Elohim Ministry umum Tetaplah Setia

Tetaplah Setia



Renungan Harian Kamis, 02 Maret 2023

Bacaan : 2 Timotius 2

Ayat Pokok : 2 Timotius 2:13, “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudaea yag terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.  Setiap kita pasti sangat senang dengan orang yang setia. 

Salomo dalam kitab Amsal 19:22 mengatakan bahwa; “sifat yang diinginkan pada seseorang adalah kesetiaannya…” dan ini kebenaran yang di harapkan ada pada setiap orang. 

Jika kita berbicara tentang kata “setia”,  SETIA adalah salah satu sifat Allah yang sempurna. Jika demikian artinya adalah bahwa secara absolut Allah layak dipercayai, setia, bisa diandalkan dan benar terhadap Firman-NyaFirman Allah adalah sepasti diri-Nya, Allah tidak bisa berdusta dan Dialah satu-satunya Allah yang benar. Melalui persekutuan kita dengan Kristus, kita semua belajar untuk setia kepada Allah. Kasih karunia-Nya memampukan kita untuk dapat hidup setia kepada Allah.

Kesetiaan adalah satu sikap yang bersifat progresif dan kekal yang hanya teruji oleh waktu dan keadaan. Satu kali kita tidak setia akan menghapuskan kesetiaan yang sudah kita bangun sebelumnya. Seringkali kita berfikir bahwa jika kita setia maka hidup kita akan diberkati. Kita menjadi kecewa dan marah jika Tuhan tidak memberkati hidup kita. Dalam keadaan seperti inilah justru kesetiaan kita diuji.

Abraham adalah salah satu contoh manusia yang hidup setia kepada Allah. Dengan taat ia meninggalkan Ur-Kasdim dan berjalan dalam pimpinan Tuhan. Pencobaan demi pencobaan harus dilaluinya. Abraham harus menunggu janji Tuhan akan lahir seorang putra dalam hidupnya meskipun janji itu baru digenapi saat istrinya sudah tua dan ia sendiri sudah mati pucuk. Ketika putra yang dijanjikan itu lahir, ia harus mempersembahkannya sebagai korban bakaran di hadapan Tuhan. Bahkan ujian iman dan kesetiaan dihadapi Abraham tidak hanya sekali saja dalam hidupnya. Sampai mendekati kematiannya pun Abraham belum mendapatkan negeri yang Tuhan janjikan dan ia hanya melihat dari jauh, namun demikian ia tidak pernah mau kembali ke Ur-Kasdim. Kesetiaan Abraham itulah kesetiaan sejati yang didasarkan iman.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih.  Kesetiaan sejati tidak dimotivasi oleh berkat jasmani belaka. Tuhan bahkan tidak bisa disuap dengan kesetiaan kita. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita setiap hari dipakai Allah untuk membangun dan menguji kesetiaan kita kepada-Nya. Proses pembangunan dan pengujian akan berlangsung terus-menerus sampai kita dipanggil Tuhan pulang.

Jangan mundur saat kehidupan kita menjadi sulit untuk kita jalani karena Ia adalah Allah yang setia.

Kesetiaan Allah adalah penghiburan bagi kita yang tetap setia dan peringatan yang serius bagi kita yang berfikir untuk mundur dan meninggalkan iman dalam Kristus.

Dalam Wahyu 2:10b tertulis ; “Hendaklah kita juga setia sampai mati, dan Tuhan akan mengaruniakan kepada kita mahkota kehidupan.” Amin..

Tuhan Yesus Memberkati

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *