Elohim Ministry youth BERANI BERBEDA UNTUK HAL YANG BENAR

BERANI BERBEDA UNTUK HAL YANG BENAR



Renungan harian Youth, Rabu 21 Oktober 2022

Syalom rekan-rekan Elohim Youth, salam sehat dan semangat selalu bagi kita semua.  Tuhan kiranya menyertai dan memberkati segala sesuatu yang kita kerjakan.

Ada sebuah sedikit pengalaman seorang rekan, sebut saja Bernama Bagus. Suatu saat Bagus yang baru masuk di bangku kuliah senang karena dia mendapatkan banyak teman baru. Beberapa waktu kemudian mereka sepakat untuk pergi bersama untuk menginap ditepi pantai. Mereka bersenang-senang bersama didalam tenda yang mereka dirikan.

Pada waktu mulai menginjak malam, salah satu rekannya mengeluarkan minuman keras dengan alasan supaya malam itu bertambah seru.

Ayolah, Bagus. Ambil minuman ini!” desak salah seorang dan mereka.
“Ya, ayo gabung, ” kata yang lain. “Jangan takut. Siapa yang akan tahu? Cuma kita, kok.”

Ini saatnva mengambil keputusan bagi Bagus. Apakah Bagus berani untuk bertahan sendirian? Dia berada di tengah medan perang mental  keyakinannya, juga reputasinya sebagai orang kristen di satu pihak, dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan teman-temannya di pihak lain.

Rekan-rekan tentunya, apa yang menjadi pengalaman Bagus juga menjadi pengalaman kita bukan? Kita semua pernah merasakan saat-saat kita ingin merasa diterima dan menjadi bagian dan suatu kelompok. Tentunya kita tidak mau diejek atau ditertawai karena menjadi “anak baik-baik.”

Namun sebagai anak Tuhan Keberanian untuk menjadi berbeda adalah menjadi panggilan dalam kehidupan kita setiap hari. Ingatlah identitas yang Tuhan Yesus berikan bagi kita

Matius 5:13-14 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Berani berbeda menjadi garam ditengah kehambaran, menjadi terang ditengan kegelapan. Setiap keputusan untuk berani berbeda karena benar selalu menghadirkan resiko. Keberanian adalah sesuatu yang diperlukan untuk mempertahankan keyakinan kita. Kalau kita hidup bagi Kristus dan mengambil sikap dalam tindakan dan perkataan, maka kita akan siap menghadapi godaan pada saat keyakinan kita ditentang.

Unsur-unsur Pembentuk Keberanian

Mengapa ada anak Tuhan yang punya keberanian, sedangkan beberapa yang lainnya tidak? Kami percaya, keberanian sebenarnya merupakan hasil dari tiga unsur yang penting. Setiap orang memiliki potensi untuk berani, asalkan kita mau memilih untuk menambahkan unsur-unsur berikut ini ke dalam kehidupan kita:

1. Orang-orang yang berani tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Bagaimana kita bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah? Masih ingat apa yang kita pelajari dalam bab sebelumnya? Alkitab adalah buku petunjuk dari Pencipta kita, bagi kehidupan ini. Dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa firman Allah “memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk mem-perbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Kita perlu mengenal apa yang kita percayai, dan iman itu harus dilandasi oleh firman Allah.

Teman-teman, mengapa kita harus jadi anak yang berani didalam Tuhan? Karena yang menjadi dasar kita untuk berani adalah TUHAN adalah kebenaran yang sejati.  Dalam Yohanes 14:6, Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia adalah jalan, dan kebenaran dan hidup. Yesus sendiri adalah kebenaran itu, dan perkataan-perkataan-Nya adalah benar. Kebenaran Allah berbeda dengan kebenaran manusia.

2. Orang-orang yang berani memiliki keyakinan dalam hati mereka untuk berdiri teguh memegang kebenaran.

Keyakinan inilah yang memberikan enegi untuk kita memilih apa yang benar. Mengenal apa yang benar itu baik dan yang lebih baik adalah melakukan apa yang benar.

 Mazmur 119:30-31 mengatakan, “Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. Aku telah berpaut pada peringatan-peringatan-Mu, ya TUHAN, janganlah membuat aku malu.”

Keberanian mengharuskan adanya tekad pribadi untuk memegang teguh apa yang benar menurut keyakinan kita.

3. Orang-orang yang berani mendapat kekuatan mereka dari Allah.

Ketika Daud berperang melawan Goliat, perlu keberanian yang sangat besar. Akan tetapi, Daud bertindak bukan karena kekuatannya sendiri; sebaliknya, dia bergantung pada kekuatan Allah seperti yang dinyata¬kannya, “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu” (1 Samuel 17:37). Nuh, Yusuf, Yosua, Kaleb, Ayub, Daniel, Paulus, Stefanus (dan masih banyak lagi) adalah para pemberani yang mendapatkan kekuatan mereka bukan dari diri mereka sendiri, melainkan dari Tuhan.

Hari ini kita belajar Jika kita memegang teguh kebenaran Allah, maka kita akan memiliki keberanian untuk menghadapi apapun juga. Oleh sebab itu, peganglah kebenaran Allah dan lihatlah kasih dan kesetiaan Allah nyata dalam hidup kita.

Kekuatan dari Allah yang akan memampukan kita menjalani kehidupan yang berbeda dan berkemenangan.

Tuhan Yesus memberkati

YNP – YDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *