Renungan Harian Rabu, 28 Februari 2024
Bacaan: Mazmur 91:1-2, Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Pasti kita sering mendengar nomor panggilan 911 saat menonton acara TV luar negri atau menonton film luar negri. 911 adalah nomer kontak darurat di negara Amerika, dimana warganya bisa melaporkan peristiwa darurat yang terjadi dan mendatangkan bantuan. Misalnya jika terjadi kebakaran, dengan menelpon nomer panggilan 911, warga akan mendapat bantuan dari unit pemadam kebakaran terdekat.
Dalam kehidupan kita, tidak ada manusia yang bebas dari masalah. Banyak hal yang dapat mengancam kehidupan kita, dan kadang kitapun ada dalam keadaan darurat yang perlu mendapat pertolongan. Sebaiknya, kita menghadapi setiap masalah dengan tenang sembari mencari solusinya. Mazmur 91:1 menjadi nomer darurat yang harus kita tau saat kita menghadapi masalah dan ketakutan.
Karena itu, dalam mazmur kita bisa melihat berbagai macam ekspresi dan perasaan yang mendalam tentang pernyataan kekuasaan Allah, kemegahan Allah, pertolongan Allah, dan sebagainya. Di sini dapat disimpulkan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat pertolongan bagi bangsa Israel untuk mengadu dan bersandar saat mereka menghadapi kesulitan.
Mazmur 91 merupakan ungkapan pengharapan kepada Allah pada saat bangsa Israel mengalami ketakutan. Mereka menaikkan pujian dan pengharapan kepada Allah. Pengharapan mereka teguh dan pasti karena bagi mereka Tuhan adalah “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku” (2).
Pemazmur percaya Allah akan membentangkan sayap-Nya untuk menudungi dan melindungi dari musuh. Umat-Nya tidak perlu takut dengan kedahsyatan malam, panah di waktu siang, terhadap penyakit, terhadap seribu orang bahkan sepuluh ribu orang, terhadap malapetaka dan tulah, antukan batu, dan terhadap singa dan ular tedung yang mengerikan (5-13). Kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Pemazmur menggambarkan betapa penyertaan Tuhan sungguh-sungguh sempurna sehingga umat tidak perlu takut apa pun. Allah menjamin bahwa umat-Nya akan dikasihi dan diluputkan dari semua yang mereka takutkan.
Semua janji di mazmur ini bersifat bersyarat (kondisional). Janji-janji itu tidak berlaku untuk semua orang atau siapa saja. Di awal mazmur ini sudah diajarkan bahwa kebaikan Allah di sini hanya ditujukan kepada mereka yang “duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa” (91:1).
Kata “duduk” (Ibrani yāshab) seharusnya diterjemahkan “berdiam”. Bukan sekadar duduk, tetapi memang tinggal di sana (lihat semua versi Inggris). Terjemahan “bermalam” (lûn) menyiratkan istirahat atau ketenangan setelah bepergian jauh (LAI:TB “bermalam”). Dengan kata lain, orang yang berdiam dan bermalam dalam TUHAN adalah mereka yang menjadikan TUHAN sebagai tempat perlindungan dan kubu pertahanan (ayat 2). Metafora di ayat 1-2 ini selanjutnya diulang lagi di ayat 9. Jadi, sekali lagi, janji ini hanya berlaku bagi mereka yang menjadikan TUHAN sebagai tempat perlindungan dan perteduhan.
Mari jadikan Tuhan yang adalah tempat perlindungan dan perteduhan sebagai 911 bagi kita, sebagai panggilan darurat bagi kita. Dan, Tuhan pasti memberikan pertolongan atas semua masalah yang kita hadapi.
Tuhan Yesus Memberkati.
CM