Renungan Harian Rabu, 19 Oktober 2022
Bacaan: Yesaya 43:2-3a, “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”
Salah satu ketakutan terbesar manusia adalah kesepian, tanpa teman, tanpa saudara, dan masih harus menjalani hidup mereka sendirian. The greatest fear is the fear of being alone, demikian sebuah ungkapan yang terkenal dalam bahasa Inggris yang menggambarkan hal itu. Jika hidup sendirian saja sudah sulit, bagaimana jika kita tengah terjepit di tengah beberapa masalah sekaligus, dan kemudian merasa menghadapinya sendirian? Mungkin benar, bahwa kita tidak bisa sepenuhnya berharap kepada orang lain untuk menolong kita setiap kali kita menghadapi masalah. Tapi benarkah kita memang sendirian? Alkitab berkata tidak. Ada Tuhan yang sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, dan kita tahu bahwa Allah tidak akan pernah ingkar janji.
Dalam setiap perjalanan kehidupan seseorang pastilah tidak selamanya mulus. Sebagian besar dari kita pasti juga merasakan betapa perjalanan hidup kita tidak selalu lancar. Sering kali kita diperhadapkan dengan tantangan dan rintangan yang berat. Situasi ini tak jarang membuat kita menjadi putus asa, mudah mengeluh, dan bersungut-sungut, sehingga semua itu pun mencuri sukacita kita.
Kunci yang harus kita pegang dalam menghadapi situasi terjepit, situasi sulit adalah
Agar kita menyadari betul bahwa kita tidak pernah sendirian, sebab Tuhan selalu ada beserta kita dalam kondisi apapun.
Dan Dia hadir dengan kasih dan kuasaNya yang tak terhingga. Dia mampu melindungi anak-anakNya dengan segala cara, bila perlu lewat mukjizat-mukjizatNya yang ajaib dan tak terselami akal sekalipun.
Air dan api, demikian dua elemen yang dipakai dalam bacaan kita hari ini, itu menggambarkan penderitaan atau kesulitan-kesulitan yang kita lalui dalam hidup kita. Dalam menghadapi gelombang air yang ganas, atau di tengah nyala api yang panas, Tuhan menjanjikan penyertaanNya yang menyelamatkan. Kita memang harus melalui air yang terkadang bisa berombak tinggi, dan kita juga terkadang harus menempuh api yang panas. Tetapi Tuhan berkata bahwa meski harus menyeberang air kita tidak akan hanyut, dan kalaupun harus melalui api kita tidak akan terbakar. Seperti itulah janji Tuhan, dan itu menunjukkan dengan jelas bahwa dalam kondisi sesulit apapun Tuhan tetap ada bersama kita, dan Dia siap untuk selalu melindungi kita.
Tuhan setelah mengingatkan kita akan penyertaanNya bagi hidup kita.
Penulis Ibrani mengingatkan: “Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b).
Yesus sendiri juga berkata: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b). Demkian seringnya Tuhan mengulangi hal yang sama, itu menunjukkan bahwa janji ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk selalu kita ingat.
Gelombang air pasang mungkin tengah kita hadapi atau sewaktu-waktu harus kita lewati. Nyala api yang panas padda suatu ketika tidak bisa kita hindari. Tuhan tidak berjanji bahwa kita bisa hidup 100% tanpa kesulitan, tetapi Tuhan berjanji bahwa apapun yang kita hadapi tidak akan membinasakan kita. Seperti apa yang terjadi pada bangsa Israel, Tuhan sanggup membelah lautan masalah sehingga kita bisa melewatinya bagai berjalan di tanah kering dan sampai ke ujungnya dengan selamat. Demikian pula ketika berhadapan dengan api, kita bisa melewatinya tanpa terbakar, seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego. (Daniel 3).
Masalah boleh datang, tetapi ingatlah bahwa kita tidak pernah sendirian menghadapinya.
Jika kita tengah berhadapan dengan situasi seperti itu, datanglah kepadaNya dan percayakan semuanya ke dalam tanganNya. Lakukan segalanya tepat seperti yang telah Tuhan firmankan, dan kita akan menyaksikan bagaimana kuasa Tuhan yang tak terbatas itu sanggup membawa kita melintasi masalah dengan penuh kemenangan.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang akan senantiasa menyertai kita
Tuhan Yesus Memberkati
CM