Elohim Ministry youth THE WORK IS NOT FINISHED YET

THE WORK IS NOT FINISHED YET



Renungan Harian Youth, Rabu 07 Mei 2025

Yosua 1:12-15

Jika kita menjalani hidup tanpa melibatkan Tuhan dalam setiap tindakan kita, itu sama saja dengan menyia-nyiakan waktu dan tidak menghargai pengorbanan-Nya bagi kita. Tuhan telah memberi kita waktu yang cukup untuk membangun masa depan yang penuh harapan dan sukacita, menikmati berkat demi berkat yang Dia curahkan. Allah ingin kita menjalani hidup dengan penuh keberanian, tanpa rasa takut kehilangan jati diri atau iman kita.

Seseorang pernah berkata bahwa ada perbedaan besar antara “benar-benar hidup” dan sekadar “tidak mati.” Kita seharusnya memilih untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan hidup tanpa arah. Jika kita hanya “tidak mati,” maka kita seperti hidup dalam keadaan “hidup segan, mati tak mau.” Apa gunanya hidup jika hanya membawa beban bagi orang lain dan mendukakan hati Tuhan? Ingatlah bahwa tugas kita belum selesai, seperti yang Allah ingin kita lakukan dengan menjadi berkat bagi orang – orang disekitar kita. Karena itu, pancarkanlah kasih Allah untuk semua orang.

The materialistic age in which we live today, man’s great danger is forgetting that he is not a creature of time, but of eternity – that within his body there dwells a spirit, which in terms of relative values is far more important than the body. The body and its needs are important, but the spirit and its needs are far more important.

Kita dipanggil untuk mengasihi sesama, dan itu adalah tugas penting yang harus kita jalani. Kasih bukan sekadar kata, tapi harus diwujudkan dalam tindakan. Sekuat apa pun iman dan pengharapan yang kita miliki, jika tidak disertai kasih, semuanya akan sia-sia. Kasih adalah dasar dari seluruh ajaran Yesus. Sebagai pengikut-Nya, kita diminta untuk hidup dalam kasih, karena kasih jugalah yang mendorong Yesus rela berkorban bagi kita. Oleh kasih, Yesus tidak pernah meninggalkan tugas dan tanggung jawab yang telah direncanakan Allah untuk diselesaikan-Nya.

Kehidupan kita tidak lepas dari dosa dan tantangan. Namun, tidak ada seorang pun yang akan melarang kita untuk melepaskan diri dari tanggung jawab. Justru, kita harus belajar memikul setiap beban hidup dengan setia dan tangguh. Ketika menjalani hidup yang telah Tuhan karuniakan, tentu ada banyak kebutuhan dan tanggung jawab yang harus kita pikirkan dan selesaikan dengan baik. Karena itu, lakukanlah bagian kita sebaik mungkin. Tuhan tidak akan memberi kita tanggung jawab tanpa tahu kemampuan kita. Jika Dia mempercayakannya kepada kita, itu berarti Dia tahu kita mampu menyelesaikannya bersama Dia. Tuhan memberikan tugas dan tanggung jawab, pasti Tuhan sudah tahu bahwa kita bisa memikul dan menyelesaikannya.

Prejudice is a deadly thing that blinds people’s minds and prevents them from coming to a true understanding of God, a true understanding of their spiritual need and a true understanding of the reason for their existence on earth. Many live with unsolved problems all their lives because they have approached life with preconceived ideas and prejudices.

Dalam Alkitab, kita belajar tentang sosok Yosua—seorang pemimpin yang dipilih Allah untuk memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Tugas yang diembannya sangat besar dan tidak mudah. Namun, apakah Yosua melarikan diri karena merasa tidak mampu? Tidak! Justru karena kasihnya kepada Allah, Yosua bersedia menerima dan memikul tanggung jawab besar tersebut. Ketika Yosua berserah kepada Allah, ia menerima hikmat dari Tuhan untuk menghadapi setiap masalah. Dalam kepemimpinannya, Yosua tidak bertindak semaunya sendiri, tetapi ia selalu mengandalkan petunjuk Tuhan. Ini menjadi teladan bagi kita, bahwa penyerahan diri kepada Tuhan akan menolong kita dalam menyelesaikan tanggung jawab yang Tuhan percayakan.

Yosua juga memberikan teladan dalam memilih para pahlawan gagah perkasa untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bangsa Israel.

Ia tahu, tanggung jawabnya sebagai pemimpin belum selesai. Para pahlawan yang dipilih Yosua tidak hanya bertugas untuk kepentingan diri mereka sendiri, tetapi juga untuk kesejahteraan seluruh bangsa. Mereka harus tetap menjalankan tugas tersebut sampai Tuhan mengaruniakan keamanan bagi saudara-saudara mereka. Barulah setelah itu, mereka boleh kembali kepada keluarga dan suku masing-masing. Ini menunjukkan pentingnya rasa kebersamaan dan kesatuan dalam menjalankan tanggung jawab. Demikian pula dengan kita—jangan lupakan tugas dan tanggung jawab yang telah Tuhan percayakan. Selesaikanlah dengan sukacita dan damai sejahtera dari Allah. Mari belajar menjadi seperti Yosua, yang tetap setia, bertanggung jawab, dan berserah penuh kepada Tuhan dalam segala hal.

Do you really want to know the truth at any cost? If you are in dead earnest, you can know the truth. Not otherwise. The Bible says that God rewards those who diligently seek Him. Any man, woman or child, from any religion, can know the truth about God and Jesus Christ, if he seeks it with an open mind and with all his heart.

Hidup menjadi sia-sia jika tidak dilandasi dengan kasih. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang menyakiti kita, dan hati kita sulit menerima atau memaafkannya. Dalam kondisi seperti itu, kita tetap dipanggil untuk mengampuni. Mampukah kita melakukannya? Harus mampu—karena itulah tugas yang Allah percayakan kepada kita: hidup dalam kasih. Jangan lepaskan tanggung jawab yang Tuhan berikan, meskipun kita sedang berada dalam pergumulan atau menghadapi kesulitan. Saling menolong dan mendukung satu sama lain adalah bagian dari tanggung jawab yang berasal dari kasih. Orang yang memiliki kasih sejati tidak akan tinggal diam atau lepas tangan. Ia akan bertindak dan hidup dengan penuh tanggung jawab.

Jangan sampai kita hanya mencari kesenangan sendiri, sementara orang lain menderita karena ulah kita. Itu bukanlah kehendak Tuhan. Sebaliknya, hiduplah dengan hati yang selalu bersyukur karena Tuhan telah menolong kita. Dan mintalah kemampuan dari-Nya agar kita pun bisa menjadi penolong bagi sesama yang sedang menghadapi masalah.

Tuhan Yesus Memberkati

LW – NDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *