peperangan yang tidak bisa kita menangkan dengan kekuatan sendiri. Ada masa dalam hidup ketika kita merasa: masalah datang bertubi-tubi,  jalan keluar sepertinya tidak ada, kita sudah berusaha tetapi keadaan tidak berubah, bahkan kita tidak tahu harus melakukan apa lagi.

Hal seperti ini dialami oleh Yosafat dan bangsa Yehuda. Mereka menghadapi pasukan musuh yang sangat besar. Secara manusia, mereka berada dalam posisi yang sangat sulit. Namun menariknya, ketika mereka menghadapi peperangan, Tuhan tidak pertama-tama menyuruh mereka mencari strategi militer yang hebat. Mereka justru diperintahkan untuk percaya kepada Tuhan. Dan dalam 2 Tawarikh 20:21, sesuatu yang kelihatannya aneh terjadi:

Para penyanyi ditempatkan di depan pasukan. Bayangkan sebuah peperangan. Biasanya: tentara, senjata , strategi  baru kemudian rombongan lainnya. Tetapi Yosafat melakukan sesuatu yang berbeda: pemuji-pemuji  kemudian pasukan. Mengapa? Karena mereka sedang menunjukkan satu kebenaran:

Kemenangan mereka bukan ditentukan oleh kekuatan mereka, tetapi oleh Tuhan yang mereka percayai.

PUJIAN ADALAH PERNYATAAN IMAN

Perhatikan apa yang mereka nyanyikan: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Mereka memuji Tuhan sebelum melihat kemenangan.

Ini penting. Mereka tidak berkata: “Tuhan, kami akan memuji-Mu kalau Engkau sudah memberikan kemenangan.” Sebaliknya, mereka memuji Tuhan ketika musuh masih ada di depan mereka.

Inilah iman. Iman bukan hanya berkata: “Saya percaya Tuhan akan menolong saya setelah masalah selesai.” Iman berkata: “Sekalipun masalah ini belum selesai, saya tetap percaya bahwa Tuhan ada bersama saya.” Ada perbedaan besar antara: memuji Tuhan karena keadaan baik dan memuji Tuhan karena kita tahu Tuhan tetap baik. Kita perlu belajar mengatakan: “Tuhan, saya belum melihat jalan keluarnya, tetapi saya tetap percaya kepada-Mu.”

PUJIAN MENGUBAH FOKUS KITA

Ketika masalah datang, perhatian kita biasanya tertuju kepada masalah. Kita melihat: besarnya persoalan, besarnya utang, besarnya ancaman, besarnya kegagalan, besarnya ketakutan. Tetapi pujian menggeser pandangan kita. Dari: “Betapa besarnya masalahku.” menjadi: “Betapa besarnya Tuhanku.” Masalah mungkin tetap besar, Tetapi ketika kita memandang Tuhan, kita menyadari: masalah kita besar, tetapi Tuhan jauh lebih besar.

Saudara-saudara hanya dalam firmanNya Tuhan menyatakan agar kita menyerahkan segala kekwatiran kita kepadaNya, dan Tuhan menjanjikan jalan keluar dari setiap permasalahan . Kiranya kita senantiasa memberikan tanggapan atas iman kita kepadaNya. Sehingga hati kita menjadi tentram dan dengan mulut kita selalu memuji Tuhan.

Saudara dari kisah Yosafat ini memberi bukti bahwa pengharapan kepada Tuhan tak pernah mengecewakan. Biarlah kita terus belajar dengan segenap hati percaya kepada Tuhan. Dan biarlah Tuhan mengampuni kami kalau kerap kali kami meragukan penyertaan-Mu dan pemeliharaan-Mu bahkan meragukan campur tangan-Mu, ajar kami untuk tetap bersyukur untuk berkat2Mu dalam segala perkara hidup kami dan biarlah damai sejahtera dan suka citaMu yang memberkati kami semua,

Tuhan Yesus memberkati.

EW

1 thought on “Tetaplah Percaya kepada Tuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *