Elohim Ministry anak “Tuhan yang Memilih”

“Tuhan yang Memilih”

Renungan Harian Anak, Senin 14 Juni 2021

Haloo …syalom adik-adik semuanya …

Adik-adik, coba tutup mata kita sebentar. Tidak boleh ada yang mengintip, ya. Kita mau mebayangkan menjadi orang buta. … sudah Bagaimana Adik-adik rasanya menjadi menjadi orang yang tidak dapat melihat? Tentu sangat tidak nyaman rasanya jika menjadi orang yang tidak dapat melihat. Kita akan mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan, misalnya tersandung ketika berjalan, tidak bisa membaca tulisan, tidak bisa bermain dengan nyaman. Jangankan mata ditutup coba kalo pas malam hari terjadi listrik padam, wah tentu kita jadi bingung yak arena kegelapan itu.

Adik-adik, Kitab Kisah para Rasul pasal 9 menceritakan seseorang yang bernama bernama Saulus. la sangat membenci orang Kristen. Ada tidak di sini yang benci temannya? Kalau kita benci teman, paling-paling kita cemberut, kan? Namun, kebencian Saulus kepada orang Kristen sangat kuat hingga ingin membunuh orang-orang Kristen waktu itu. Nah … Suatu kali, Saulus ingin pergi ke Damsyik untuk mencari orang Kristen. Untuk diapakan kira-kira? Tentu untuk ditangkap. Adik-adik, perbuatan Saulus baik atau tidak? Tetapi ditengah Jalan Tuhan Yesus menjumpai Saulus dengan cahaya yang sangat menyilaukan. “Aaaaahhh…” ketika Saulus melihat cahaya itu, ia terjatuh dan seketika itu juga menjadi buta. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat, tidak mau makan serta minum. Wah, Adik-adik dapat membayangkan betapa menderitanya keadaan Saulus pada saat itu.

Tuhan pun memanggil dan mengutus Pak Ananias untuk menyembuhkan Saulus yang sudah buta. Bapak Ananias adalah seorang pengikut Tuhan. Tuhan berfirman kepada Ananias, “Pergilah, Saulus sudah aku pilih menjadi muridku, tolonglah dia.” Walaupun Ananias tahu bahwa Saulus ini jahat kepada orang-orang Kristen, namun dia Taat kepada perintah Tuhan Akhirnya Pak Ananias pun mau pergi untuk menemui Saulus.

Setelah Ananias pergi menemui Saulus dan menyampaikan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Saulus pun dapat melihat lagi. Saulus mengalami kehebatan kuasa Tuhan Yesus. Oleh karena itu, sikap Saulus pun berubah. Saulus sekarang takut pada kuasa Tuhan Yesus. la yang sebelumnya adalah musuh orang Kristen, kemudian berubah drastis menjadi anak Tuhan. Siapa yang tahu, nama ganti Saulus setelah percaya dan menjadi murid Tuhan Yesus? Ya, Paulusl

Wah, luar biasa Adik-adik, Tuhan kita! Sama seperti Saulus, seseorang yang tidak baik, namun karena kasih Tuhan, Tuhan mengubahnya dan Tuhan memilih Saulus untuk menjadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Bahkan nantinya dia menjadi Paulus salah satu Rasul yang dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan Injil ke bangsa-bangsa. Bahkan sampai hari ini kita melihat bagaimana Rasul Paulus dipakai oleh Tuhan dalam menulis surat-surat yang menjadi bagian dalam Alkitab.

Allah memilih untuk suatu tujuan yang lebih besar. Allah memilih Saulus untuk memperkenalkan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain. Allah juga memilih kita untuk pekerjaan besar.

Adik-adik sama seperti Saulus yang menerima Anugerah Tuhan, Tuhan memilihnya … demikian pula dengan adik-adik semuanya, adik-adik adalah anak pilihan Tuhan. Ayo adik-adik harus terus belajar menjadi anak-anak-Nya yang setia kepada Tuhan, setia beribadah, berdoa, merenungkan Firman Tuhan dan juga menjadi pelaku Firman Tuhan. Seperti bapak Saulus yang hidupnya berubah, adik-adik juga senantiasa harus mau berubah menjadi anak yang lebih baik setiap hari

Ayat Hafalan

II Tesalonika  2:13b sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.

Komitmenku hari ini

Aku bersyukur karena Tuhan telah memilihku menjadi anak-Nya, aku mau menjadi anak Tuhan yang terus bertumbuh dan menyenangkan hati Tuhan.

SF 130621 – SP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *