Elohim Ministry anak “The Power of Giving”

“The Power of Giving”



Renungan Harian Anak, Kamis 11 Mei 2023

Syalom Adik-Adik, bagaimana kabarnya? Semakin semangat ya untuk belajar Firman Tuhan setiap hari. Adik-Adik, Kaka ada suatu cerita. Yuk dengarkan baik-baik ya.

Ada seorang pemuda Bernama David yang sangat sedih ketika kembali ke kampung halamannya, kembali kerumah yang dulu ditempati bersama dengan ayahnya. Sang ayah telah berpulang kerumah Bapa di surga. Sedari kecil, David tersebut sangat menyesali keadaan ayahnya, karena  merasa ayahnya adalah orang yang miskin dan tidak sukses, meskipun ayahnya bekerja keras, tetapi tetap saja tidak bisa sukses seperti ayah teman-temannya. Dan David juga merasa ayahnya tidak pintar. Ayahnya juga tidak pernah memberikan pujian dan tidak pernah menjadi teladan atau menjadi inspirasi buat anaknya.

Untuk berangkat kesekolah saja, ayahnya sering terlambat mengantarkannya, karena ayahnya sering bangun kesiangan karena capek bekerja, dan pada saat memberikan uang jajan, ayahnya sering mengambilnya kembali untuk dimasukkan kedalam toples. Yang membuat David kebingungan, dan membuat dia bertanya-tanya. Kenapa sih koq kita gak kaya seperti orang lain? sang ayah menjawab,

bahwa kekayaan itu bukan seberapa banyak yang kita miliki, akan tetapi seberapa banyak yang bisa kita berikan dan dengan memberi kita juga bisa hidup bahagia.

Akan tetapi David tetap saja tidak pernah merasa bahagia. Dan dia tersebut bertekad untuk bisa lebih kaya dan bisa lebih sukses dari ayahnya. Dengan tekad inilah akhirnya David belajar dengan giat dan sungguh-sungguh dan akhirnya berhasil. Dan ketika sukses, dia sudah tidak memiliki waktu untuk ayahnya, karena harus bekerja dikota besar, yang jauh dari rumahnya, sehingga  membuat sedih hati ayahnya. Waktu terus berjalan dan pada suatu ketika sang ayah meninggal dunia. Untuk mengenang sang ayah, David tersebut membuka kembali barang peninggalan dari sang ayah. David tersebut menemukan toples lamanya dan ada surat yang ditujukan atas namanya tersebut, yang berisikan ucapan terimakasih atas donasi dan ingin memberikan penghargaan, yang membuat dia bingung, karena ia merasa tidak pernah  berdonasi sedikitpun.

Ilustrasi seorang anak yang membaca surat wasiat dari ayahnya

Dan akhirnya David tersebut mendatangi yayasan tersebut. Dan di Yayasan itu,  ia bertemu dengan pria berkursi roda. Siapa sangka ternyata selama ini sang ayah selalu berdonasi ditempat ini, dengan segala kesederhanaannya sang ayah tetap berbagi, berbagi waktu, berbagi tawa, berbagi tenaga, berbagi inspirasi, berbagi kasih.  Kehadiran ayahnya ternyata  mengubah hidup banyak orang, termasuk pria dikursi roda itu, yang hampir menyerah dengan hidupnya. Tentang penghargaan donasi atas namanya ternyata bukan kesalahan, selama ini, tanpa sepengetahuannya,  uang yang dimasukkan kedalam toples dari sejak kecil, selalu didonasikan ketempat ini atas namanya. Dan akhirnya David tersadarkan, bahwa selama ini ayahnya tidak miskin, tapi sungguh kaya, dan ayahnya sudah memberikan hadiah terbaik dihidupnya, yaitu menaburkan benih kebaikan bagi orang-orang yang membutuhkan. Dan tepat dihari ulang tahunnya,  David melanjutkan apa yang selama ini ayahnya lakukan. Berbagi kasih berbagi kebaikan.

Seringkali kita menganggap orang yang sukses adalah orang yang memiliki harta yang berlimpah, menjadi orang yang terkenal. Akan tetapi dari cerita diatas, ada hal yang bisa kita pelajari bahwa sukses itu bukan tentang berapa yang kita punya, akan tetapi berapa yang bisa kita berikan dan  lakukan untuk sesama.

Yuk kita berbagi kasih dan berbagi kebaikan untuk orang-orang disekitar kita, dengan apa yang kita punya.

Ayat hafalan

Yohanes 15:17, Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

Komitmen :

Tuhan, aku mau melalui hidupku, nama Mu dimuliakan, ajar aku untuk mau berbagi kasih dan kebaikan bagi orang-orang disekitarku. Pakai hidupku untuk selalu menyenangkanMU.

KL – TPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *