Renungan Harian, 24 Desember 2022
Syalom jemaat yang dikasihi Tuhan. Tuhan kita adalah Raja yang Maha besar dan perbuatan-perbuatan-Nya sungguh ajaib.
Natal dirayakan banyak orang dengan berbagai macam cara. Dari mendekor, berbelanja, memberi bingkisan, berlibur bersama keluarga. Dan kita tahu bahwa besok kita akan merayakan natal; dan fokus yg terpenting diatas segalanya adalah itu hari kelahiran seorang Juruselamat! Jika kita merenungkan kembali kisah kelahiran Yesus, maka kita mendapati bahwa ada hal-hal yang sederhana yang dibuat Tuhan menjadi sesuatu yang sangat berarti bahkan menjadi suatu benda yang harus tersedia pada saat drama natal ditampilkan pada perayaan-perayaan natal.
Lukas 2:7, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Kalau kita bayangkan, tentu tidak mudah bagi Maria menghadapi situasi itu, melahirkan di negeri yang jauh dari sanak keluarga yang dapat memberikan pertolongan. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya kamar yang tersedia bagi mereka di penginapan. sehingga Maria harus membaringkan bayinya di palungan. Sungguh mengenaskan, Allah yang datang kedunia untuk membebaskan para pendosa ternyata tidak mendapat tempat yang layak sebagaimana mestinya.
Mari kita simak tentang palungan
Kita semua tahu, biasanya itu adalah sebuah kotak dalam kandang tempat ternak makan. Ada 783.137 kata dalam versi Alkitab KJV. Dan dari jumlah itu hanya ada 3 kata palungan di dalam Lukas 2 ini.
Palungan yg ada di kandang Betlehem adalah barang yg sangat tidak berarti. Karena tidak pentingnya maka kadang sangat mudah utk dibuang dari kayu2 bekas yg tidak terpakai lagi kayu buangan…. Tidak peduli ukurannya, bentuknya karena itu hanya sebuah palungan. Bahkan sebenarnya sebuah kandang bisa saja tidak memiliki palungan.Bisa saja makanan ternak ditaruh di area tertentu dalam kandang dan ternak bisa makan dari situ.
Namun, malam itu, di kandang dekat penginapan di Betlehem ada sebuah palungan yg tidak berarti.
Dan malam itu ada kejadian yg terjadi disana. Barang yg tidak penting dalam kandang berubah jadi hal yg dikenal dunia karena kejadian ilahi. Ketika bayi Yesus diletakkan didalamnya maka palungan itu mengubah persepsi dunia tentang tujuan dari sebuah palungan. Kapanpun sepanjang tahun ketika kita mendengar kata palungan kita tidak berpikir ttg ternak. kita teringat akan kelahiran Yesus, Anak Allah.
Dengan adanya Yesus didalamnya, definisi dari palungan itu berubah selamanya.
Kebanyakan orang ketika ditanya palungan itu apa, mereka tidak akan memberi definisi dari kamus. Yang mereka ingat adalah itu tempat dimana bayi Yesus diletakkan. Ketika Yesus ada di palungan itu definisi dan tujuannya berubah total. Tanpa Yesus: tujuannya hanya tempat makan ternak, dan Dengan Yesus: segalanya berubah.
Bukankah sama juga dengan masing2 kita? Tanpa Yesus, kita semua bukan orang yg berarti. Orang akan memandang kita sebagai orang yg lemah dan tanpa tujuan. Definisi diri kita ditentukan oleh dunia..bahkan iblis akan terus menuduh kita n mendorong kita utk melakukan rencana jahatnya.
Namun bersyukur pada Yesus yg hadir dalam hidup kita sehingga kita menjadi orang yg berarti, orang yg kuat, orang yg punya tujuan hidup sesuai rencana-Nya. Ketika Yesus hadir hidup kita yg lama diubahkan menjadi baru. Jawaban agar transformasi terjadi, hadirkan Yesus. Jalan untuk menaklukkan kelemahan dan dosa kita, hadirkan Yesus. Jalan utk terlepas dari pendapat dan mentalitas dunia, hadirkan Yesus. Kesembuhan dari sakit penyakit, hadirkan Yesus. Pemulihan dari hidup yg hancur, hadirkan Yesus; Penyediaan bagi setiap kebutuhan, hadirkan Yesus
Saat Yesus hadir dalam hidup kita maka keberadaan kita berubah. Hidup kita dapat dibangun kembali, dapat direnovasi, mengalami transformasi. Ketika kita menoleh kebelakang, kita bukan orang yg sama dengan yg dulu 1 atau 5 tahun lalu. Dengan hadirnya Yesus kita dapat terus mengalami perbaharuan1 atau 5 tahun kedepan. Orang2 dapat menyaksikan bagaimana hidup, karakter, sikap, kata2 kita sekarang berbeda.
Hari ini, Yesus tidak lagi butuh palungan … Dia butuh tempat yang lain … di dalam bagian dari hidup kita, diri kita. Supaya Dia bisa melakukannya sekali lagi: Mengubah kehinaan menjadi kemuliaan dalam kehidupan kita.
Saat kita mau menghadirkan Yesus, akan selalu ada perubahan..
Yesus lahir, mati dan bangkit kembali.segala kuasa ada ditangan-Nya. Semoga Tuhan terus dipermuliakan melalui hidup kita
Selamat menyambut Natal dengan hati yang terbuka dan hidup yang mau terus diubahkan
Rangkuman Khotbah
Pdt. Grace Syauta

INFORMASI :
Untuk kemudahan penataan maka pada hari pelaksanaan akan diberikan gelang yang menunjukkan nomor kursi, gelang akan dibagikan melalui meja registrasi. Jemaat yang hadir dapat langung menuju meja sesuai dengan Huruf pada nomor kursi yang diberikan.
Untuk memudahkan screening kendaraan mobil dan motor, dimohon Jemaat memakai stiker yang sudah disediakan (stiker disediakan di kantor gereja)
Menghimbau kepada seluruh jemaat agar dapat berangkat lebih awal untuk bisa mengantisipasi kemacetan yang terjadi, sehingga kita dapat beribadah dengan baik dan penuh dengan sukacita
Terima kasih atas perhatiaannya Mari kita siapkan hati kita untuk menerima berkat natal yang sejati dari Tuhan Yesus Kristus
Tuhan Yesus memberkati
Untuk informasi dapat menghubungi nomor ini
(Sekretariat GPdI Elohim Batu)