Elohim Ministry umum Tuhan Tetap Baik

Tuhan Tetap Baik



Renungan harian Selasa, 28 April 2026

Syalom bapak ibu, hari ini kita akan melihat sebuah kisah hidup dari seorang Nabi yang dipakai Tuhan dengan luarbiasa, kisahnya akan mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap baik.

Tentang Nabi Elisa, Ia adalah penerus Nabi Elia (1Raja-raja 13), Elisa awalnya adalah seorang petani kaya. Saat sedang membajak dengan 12 pasang lembu, Elia datang dan melemparkan jubahnya kepadanya—sebuah simbol pemanggilan menjadi nabi Elisa merespons dengan radikal: ia menyembelih lembunya, membakar alat bajaknya untuk memasak daging bagi orang-orang, lalu mengikuti Elia.

Mukjizat-Mukjizat Terkenal (2raja 4-8)

  • Membelah Sungai Yordan: Menggunakan jubah Elia untuk menyeberang.
  • Menyehatkan Air: Mengubah air yang beracun di Yerikho menjadi air sehat dengan garam.
  • Maut dalam kuali
  • Memberi makan 100 orang
  • Minyak Janda yang Melimpah: Membantu seorang janda yang terlilit hutang dengan membuat satu buli-buli minyak memenuhi semua wadah yang dipinjamnya.
  • Penyembuhan Naaman: Naaman, panglima tentara Aram yang kena kusta, sembuh setelah merendahkan diri dan mandi tujuh kali di Sungai Yordan atas perintah Elisa
  • Membangkitkan Anak Perempuan Sunem: Ia membangkitkan putra dari seorang perempuan yang selalu baik kepadanya.

Seorang nabi yang dipakai luar biasa—tangannya menjadi alat kuasa Tuhan, perkataannyanya menjadi saluran firman, hidupnya penuh tanda dan keajaiban. Ia bukan nabi biasa. Pada ayat2 ini, 2 Raja-raja 13:14 (TB) “Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya…”. 2Raja-raja 13:20 Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan.

Bahkan setelah kematian Elisa, kuasa Tuhan masih mengalir (2 Raja-raja 13:21)

Elisa melakukan berbagai mujizat, Kuasa Tuhan nyata. Tidak ada keraguan akan urapan yang ada dalam hidupnya. Tapi ia meninggal dalam keadaan sakit parah, fisiknya benar2 tak berdaya

Bahkan Alkitab juga jujur, kenyataan apa yang terjadi dalam akhir hidup elisa.

Nabi yang membangkitkan orang mati itu, mati karena sakit. Tidak ada catatan ia disembuhkan. Tidak ada klimaks kesembuhan dramatis. Tidak ada penutup yang “sesuai ekspektasi rohani” manusia. Yang ada hanyalah kenyataan: orang yang penuh kuasa Tuhan itu tetap dalam penderitaan fisik sampai akhir hidupnya.

Jika orang benar bisa sakit sampai mati, lalu di mana kebaikan Tuhan? Tetapi justru di sinilah kebenaran yang lebih murni dinyatakan.

Ada iman yang runtuh bukan karena Tuhan tidak bekerja, tetapi karena manusia menolak menerima cara Tuhan bekerja. Kita terlalu sering mengukur kebaikan Tuhan dari kesembuhan, seolah-olah kasih-Nya hanya sah ketika tubuh kita pulih. Padahal Alkitab menunjukkan sesuatu yang lebih dalam, lebih tajam, dan sering kali tidak nyaman: Tuhan tetap baik bahkan ketika sakit tidak diangkat.

Maka dengarlah ini dengan jujur dan tanpa kompromi: Jangan kecewa ketika sakitmu belum sembuh. Jangan berpaling ketika doa-doamu terasa sepi. Jangan mencari Jangan meninggalkan Tuhan hanya karena Ia tidak mengikuti skenario yang kau tulis sendiri.

Apakah keadaan kita masih tidak baik, apakah harus baik2 untuk membuktikan Tuhan itu baik. Tetapi hatimu harus tetap mencintai Tuhan untuk membuktikan iman itu hidup.

Elisa tidak kehilangan perkenanan Tuhan ketika ia sakit. Ia tidak menjadi kurang rohani karena tubuhnya melemah. Justru dalam akhir hidupnya, ia menjadi saksi bahwa kesetiaan lebih besar dari kesembuhan, dan perkenanan Tuhan lebih dalam dari sekadar mujizat. Inilah iman yang sejati: bukan iman yang bertahan karena mujizat, tetapi iman yang tetap menyembah bahkan ketika mujizat tidak terjadi. Karena pada akhirnya, tujuan hidup bukanlah hidup tanpa sakit, melainkan hidup tetap setia—apa pun kondisi kita.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Dalam terang kisah nabi Elisa—menuntun kita pada sikap iman yang dewasa. Iman yang benar tidak menggantungkan diri pada hasil, tetapi pada Pribadi Tuhan. Jika sakit kita sembuh, kita harus berkata, puji Tuhan dan meskipun sakit kita tidak sembuh, kita pun tetap berkata: syukur kepada Tuhan.

Kisah Elisa membuktikan bahwa hidup yang berkenan tidak selalu berakhir dengan kesembuhan jasmani atau hal luarbiasa yg dipandang dunia “spektakuler” Namun itu tidak mengurangi nilai hidupnya di hadapan Tuhan. Bukan lagi “harus sembuh supaya Tuhan baik”, tetapi “apa pun yang terjadi, Tuhan tetap baik.” Sembuh adalah anugerah, tidak sembuh pun tetap anugerah—karena Tuhan tidak pernah berhenti menjadi baik.

Kebaikan Tuhan tidak pernah bergantung pada kondisi tubuh kita. Kasih-Nya tidak berkurang ketika doa kesembuhan belum dijawab. Kedaulatan-Nya tidak goyah hanya karena kita tidak mengerti jalan-Nya.

Hikmat hari ini : Rencana Tuhan selalu sempurna, tetapi kita tidak selalu dapat memahaminya karena kita terbatas

Tuhan Yesus memberkati

TC

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Tuhan Tetap Baik”

  1. Tetapi hatimu harus tetap mencintai Tuhan untuk membuktikan iman itu hidup. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. “Apa pun yang terjadi, Tuhan tetap baik.” Amin terima kasih Tuhan untuk berkat Mu yang luar biasa pada pagi hari ini. 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *